Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Rabu, 02 Mei 2012

PENGERTIAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DAN URGENSI MEMPELAJARINYA

Terima kasih, blog Banjir Embun telah dipercaya untuk digunakan sebagai referensi karya tulis oleh beberapa akademisi dan calon ilmuwan muda. Berikut puluhan BUKTI blog Banjir Embun mendapat kepercayaan masyarakat ilmiah (ilmuwan):

<<  Puluhan bukti blog Banjir Embun mendapat kepercayaan masyarakat luas  >>

 
Buku A. Rifqi Amin (pendiri Banjir Embun) berjudul: 




PENGERTIAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DAN URGENSI MEMPELAJARINYA



Oleh:



PENDAHULUAN

Mempelajari sejarah, khususnya sejarah pendidikan islam bukan semata-mata kegiatan menghafal tanggal, tahun, abad dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah[1]. Kepercayaan, budaya, dan perilaku apa yang ada sekarang ini merupakan kumpulan inspirasi dan reaksi dari peristiwa-peristiwa masa lalu (sejarah). Sejarah dipelajari dan diingat bukan hanya sebagai bentuk romantisme kejayaan masa silam, atau bahkan meratapi keburukun leluhur masa silam. Tetapi sejarah hadir dijadikan sebagai inspirasi.
Kajian tentang sejarah pendidikan islam telah banyak dilakukan, baik sejarah yang ditulis pada masa klasik sampai pada masa kontemporer. Namun masih minim sekali referensi yang menjabarkan secara kritis dan mengakar ketika mendalami perbedaan dari masa klasik hingga masa kontemporer. Terdapat perbedaan mendasar antar gaya, struktur, dan metode penulisan ‘kitab’ sejarah pada zaman klasik dan zaman kontemporer. Zaman klasik lebih cenderung memaparkan fakta-fakta sejarah yang telah ada secara saklek dan apa adanya tanpa ada tambahan ‘komentar’ dari penulis. Dengan kata lain, penulisan sejarah dilakukan dengan cara menceritkan kembali kejadian yang sudah ada tanpa melakukan analisis ‘fenomena’ sejarah.
Berbeda dengan masa klasik, masa kontemporer tidak hanya menceritakan fakta sejarah tapi juga memberikan analisis atau komentar dan argumen dari penulis. Pemberian analisis tambahan pada ‘kitab’ sejarah dilakukan karena untuk memenuhi kepentingan manusia yang semakin haus dengan ‘alasan’ dan penasaran untuk mengetehaui sesuatu dibalik dari peristiwa sejarah tersebut. Maka analisislah cara yang paling tepat untuk memenuhi rasa ingin tahu manusia zaman sekarang ini.
Rumusan masalah makalah ini adalah:
  1. Apa yang dimaksud dengan sejarah pendidikan islam?
  2. Bagaiman gaya penulisan sejarah pada masa klasik dan masa kontemporer?
  3. Apa pentingnya mempelajari ilmu sejarah pendidikan islam?


PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sejarah Pendidikan Islam
Membahas pengertian dari kaliamat ‘sejarah pendidikan islam’ tidak dapat langsung dijabarkan begitu saja. Memerlukan arti kata perkata. Dan menurut pemahaman penulis mengartikan pengertian kalimat tersebut secara perkata perlu dilakukan. Karena kalimat ‘sejarah pendidikan islam’ terdiri dari kata-kata yang mengandung arti sendiri-sendiri, selain karena memang ilmu ‘sejarah pendidikan islam’ merupakan kesaling keterkaitan antara tiga ilmu yaitu antara ilmu sejarah, ilmu pendidikan, dan ilmu islam.

1.                                                                            Pengertian sejarah
a.Secara Etimologi
Menurut Louis Ma’luf sebagaiman yang dikutip oleh Hasbullah, di dalam bahasa Arab, perkataan sejarah disebut tarikh atau sirah yang berarti ketentuan masa atau waktu, dan ‘ilm tarikh yang berarti ilmu yang mengandung atau membahas penyebutan peristiwa atau kejadian, masa atau terjadinya peristiwa, dan sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut. Sedang dalam bahasa Inggris sejarah disebut history yang berarti uraian secara tertib tentang kejadian-kejadian di masa lampau (orderly description of past event).
Sejarah sebagai cabang ilmu pengetahuan mengungkapkan peristiwa masa silam, baik peristiwa politik, sosial, maupun ekonomi pada suatu bangsa atau negara, benua atau dunia.[2]



         b.Secara Terminologi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sejarah berarti silsilah, asal-usul (keturunan), kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau. Sedangkan ilmu sejarah adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Sedangkan pengertian yang lain sejarah juga mencakup perjalanan hidup manusia dalam mengisi perkembangan dunia dari masa ke masa karena sejarah mempunyai arti dan bernilai sehingga manusia dapat membuat sejarah sendiri dan sejarah pun membentuk manusia.[3]
Berdasarkan penjelasan di atas, penulis dapat mengambil pemahaman bahwa sejarah merupakan nilai yang sangat penting karena manusia sebagai pelaku sejarah bisa membuat sejarah, dan berbagai kumpulan sejarah bisa membuat (menghasilkan) perilaku (budaya) baru bagi manusia.

2.                                                                            Pengertian pendidikan islam
Pendidikan Islam secara etimologis pendidikan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab “Tarbiyah” dengan kata kerjanya “Rabba” yang berarti menguasai urusan, merawat, memperindah, menjaga kelestarian, mengasuh, mendidik, dan memelihara.[4] Pendidikan dalam wacana islam lebih populer dengan istilah tarbiyah, ta’lim (pengajaran), ta’dib (adab), riyadhah (latihan), irsyad (bimbingan), dan tadris (belajar).[5]
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Bab 1 pasal 1 ayat 1, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.[6]
Pendidikan adalah proses di mana suatu sistem mempersiapakan generasi penerusnya untuk menjalankan kehidupan guna memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien.[7] Menurut Yusuf al-Qardhawi sebagaimana dikutip oleh Ayzumardi Azra mengemukakan bahwa pendidikan islam adalah pendidikan manusia secara utuh, akal dan hati, rohani dan jasmani, akhlak dan ketrampilannya. Karena pendidikan islam menyiapkan manusia untuk hidup, baik dalam perang, dan menyiapkan untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya.[8] Pendidikan islam yang dalam al qur’an ( QS. Ali imran 110) disebut sebagai pembentukan karakter dalam pandangan-pandangan dunia islam, menuntut keluarga muslim untuk memperkenalkan anak-anaknya dengan semua pengetahuan sebagai sarana untuk memahami parameter-parameter dalam al –quran bagai hubungan kostrukstif dengan allah, sesama manusia, dan alam.[9]
Dengan demikian, menurut pemahaman penulis pendidikan Islam berarti proses bimbingan dari pendidik terhadap perkembangan jasmani, rohani, dan akal peserta didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang baik agar tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat.





3.                                                                            Pengertian sejarah pendidikan islam  
      Dari pengertian sejarah dan pendidikan islam maka dapat dirumuskan pengertian tentang sejarah pendidikan isla dalam buku Zuhairini yaitu:

1. Keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu yang lain, sejak zaman lahirnya islam sampai dengan masa sekarang.
            2. Cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam, baik dari segi ide dan konsepsi maupun segi institusi dan operasionalisasi sejak zaman nabi Muhammad saw sampai sekarang.[10]

Hasbullah merumuskan bahwa sejarah pendidikan islam yaitu:

1. Catatan peristiwa tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam dari sejak lahirnya sampai sekarang.
2. Suatu cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam baik dari segi gagasan atau ide-ide, konsep, lembaga maupun opersinalisasi sejak zaman nabi Muhammad hingga saat ini.[11]
Dari dua sumber yang merumuskan sejarah pendidikan islam dapat disimpulkan bahwa kedua penjelasan memiliki maksud yang sama yaitu Sejarah pendidikan islam adalah salah satu ilmu yang mempelajari tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam dari segi gagasan, kelembagaan, operasional, catatan, dan karya mulai dari zaman nabi muhammad hingga sekarang.

