Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Sabtu, 19 Mei 2012

Solusi-solusi untuk Memecahkan Problematika Pemanfaatan Media Pembelajaran Dalam Proses Pembelajaran


Solusi-solusi untuk Memecahkan Problematika Pemanfaatan Media Pembelajaran Dalam Proses Pembelajaran
Oleh: A. Rifqi Amin


1.      Melakukan pelatihan kepada Pendidik dan Meningkatan Manajeman dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran.

a.       Pelatihan Pendidik
Meningkatkan kualitas dan kecakapan guru dalam memenfaatkan media pembelajaran, selain juga membentuk  sistem mental bagi semua guru untuk memanfaatkan media pembelajaran secara profesioanal dan sadar. Yang terpenting menurut penulis adalah membentuk mindset berfikir untuk secara sadar menggunakan media pembelajaran dalam mengajar, setelah itu baru mengadakan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran. Fungsi pelatihan adalah membantu pendidik dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi dan mengembangkan media pembelajaranm. Karena kesadaran untuk memanfaatkan media jauh lebih penting dari pada pelatihan memanfaatkan media tertentu, apa faedanya jika guru mahir memanfaatkan media tetapi tetap malas menggunakannya atau memanfaatkan media hanya untuk menggantikan posisi kehadirannya. Pelatihan  bisa dilakukan dengan membentuk sebuah forum nonformal yang mengundang ahli media pembelajaran.

b.      Manajeman Pengelolaan Media Pembelajaran
Manajemen berasal dari bahasa Inggris, yaitu Management yang artinya kepemimpinan, proses pengaturan, pemimpin dan menjamin kelancaran jalannya pekerjaan dalam mencapai tujuan dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Organisasi apapun, senantiasa membutuhkan manajemen yang baik. Di lembaga sekolah, manajemen yang dilaksanakan harus bersifat sosial dan memperhatikan faktor psikologis, karena yang dihadapi adalah sejumlah individu yang terdiri dari latar belakang berbeda, baik ditinjau dari latar belakang sosial, latar belakang ekonomi, dan latar belakang agama.
Bentuk manajeman pengelolaan media pembelajaran (terutama media modern atau media yang jumlahnya terbatas di sekolah) dapat dilakukan dengan membuat daftar jumlah media pembelajaran yang tersedia di sekolah, membuat jadwal pengguna media pembelajaran, membentuk tim pengelola pemeliharaan media, dan membuat catatan-catatan lain yang relevan untuk manajeman pengelolaan media pembelajaran.

2.      Mengkomunikasikan Rencana Pemanfaatan Media Pembelajaran kepada Peserta Didik.
Ujung tombak dari kesuksesan pembelajaran adalah peserta didik itu sendiri. Maka mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media tertentu kepada peserta didik sangat penting. Karena pada hakikatnya tujuan pemanfaatan media adalah untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran sebagai subjek pembelajaran. Bukan semata hanya untuk memudahkan guru dalam mengajar. Serta terdapat kecenderungan pada siswa untuk menyukai atau tidak menyukai pada media pembelajaran tertentu sangat mungkin terjadi.
Setidak-tidaknya ada dua alasan mengapa dinilai penting mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media pembelajaran kepada peserta didik adalah agar peserta didik dapat mempersiapkan dirinya untuk memanfaatkan media pembelajaran (a) dengan mempelajari materi pelajaran yang akan disajikan melalui media pembelajaran dan mempersiapkan fasilitas yang diperlukan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran melalui media tersebut. Dari sisi guru sendiri, ada tuntutan agar guru lebih mempersiapkan dirinya mengenai materi pelajaran yang akan dibahas serta mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan (dalam kondisi baik) agar tidak menjadi hambatan sewaktu pemanfaatan media pembelajaran dilaksanakan, dan mempersiapkan setting tempat/lokasi yang akan menjadi tempat pemanfaatan media pembelajaran.[1]

3.      Mengkomunikasikan Rencana Pemanfaatan Media Pembelajaran (Khususnya Media Modern) kepada Pengelola Fasilitas Media Pembelajaran Modern Sekolah.
Tidak adanya komunikasi tentang rencana pemanfaatan media kepada pengelola fasilitas media dapat mengakibatkan terganggunya pelaksanaan pemanfaatan media pembelajaran atau lebih fatal lagi adalah tertundanya rencana pelaksanaan pemanfaatan media pembelajaran modern untuk kepentingan pembelajaran. Komunikasi dengan pengelola fasilitas media pembelajaran modern ini akan menuntut aktivitas pengelola untuk memeriksa berbagai fasilitas media pembelajaran modern yang dibutuhkan guru sehingga pada saat pelaksanaan pemanfaatan, semua fasilitas media pembelajaran modern yang dibutuhkan guru dalam keadaan siap dan baik.[2] Apalagi untuk guru yang telah pegawai negeri diwajibkan mengajar selama 18 jam per minggu dan guru yang telah mendapat sertifikasi diwajibkan menajara selama 24 jam per minggunya. Hal inilah yang menyebabkan minimnya waktu guru untuk mempersiapkan dan memastikan media pembelajaran keadaan baik khsusunya media modern, maka perlulah para pengelola khusus untuk menangani permasalah dan kerusakan yang terjadi pada media dan hal ini tidak menutup kemungkinan untuk media-media yang tidak modern.


[1]Sudirman Siahaan, ”Tips bagi Guru dalam Memanfaatkan Media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Pembelajaran”, http://smk1-lubuksikaping.co.cc/index.php?id=41, 15 September 2008, diakses tanggal 12 Agustus 2009, pukul 19.44 WIB
[2]Siahaan, ”Tips bagi Guru”, diakses tanggal 12 Agustus 2009, pukul 19.44 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar