--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "Kami Mengucapkan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda. Bila butuh bantuan atau ada pertanyaan silakan hubungi ke nomor 08563350350 atau kirim email ke: banjirembun@yahoo.co.id subjek: BanjirEmbun Menjawab”---

Minggu, 01 Juli 2012

Motivasi: Menghadapi Hidup


MENGHADAPI HIDUP

Oleh: Tim Banjir Embun

MOTIVASI BANJIR EMBUN—Menghadapi Hidup. Hidup ini adalah kenyataan, hidup adalah realitas. Apa yang sekarang di hadapan kita adalah kenyataan yang harus dihadapi, seperti: masalah, kewajiban, tuntutan, mewujudkan mimpi, dan memperbaiki nasib. Apakah dengan mengabaikan dan tidak bertindak untuk itu semua bisa membuat diri kita akan berubah banyak (secara besar)? Bahkan dengan bersikap diam dalam mengahadapi realitas yang ada dalam hidup kita akan melahirkan masalah-masalah baru. Lalu apakah kita sudah siap menghadapi masalah baru itu? Atau juga akan mengabaikan masalah baru itu lagi? Maka jika mengabaikan lagi akan lahir masalah baru lagi? Lantas apakah kita siap mengahadapi masalah-masalah yang saling tumpang tindih tersebut? Dan seterusnya.

Keniscayaan dalam hidup ini adalah perubahan, setiap benda pasti mengalami perubahan. Perbedaan perubahan antara benda satu dengan yang lain adalah besar atau kecilnya dan cepat atau lambatnya perubahan. Adakalanya kita harus berubah dengan besar dan berubah dengan cepat. Ini adalah sebuah proses pergeseran atau pergantian. Jika kita ingin menjadi menonjol, lebih terlihat, dan menjadi sorotan, maka jadilah orang yang berbeda dalam perubahan itu. Tentu perubahan yang baik. Jika orang lain berubah menjadi ‘warna putih’ maka kita harus menjadi warna hitam, walaupun hanya setitik warna hitam, jika berada di kertas yang sangat putih maka akan sangat mencolok sekali. Wajar jika ada pernyataan dalam sebuah kalimat “suatu saat ukuran tidak menjadi masalah.” 

Untuk merubah apa yang ada pada diri kita dan di sekitar kita tentu dengan merubah perilaku kita, tak mungkin terwujud jika kita ingin merubah sesuatu tapi kita tak berbuat apa-apa untuk merubah hal tersebut. Orang yang tidak mau berubah menjadi lebih baik adalah orang yang tak suka tantangan, orang yang tak suka tantangan adalah orang yang siap menjadi yang terbawah, tersingkir, dan terkalahkan. Bukankah di hidup ini kita harus menghadapi masalah (dilema), dinamika (perkembangan), pilihan-pilihan, dan romantika-romantika kehidupan. Itu semualah yang membuat kita dikatakan benar-benar ‘hidup’.
 Mendefinisikan kegagalan sebagai umpan balik bukan sebagai keahkiran yang harus disesali dan tidak ditindaklanjuti, tapi kita harus menemukan cara baru agar tidak terjadi kegagalan lagi. Karena kegagalan yang lalu adalah kita belum menemukan cara yang benar untuk mencapai sesuatu itu sehingga terjadi kegagalan.

Kemudian bagaimana cara menyikapi keterbatasan dan kelemahan yang kita miliki? Kesungguhan, rajin, tekun, tahan banting, mental baja, kerja keras, dan intropeksi diri. Bagaiman kita akan bisa mencapai sesuatu jika kita tak sadar diri??? Sejauh mana kapasitas dan kompetensi diri kita untuk mencapai sesuatu itu?  Segera tetapkan tujuan dalam hidup! Pertajam (fokuskan) strategi! Segera ambil tindakan nyata! Janganlah memiliki etos kerja seperti yang dimiliki oleh orang sekitar, bertindaklah lebih dari mereka! Abaikan sesuatu dan seseorang yang tidak membuat semangat! Dan selalu perbarui motivasi (energi)!(BE/01/07/12)

Selanjutnya tentukan visi, misi, tujuan jangka pendek serta jangka panjang, dan realisasikan semua itu dalam bentuk aksi!!!!!Setelah baca tulisan ini kita berharap sepuluh tahun kemudian kita bisa memiliki dan mewujudkan perubahan melampaui apa yang kita impikan sebelumnya!!!!!!

0 komentar:

Poskan Komentar