B.     Subtansi dan Metode Kajian Sejarah Pendidikan Islam
1.    Subtansi Sejarah Pendidikan Islam
a.    Obyek
          Obyek kajian sejarah pendidikan islam adalah fakta-fakta pendidikan islam berupa informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam baik formal, informal dan non formal. Dengan demikian akan diproleh apa yang disebut dengan sejarah serba objek hal ini sejalan dengan peranan agama islam sebagai agama dakwah penyeru kebaikan, pencegah kemungkaran, menuju kehidupan yang sejahtera lahir bathin secara material dan spiritual.[12] Sejarah pendidikan sangat erat kaitannya dengan beberapa ilmu antara lain: ilmu sosiologi, ilmu sejarah, dan ilmu kebudayaan islam.[13]

b.    Sejarawan
           Mengenai metode sejarah pendidikan islam, walaupun terdapat hal-hal yang sifatnya khusus, berlaku kaidah-kaidah yang ada dalam penulisan sejarah. Kebiasaan dari penelitian dan penulisan sejarah meliputi suatu perpaduan khusus keterampilan intelektual. Sejarahwan harus menguasai alat-alat analisis untuk menilai kebenaran materi-materi sebenarnya, dan perpaduan untuk mengumpulkan dan menafsirkan materi-materi tersebut kedalam kisah yang penuh makna, sebagai seorang ahli, sejarahwan harus mempunyai sesuatu kerangka berpikir kritis baik dalam mengkaji materi maupun dalam menggunakan sumber-sumbernya.[14]
           Dalam penggalian dan penulisan sejarah pendidikan islam ada beberapa metode yang dapat dipakai antaranya:
1).  Metode Lisan dengan metode ini pelacakan suatu obyek sejarah dengan menggunakan interview.
2). Metode Observasi dalam hal ini obyek sejarah diamati secara langsung.
3). Metode Documenter dimana dengan metode ini berusaha mempelajari  secara cermat dan mendalam segala catatan atau dokumen tertulis.[15]
Mengenai metode sejarah pendidikan islam, walaupun terdapat hal-hal yang sifatnya khusus, berlaku kaidah-kaidah yang ada dalam penulisan sejarah. Kebiasaan dari penelitian dan penulisan sejarah meliputi suatu perpaduan khusus keterampilan intelektual. Sejarahwan harus menguasai alat-alat analisis untuk menilai kebenaran materi-materi sebenarnya, dan perpaduan untuk mengumpulkan dan menafsirkan materi-materi tersebut kedalam kisah yang penuh makna, sebagai seorang ahli, sejarahwan harus mempunyai sesuatu kerangka berpikir kritis baik dalam mengkaji materi maupun dalam menggunakan sumber-sumberny.[16]
Selain itu menurut penulis, seorang sejarawan harusnya adalah orang yang memang ahli di bidangnya, mengambil sumber sejarah dari yang terpercaya, tidak memiliki muatan politik, seimbang dalam penjabaran sejarah dan  (seperti lebih menonjolkan kelebihan tanpa menunjukkan kelemahan secara seimbang karena kelemahan tersebut disembunyikan).

c.    Periode sejarah pendidikan islam
          Sejarah pendidikan islam pada hakikatnya tidak terlepas dari sejarah islam. Oleh karenanya, periodesasi pendidikan islam berada dalam periode-periode sejarah islam itu sendiri Harun Nasution secara garis membagi sejarah islam kedalam tiga periode yaitu periode klasik, pertengahan, dan modern.[17] Kemudian dalam buku Zuhairini dijelaskan bahwa periode-periode tersebut di bagi menjadi lima masa, yaitu:

1. Masa hidupnya Nabi Muhammad SAW (571-632 M)
2. Masa Khalifaur Rasyidin di Madinah ( 632-661 M)
3. Masa kekuasaan Umawiyah di Damsyik (661-750 M)
4. Masa kekuasaan Abbasiyah di Baghdad ( 750-1250)
5.    Masa dari jatuhnya kekuasaan Khalifah di Bagdad tahun 1250 M s/d sekarang.[18]

