Blog ini Tanpa Tampilan Iklan dan Tanpa Download Berbayar Sampai Kiamat!
--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Selasa, 17 April 2012

Penelitian Kepustakaan

  Terima kasih, blog Banjir Embun telah dipercaya untuk digunakan sebagai referensi karya tulis oleh beberapa akademisi dan calon ilmuwan muda. Berikut puluhan BUKTI blog Banjir Embun mendapat kepercayaan masyarakat ilmiah (ilmuwan):

<<  Puluhan bukti blog Banjir Embun mendapat kepercayaan masyarakat luas  >>

Baca juga:

1. Tesis Lengkap Karya A. Rifqi Amin (Tesis terbaik Tahun 2013)

2. Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Perguru Tinggi Umum (Buku karya A. Rifqi Amin pendiri blog Banjir Embun)



MATERI PEMBAHASAN DISKUSI:
MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN
Dosen Pembimbing: Prof. H. Imam Bawani, MA


PENELITIAN KEPUSTAKAAN
(LIBRARY RESEARCH)

Oleh:
A. Rifqi Amin


A.    Ciri Khusus Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Penelitian Kepustakaan atau Riset Kepustakaan meskipun bisa dikatakan mirip tapi sebenarnya berbeda dengan istilah studi kepustakaan di salah satu BAB (biasanya berada di BAB II) dalam laporan hasil penelitian (skripsi). Umumnya istilah Studi Kepustakaan digunakan dalam ragam istilah oleh sebagian ahli penelitian. Diantara istilah lain studi kepustakaan yang dikenal adalah kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian teoritis, landasan teori, telaah pustaka (literature review) dan tinjuan teoritis.
Penelitian Kepustakaan merupakan jenis penelitian kualitatif yang pada umumnya tidak terjun ke lapangan dalam pencarian sumber datanya. Penelitian Kepustakaan merupakan metode yang digunakan dalam pencarian data, atau cara pengamatan (bentuk observasi) secara mendalam terhadap tema yang diteliti untuk menemukan ‘jawaban sementara’ dari masalah yang ditemukan di awal sebelum penelitian ditindaklanjuti. Dengan kata lain Penelitian kepustakaan merupakan metode dalam pencarian, mengumpulkan dan menganalisi sumber data untuk diolah dan disajikan dalam bentuk laporan Penelitian Kepustakaan.
Yang dimaksud penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan atas karya tertulis, termasuk hasil penelitian baik yang telah maupun yang belum dipublikasikan. Contoh-contoh penelitian semacam ini adalah penelitian sejarah, penelitian pemikiran tokoh, penelitian (bedah) buku dan berbagai contoh lain penelitian yang berkait dengan kepustakaan .
Menurut Mardalis Penelitian Kepustkaan salah satunya bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam material yang terdapat di ruangan perpustakaan, seperti: buku-buku, majalah, dokumen, catatan dan kisah-kisah sejarah dan lain-lainnya. Pada hakekatnya data yang diperoleh dengan penelitian perpustakaan dapat dijadikan landasan dasar dan alat utama bagi pelaksanaan penelitian lapangan. Masih menurut Mardalis, penelitian ini dikatakan juga sebagai penelitian yang membahas data-data sekunder.
Namun I Made Wirartha berpendapat lain, menurutnya “Penelitian kepustakaan dapat dilakukan di perpustakaan atau di tempat lain selama ada sumber bacaan yang relevan.”  Penelitian tidak hanya metode mengumpulkan data saja, tetapi perlu aspek-aspek lain seperti rumusan masalah, landasan teori/kajian pustaka, analisis data, dan pengambil kesimpulan guna menemukan keutuahan dalam hasil penelitian. Ditinjau dari ruang lingkupnya perbedaan penelitian lapangan dengan penelitian kepustakaan adalah penelitian lapangan lebih sedikit dari penelitian lapangan. Selain itu penelitian kepustakaan merupakan kajian literatur yaitu menelusuri penelitian yang terdahulu untuk dilanjutkan atau dikritisi sehingga penelitian tidak dimulai dari nol.
Penelitian jenis ini salah satunya memuat beberapa gagasan atau teori yang saling berkaitan secara kukuh serta didukung oleh data-data dari sumber pustaka. Sumber pustaka sebagai bahan kajian dapat berupa jurnal penelitian ilmiah, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian ilmiah, buku teks yang dapat dipertanggungjawabkan asal usulnya, makalah, laporan/kesimpulan seminar, catatan/rekaman diskusi ilmiah, tulisan-tulisan resmi terbitan pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Beberapa data-data pustaka tersebut dibahas secara mendalam dan teliti, dalam rangka sebagai pendukung atau penentang gagasan atau teori awal untuk menghasilkan kesimpulan.
Selain bersumber dari teks bentuk cetak yang berupa tulisan atau catatan-catatan yang berupa huruf dan angka, penelusuran pustaka dapat juga melalui bentuk piringan optik,  melalui komputer atau data komputer.  Dengan kata lain penelitian kepustakaan bisa juga dalam bentuk digital. Dan bias juga bersumber dari film (hasil rekaman), gambar, dokumen, dan arsip-arsip sejarah. Kesimpulan penelitian kepustakaan salah satunya dapat diperoleh dengan cara mengumpulkan data/informasi dari berbagai sumber pustaka kemudian diolah dan disajikan dengan cara baru untuk memperoleh kepentingan yang baru.
Penelitian pustaka hendaknya dilakukan dimulai dari infromasi yang umum, baru kemudian diperoleh dari informasi yang lebih spesifik.  Penelitian kepustakaan sebaiknya menggunakan sumber acuan pustaka yang menggunakan sumber primer, berasal dari hasil laporan penelitian ilmiah, seminar hasil penelitian, dan jurnal-jurnal penelitian.  Sumber atau referensi primer adalah referensi yang didapat langsung dari sumber aslinya, bukan pendapat dari sumber primer yang dikutip oleh orang lain dalam sebuah karya tulis. Sehingga akan nampak keontetikan hasil karya tulis tersebut, karena lebih dekat dengan ‘sesuatu’ yang akan diteliti tersebut, atau dengan kata lain mencari objek penelitian kajian pustaka dari sumber pertamanya atau tangan pertama yang belum mengalami pencampuran dari sumber ke dua atau tangan ke dua. 

Hampir semua penelitian memerlukan studi pustaka. Walaupun orang sering membedakan antara riset kepustakaan dan riset lapangan, keduanya tetap memerlukan penelusuran pustaka. Perbedaan utamanya hanyalah terletak pada fungsi, tujuan  dan atau kedudukan studi pustaka dalam masing-masing riset tersebut. Dalam riset pustaka, penelusuran pustaka lebih daripada sekedar melayani fungsi-fungsi  persiapan kerangka penelitian, mempertajam metodelogi  atau memperdalam kajian teoretis. Riset pustaka dapat sekaligus memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya tanpa melakukan riset lapangan.



B.    Contoh Judul dan Permasalahan Penelitian Kepustakaan
1.    Contoh Judul Penelitian Kepustakaan
Penulis membedakan judul Penelitian Kepustkaan ke dalam berbagai fokus penelitian; diantarnya adalah fokus ke dalam bidang pendidikan, pemikiran, bedah buku dan konstitusi, analisis (peran) tokoh, sejarah, dan studi kepustakaan konsep-konsep yang (akan atau ideal) untuk dijalankan di kehidupan masa depan. Berikut adalah contoh – contoh judul penelitian Kepustakaan yang penulis olah sendiri, penulis cari di Perpustakaan STAIN Kediri dan Internet:

a.    PANDANGAN BERAGAMA DAN POLITIK  KYAI HAJI HASYIM ASY’ARI (1871-1947)
b.    PERANAN HARUN NASUTION DALAM PEMBAHARUAN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA
c.    PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN
d.    ISLAMISASI KURIKULUM DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM BERDASARKAN PEMIKIRAN HASAN LANGLUNGLUNG
e.    KAJIAN WACANA ISLAM PEMBEBAS OLEH CENDIKIAWAN MUSLIM INDONESIA PADA MASA ORDE BARU
f.    SEJARAH PERAN PONDOK PESANTREN DAN SURAU DALAM PENDIDIKAN MASA  PRA KEMERDEKAAN (1908 -1945)

2.    Permasalahan dalam Penelitian Kepustakaan
Biasanya dalam penelitian kepustakaan memiliki permasalahan teknis yang berkaitan dengan pencarian sumber data, pengumpulan data, dan dalam menganalisis data. Hal ini bisa terjadi karena terjadi kesenjangan jarak dan waktu antara peneliti dan sumber penelitian. Sehingga dalam pemilihan tema atau bahkan judul sering dijumpai kendala, misalnya tema tersebut sangat menarik diteliti sebagai penguat atau penolak teori yang sudah ada. 
Biasanya dalam mencari referensi yang sesuai dengan judul sangat sulit ditemukan. Dan dalam pencarian sumber data primer sangat sulit untuk mengaksesnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa membuat tema (judul) lebih mudah dari pada mencari sumber datanya, terutama sumber data primer. Karena dalam penelitian kualitatif bisa terjadi pergeseran bahkan berbeda total antara teori awal yang menjadi modal awal peneliti dengan temuan data. Sehingga judul/tema penelitian harus tunduk pada data yang ditemuikan.
Berikut beberapa kesalahan atau permasalahan yang mungkin dilakukan saat melakukan Telaah Pustaka:
a.    Terlalu rakus dalam mengumpulkan Pustaka
Terlalu fokus mencari dan menelusuri dapat menyebabkan  menyebabkan peneliti tidak mulai menulis laporan penilitian bahkan mungkin membuat fokus pada topik penelitian menjadi berubah. Langkah yang ideal adalah kumpulkan bahan pustaka, baca dan dilanjtukan dengan menelaahnya.
b.    Sumber Pustaka kurang terpecaya
Biasanya sumber pustaka yang bisa dikatakan kurang ‘memuaskan’ adalah terutama bila menemukan sumber dari Internet atau buku/jurnal yang merupakan hasil terjemahan.  Seringkali sumber internet dapat diakses dalam waktu terbatas.  Karena itu, sangat penting mencatat tanggal saat mengakses pustaka tersebut.  Pada beberapa kasus, makalah/penelitian yang ditulis dan diterbitkan di internet tidak benar-benar dapat ditelusuri penanggungjawabnya. Langkah yang paling baik adalah menghubungi penulisnya (misalnya melalui e-mail).
c.    Minimnya wawasan tema yang diteliti
Minimnya wawasan dan keterbatasan peneliti dalam memaknai data bisa terjadi karena peneliti sangat minim dalam membaca literatur-literatur ilmiah, terutama yang berkaitan dengan tema penelitian. Minimnya wawasan membaca bisa menyebabkan terjadinya salah pemahaman (presepsi) dalam menganalisa sumber data penelitian. Misalnya peneliti ingin menggali peristiwa sejarah perkembangan peran pondok pesantren dan surau dalam dunia pendidikan pada masa pra kemerdekaan. Namun peneliti belum memahami runtutan sejarah mulai awal berdirinya pondok pesantren di indonesia sampai awal masa kemerdekaan. Sehingga ini akan menyebabkan hasil penelitian  yang miskin analisis.
d.    Sistematika pembahasan tidak tersistem dengan baik
Peneliti hanya mengumpulkan literatur-literatur yang sesuai dengan tema, kemudian menggabungkan menjadi satu. Tapi tanpa mengadakan analisa lebih lanjut mana sumber data otentik yang bisa untuk dikembangkan dan mana sumber data sekunder sebagai tambahan untuk dijadikan penjelas. Sehingga ini akan menyebabkan hasil penelitian yang semakin melebar (bias) dan bisa terjadi ketidak fokusan dalam membahas. Riset pustka bukanlah hanya sekedar urusan membaca kemudian mencatat literatur melainkan suatu metode yang terperinci dan teliti.

