Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Thursday, August 2, 2012

SKRIPSI BAB V: IMPLEMENTASI KELAS AKSELERASI (PERCEPATAN) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMA NEGERI 1 KEDIRI TAHUN AJARAN 2010/2011


IMPLEMENTASI KELAS AKSELERASI (PERCEPATAN) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
DI SMA NEGERI 1 KEDIRI
TAHUN AJARAN 2010/2011

BAB VI
PENUTUP

Oleh :
DWI HARIS MASTUN NISA’
(Mahasiswa S2 Program Pascasarjana STAIN Kediri)
 (foto Dwi Kharis, sumber photo: facebook)

A.        KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan memperhatikan pada rumusan masalah, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
  1. Pada hakekatnya secara keseluruhan kegiatan belajar-mengajar program akselerasi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri 1 Kediri tidak lepas dari seputar kurikulum, metode, dan evaluasi.
a.    kurikulum, untuk program akselerasi kurikulum yang dipergunakan dikembangkan sedemikian rupa (secara diferensiasi), agar bisa selesai dalam waktu 2 tahun untuk tingkat SMA dan diberikan pendalaman-pendalaman materi sesuai dengan kebutuhan siswa.
b.     Metode Pembelajaran, metode yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas akselerasi antara lain: metode ceramah, metode diskusi, metode hafalan,metode demonstrasi, metode tanya-jawab, presentasi, metode bercerita, dan metode resitasi dan penggunaannya disesuaikan dengan materi dan karakteristik siswa untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efektifitas pemampatan kurikulum (2 tahun)
c.    Evaluasi pembelajaran, evaluasi dalam program akselerasi dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan keberhasilan belajar siswa, yaitu melalui ulangan harian , penilaian dari hasil ulangan umum , dan Ujian Akhir Sekolah dengan deadline yang lebih cepat. Seperti ulangan harian, dilakukan tiap bab atau digabung beberapa bab jika waktu tidak memungkinkan, ulangan umum setiap 4 bulan sekali (ulangan semester untuk kelas reguler), dan UAS setelah 2 tahun pembelajaran berlangsung.
b.      Beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas akselerasi SMA Negeri 1 Kediri tahun ajaran 2010/2011 adalah sebagai berikut.
a.    Faktor Pendukung, antara lain:
1)        Komunikasi yang baik dan hubungan emosional yang erat antara guru dan siswa
2)        Ketrampilan guru dalam penggunaan metode pembelajaran
3)        Sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai
4)        Siswa akselerasi yang berkualitas
5)        Kemampuan siswa akselerasi dalam menggunakan teknologi informasi
6)        Adanya program khusus akselerasi , yaitu peningkatan motivasi belajar dan Klinik Mata Pelajaran (KMP) serta rapat guru akselerasi yang membahas tentang perkembangan pembelajaran
b.    Faktor Penghambat, antara lain:
1)   Jumlah siswa akselerasi yang sedikit
2)   Minimnya penguasaan guru dalam menggunakan media pembelajaran yakni teknologi informasi (TI)
3)   Belum tersedianya peralatan khusus untuk praktik manasik haji
4)   Adanya siswa yang memiliki latar belakang keagamaan yang minim

B.         SARAN

Untuk  pendidik dan tenaga kependidikan:
  1. Kepala sekolah dan Ketua Departemen Akselerasi harus terampil mengoordinasi , melaksanakan , supervise, dan revisi program akselerasi.
  2. Mengingat kecerdasan dan keberbakatan yang dimiliki oleh siswa akselerasi berbeda dengan siswa reguler pada umumnya, maka idealnya diperlukan aktivitas akademik yang berbeda pula.
  3. Guru harus terampil  mengelola kelas dengan  kemampuan muridnya yang berbeda, pengelolaan kelas secara individual yang menghargai perbedaan.
  4. Guru dituntut bisa dalam menggunakan berbagai macam metode pembelajaran yang lebih variatif sesuai dengan karakteristik siswa dan materi.
  5. Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan sarana-prasarana dan dalam memilih media pembelajaran yang sesuai dan menunjang.
  6. Sebaiknya para guru tidak terpaku hanya menggunakan buku paket saja. Tapi lebih kreatif dan inofatif dalam berimprofisasi dalam menggunakan literatur dan sumber belajar yang menunjang.



Untuk lembaga:
1.    Terus mempertahankan program akselerasi yang telah ada, mengingat pentingnya layanan khusus yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang memiliki kecerdasan dan keberbakatan yang tinggi
2.    Lebih selektif dalam memilih tenaga pengajar bagi program akselerasi (profesional dan berkompeten serta  terampil sesuai dengan bidangnya).
3.    Menyediakan kelengkapan sarana belajar PAI yang belum ada yakni peralatan praktik manasik haji.
4.    Mempersiapkan pendanaan program khusus akselerasi sehingga outbond bisa berjalan secara lancar.

No comments:

Post a Comment