2.    Metode kajian sejarah pendidikan islam
Untuk memahami sejarah pendidikan islam diperlukan suatu pendekatan atau metode yang bisa ditempuh adalah keterpaduan antara metode deskriptif, metode komparatif dan metode analisis sistensis.
Dengan metode deskriptif, ajaran-ajaran islam yang dibawa oleh Rosulullah saw, yang termaktub dalam Al-Qur’an dijelaskan oleh As-sunnah , khususnya yang langsung berkaitan dengan pendidikan islam dapat dilukiskan dan dijelaskan sebagaimana adanya. Pada saatnya dengan cara ini maka yang terkandung dalam ajaran islam dapat dipahami.[19]
                        Metode komparatif mencoba membandingkan antara tujuan ajaran islam tentang pendidikan dan tuntunan fakta-fakta pendidikan yang hidup dan berkembang pada masa dan tempat tertentu. Dengan metode ini dapat diketahui persamaan dan perbedaan yang ada pada dua hal tersebut sehingga dapat diajukan pemecahan yang mungkin keduanya apabila terjadi kesenjangan.[20]
            Metode analisis sinsesis digunakan untuk memberikan analisis terhadap istilah-istilah atau pengertian-pengertian yang diberikan ajaran islam secara kritis, sehingga menunjukkan kelebihan dan kekhasan pendidikan islam. Pada saatnya dengan metode sintesis dapat diperoleh kesimpulan-kesimpulan yang akurat dan cermat dari pembahasan sejarah pendidikan islam. Metode ini dapat pula didayagunakan untuk kepentingan proses pewarisan dan pengembangan budaya umat manusia yang islami.[21]
           
Untuk memahami sejarah pendidikan islam diperlukan suatu pendekatan atau metode yang bisa ditempuh adalah keterpaduan antara metode deskriptif, metode komparatif dan metode analisis sistensis.[22]
Dengan metode deskriptif, ajaran-ajaran islam yang dibawa oleh Rosulullah saw, yang termaktub dalam Al-Qur’an dijelaskan oleh As-sunnah , khususnya yang langsung berkaitan dengan pendidikan islam dapat dilukiskan dan dijelaskan sebagaimana adanya. Pada saatnya dengan cara ini maka yang terkandung dalam ajaran islam dapat dipahami.[23]
Metode komparatif mencoba membandingkan antara tujuan ajaran islam tentang pendidikan dan tuntunan fakta-fakta pendidikan yang hidup dan berkembang pada masa dan tempat tertentu. Dengan metode ini dapat diketahui persamaan dan perbedaan yang ada pada dua hal tersebut sehingga dapat diajukan pemecahan yang mungkin keduanya apabila terjadi kesenjangan. Metode analisis sinsesis digunakan untuk memberikan analisis terhadap istilah-istilah atau pengertian-pengertian yang diberikan ajaran islam secara kritis, sehingga menunjukkan kelebihan dan kekhasan pendidikan islam. Pada saatnya dengan metode sintesis dapat diperoleh kesimpulan-kesimpulan yang akurat dan cermat dari pembahasan sejarah pendidikan islam. Metode ini dapat pula didayagunakan untuk kepentingan proses pewarisan dan pengembangan budaya umat manusia yang islami.[24]