C.    Variabel, Teori dan Hipotesis dalam Penelitian Kepustakaan
1.    Variabel Penelitian Kepustakaan
Variabel merupakan unsur, aspek, dan bagian tertentu dari judul/tema/masalah penelitian. Dalam penelitian kualitatif variabel bersifat tidak baku (kaku).

2.    Teori Penelitian Kepustakaan
Sub BAB teori penelitian kepustakaan menjelaskan tentang berbagai teori yang didapat, kemudian dianalis dan dikembangkan dalam format pemikiran penulis/peniliti lalu dikritisi atau sebaliknya didukung.

3.    Hipotesis dalam Penelitian Kepustakaan
Perumusan hipotesis adalah salah satu komponen sangat penting dalam sebuah penelitian. Hipotesis menyatakan hubungan (tema/judul) apa yang digali atau ingin diteliti. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks. Oleh karena itu hipostesis dalam penelitian Kepustakaan harus ada, sebelum pencarian pustaka (sumber data) dilakukan, untuk membuka asumsi awal agar peneliti mempunyai modal awal sebelum penelitian tindak lanjut.

D.    Pengumpulan Data, Analisis Data, dan Penyusunan Laporan.
1.    Pengumpulan Data Penelitian Kepustakaan
Penelitian kualitatif dalam penggalian data harus secara mendalam (seakar-akarnya). Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti harus tunduk  (disesuaikan) dengan jenis penilitian. Karena penelitian kepustakaan merupakan jenis penelitiain kualitatif maka biasanya sumber data utamanya adalah manusia dan benda-benda empiris yang sesuai dengan tema penelitian.
Berdasarkan sumber buku Mestika Zed (2008:81) metode penelitian kepustakaan Edisi 2, untuk membantu dalam penelitian dengan riset kepustakaan atau bagaimana mencari referensi yang tepat adalah sebagai berikut :
1. Miliki ide umum tentang topik penelitian
2. Cari informasi pendukung
3. Pertegas fokus (perluas/persempit) dan organisasikan bahan bacaan
4. Cari dan temukan bahan yang diperlukan
5. Reorganisasikan bahan dan membuat catatan penelitian (paling sentral)
6. Review dan perkaya lagi bahan bacaan
7. Reorganisasikan lagi bahan/catatan dan mulai menulis.

2.    Analisis Data Penelitian Kepustakaan
Penelitian Kualitatif merupakan jenis penelitian yang kaya dengan analisis data untuk memaknai sumber data yang telah ada, salah satunya menggunakan reduksi data kemudian melakukan penarikan kesimpulan dengan menggunakan logika, estetika, dan etika.
Nilai pustaka ditentukan oleh sifat kebaruan pustaka dan luasnya publikasi pustaka. Internet memungkinkan pencarian informasi berkait dengan topik menjadi sangat mudah. Informasi (data) tersedia dalam berbagai format, oleh karena itu dalam  memilih sumber pustaka harus teliti sesuai dengan tema penelitian.   Sumber pustaka disusun dari yang nilainya  paling tinggi adalah:
1.    Jurnal Ilmiah
2.    Makalah/Prosiding Konferensi/Seminar
3.    Working Paper
4.    Publikasi Pemerintah
5.    Thesis dan Disertasi (tidak dipublikasikan)
6.    Buku Teks
7.    Bahan Referensi: Ensiklopedia, Kamus.

3.    Penyusunan Laporan
Dalam penyusunan laporan kualitatif harus sistematis atau runtut dalam ‘menceritakan’ (memaparkan) datanya, sehingga terjadi kesinambungan antara dari BAB pertama sampai BAB terakhir. Seperti halnya membuat novel, yang mana terjadi kesatuan integral cerita antara dari paragraf pertama hingga terakhir.

1 komentar:

  1. wahyuni assyauq6/20/2014 04:28:00 PM

    Terimakasih tlah sudi berbagi ilmu

    BalasHapus