C.    Urgensi Mempelajari Ilmu Sejarah Pendidikan Islam
                  Mempelajari sejarah pendidikan islam sangat penting, karena dengan pendidikan sebuah ‘sistem’ akan bisa maju atau mundur. Dengan mempelajari sejarah pendidikan islam, dapat mengetahui sebab kemajuan islam, mengetahui bagaimana pendidikan islam di masa kejayaannya. Dan mengetahui pola pendidika islam dikala kemundurun islam di awal abad 15 Masehi.[25] Dengan mempelajari sejarah pendidikan islam, memiliki faedah yaitu mengambil mana sesuat hal yang baik dan membuang mana sesuatu yang buruk.[26] Manfaat Sejarah Pendidikan Islam jadi sejarah pada dasarnya tidak hanya sekedar memberikan romantisme tetapi lebih dari itu merupakan refleksi historis.
                  Adapun kegunaan sejarah pendidikan islam yang bersifat akademis diharapkan dapat :
1. Mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam, sejak zaman lahirnya sampai masa sekarang.
2. Mengambil manfaat dari proses pendidikan islam, guna memecahkan problematika pendidikan islam pada masa kini.
3. Memiliki sikap positif terhadap perubahan-perubahan dan pembaharuan-pembaharuan sistem pendidikan islam.
Selain itu sejarah pendidikan islam akan mempunyai kegunaan dalam rangka pembangunan dan pengembangan pendidikan islam. Dalam hal ini, sejarah pendidikan islam akan memberikan arah kemajuan yang pernah dialami sehingga pembangunan dan pengembangan itu tetap berada dalam kerangka pandangan yang utuh dan mendasar.[27]
                  Dengan mengkaji sejarah akan bisa memperoleh informasi tentang pelaksanaan pendidikan islam dari zaman Rosulullah sampai sekarang mulai dari pertumbuhan, perkembangan, kemajuan, kemunduran, dan kebangkitan kembali tentang pendidikan islam. Dari sejarah dapat diketahui segala sesuatu yang terjadi dalam penyelenggaraan pendidikan islam dengan segala ide, konsep, intitusi, sistem, dan operasionalisnya yang terjadi dari waktu ke waktu, jadi sejarah pada dasarnya tidak hanya sekedar memberikan romantisme tetapi lebih dari itu merupakan refleksi historis. Dengan demikian belajar sejarah pendidikan islam dapat memberikan semangat (back projecting theory) untuk membuka lembaran dan mengukir kejaya dan kemajuan pendidikan islam yang baru dan lebih baik. Dengan demikian sejarah pendidikan islam sebagai study tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan sejarah pendidikan sudah barang tentu sangat bermanfaat terutama dalam rangka memberikan sumbangan bagi pertumbuhan atau perkembangan pendidikan.[28]
Secara umum sejarah memegang peranan penting bagi kehidupan umat manusia. Hal ini karena sejarah menyimpan atau mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan dinamisme dan melahirkan nilai-nilai baru bagi pertumbuhan serta perkembangan kehidupan umat manusia. Sumber utama ajaran Islam (Al-Qur’an) mengandung cukup banyak nilai-nilai kesejarahan yang langsung dan tidak langsung mengandung makna benar, pelajaran yang sangat tinggi dan pimpinan utama khususnya umat islam. Ilmu tarikh (sejarah) dalam islam menduduki arti penting dan berguna dalam kajian dalam islam. Oleh karena itu kegunaan sejarah pendidikan meliputi dua aspek yaitu kegunaan yang bersifat umum dan yang bersifat akademis.[29] Sejarah pendidikan islam memiliki kegunaan tersendiri diantaranya sebagai faktor keteladanan, cermin, pembanding, dan perbaikan keadaan.
Sebagai faktor keteladanan dapat dimaklumi karena al-Qur’an sebagai sumber ajaran islam banyak mengandung nilai kesejarahan sebagai teladan. Sebagai cermin ilmu sejarah berusaha menafsirkan pengalaman masa lampau manusia dalam berbagai kegiatan. Akan tetapi sejalan dengan perkembangan bahwa tidak semua kagiatan manusia berjalan mulus terkadang menemukan rintangan-rintangan tertentu sehingga dalam proses kegiatannya mendapat sesuatu yang tidak diharapkan, maka kita perlu bercermin atau dengan kata lain mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian masa lampau sehingga tarikh itu bagi masa menjadi cermindan dapat diambil manfaatnya khususnya bagi perkembangan pendidikan islam.[30]
Sebagai pembanding, suatu peristiwa yang berlangsung dari masa ke masa tentu memiliki kesamaan dan kekhususan. Dengan demikian hasil proses pembanding antara masa silam, sekarang, dan yang akan datang diharapkan dapat memberi andil bagi perkembangan pendidikan islam karena sesungguhnya tarikh itu menjadi cermin perbandingan bagi masa yang baru. Sebagai perbaikan, setelah berusaha menafsirkan pengalaman masa lampau manusia dalam berbagai kegiatan kita berusaha pula untuk memperbaiki keadaan yang sebelumnya kurang konstruktif menjadi lebih konstruktif.[31]
Adapun kegunaan sejarah pendidikan islam yang bersifat akademis diharapkan dapat :
1.      Mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam, sejak zaman lahirnya sampai masa sekarang.
2.      Mengambil manfaat dari proses pendidikan islam, guna memecahkan problematika pendidikan islam pada masa kini.
3.      Memiliki sikap positif terhadap perubahan-perubahan dan pembaharuan-pembaharuan sistem pendidikan islam.
Selain itu sejarah pendidikan islam akan mempunyai kegunaan dalam rangka pembangunan dan pengembangan pendidikan islam. Dalam hal ini, sejarah pendidikan islam akan memberikan arah kemajuan yang pernah dialami sehingga pembangunan dan pengembangan itu tetap berada dalam kerangka pandangan yang utuh dan mendasar.

BIBLIOGRAFI


Azra, Azyumardi. Esei-esei Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1998.
Departemen Agama. Rekontruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Departemen Agama RI, 2005.
Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: PT Raja Garfindo Persada, 1995.
Mujib, Abdul. Ilmu Pendidikan Islam.. Jakarta: Kencana, 2010.
Mustufa, A. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia.. Bandung: Pustaka Setia, 1999.
Rukiati, Enung  K.  Sejarah Pendidikan Islam di indonesia. Bandung: CV Pustaka Setia, 2006.
UU SISDIKNAS No. 20, 2003.
Y.N, Eva, ‘Enskopledia oxford dunia islam modern’, terjemahan the oxford     encyclopedia of the modern islamc world’. Bandung: Mizan, 2001.
Yunus, Mahmud. Sejarah Pendidikan Islam.. Jakarta: Hidakarya Agung, 1992.
Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan Islam.. Jakarta : Bumi Aksara, 1997.



[1] Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Hidakarya Agung, 1992), 3.
[2]Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: PT Raja Garfindo Persada, 1995,1.

[3]Departemen Agama, Rekontruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Departemen Agama RI, 2005, 1.
[4]Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2010), 11.
[5]Ibid.
[6] (UU Sisdiknas No. 20, 2003)
[7] Azyumardi Azra, Esei-Esei Intelektual Muslim Dan Pendidikan Islam, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1998), vii.
[8]Ibid.
[9]Eva Y.N., ‘Enskiklopedi-oxford dunia islam modern’, terjemahan the oxford encyclopedia of the modern islamc world, (Bandung: Mizan, 2000), 321.
[10]Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1997),  2.
[11]Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: PT Raja Garfindo Persada, 1995), 8-9.
[12]A. Mustafa, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, (Bandung: CV Pustaka Setia, 1999), 14.
[13]Hasbullah, Sejarah Penddikan Islam di Indonesia,( Jakarta: PT Raja Garfindo Persada, 1995), 11-12.
[14]A. Mustafa, Sejarah Pendidikan Islam, 14.

[15]Hasbullah, Sejarah Pendidikan, 10.
[16]A. Mustafa, Sejarah Pendidikan, 14.
[17]Enung K Rukiati, Sejarah Pendidikan, 17.
[18]Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan, 5.
[19]Enung K Rukiati,Sejarah Pendidikan , 14-15.
[20]Ibid,.
[21]Enung K Rukiati,Sejarah Pendidikan , 14-15.
[22]Ibid,.
[23]Ibid,.
[24]Ibid,.
[25]Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan, 3.
[26]Ibid., 4.
[27]Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan , 2.

[28]Departemen Agama, Rekontruksi Sejarah, 18.
[29]A. Mustafa, Sejarah Pendidikan, 16.
[30]Enung K Rukiati, Sejarah Pendidikan, 17.
[31]Ibid,.

2 komentar:

  1. makasih tulisannyaaa mas,,
    pas ada tugas,pas nemu tulisan ini
    mampir blog ane gan
    http://hatyaitrip2012.blogspot.com

    BalasHapus
  2. gak nyangka bpk aktif di blog juga pak.

    BalasHapus