Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "Kami Mengucapkan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda. Bila butuh bantuan atau ada pertanyaan silakan hubungi ke nomor 08563350350 atau kirim email ke: banjirembun@yahoo.co.id subjek: BanjirEmbun Menjawab”---

Kamis, 13 September 2012

ALIM ULAMA (Tugas dan perannya untuk Modernitas)

ALIM ULAMA
(Tugas dan perannya untuk Modernitas)
(Dalam buku Himpunan Ceramah pada pekan Orientasi Alim Ulama se Jawa & Madura 11 s.d 18 Pebruari 1972. Pandaan Jawa Timur.)
Halaman 19 – 25

Tidak dapat dipungkiri dan dibantah bahwa Alim Ulama adalah pemimpin agama, sumber agama, pendukung dan pembawa warisan Nabi. Dan kewajiban ulama adalah sebagai berikut sebagaimana perintah Nabi yang terjemahnya adalah “Sampaikan apa yang berasalah dariku, meskipun hanya satu ayat”. Mengapa ulama wajib menyampaikan? Karena hanya ulamalah yang tahu tentang ayat-ayat Allah dan mengetahui ilmu-ilmunya secara mendalam.
Maka mata rantai ilmu Islam (ilmu Ibadah dan Muamalah) tidak terputus dan berhenti hanya pada ulama saja tapi didakwahkan kepada masyarakat umum. Dengan demikian lambat laun Ulama mengalami dinamisasi diri, yang mula-mula sebagai sumber agama kemudian menjadi da’i (mubaligh), dan pada kehidupan sekarang ini Ulama juga terjun dalam dunia politik.
Alim ulama selain menjadi guru juga berperan sebagai mufti yaitu sebagai pemberi fatwa dan penasehat baik dalam hal-hal duniawi maupun keakhiratan. Sehingga secara tidak langsung posisi Ulama juga sebagai pemimpin duniwai juga. Oleh karena itu ulama bisa memainkan peran penting dalam mendinamisasikan masyarakat agar sadar dalam berpartisipasi aktif dalam menghadapai modernitas.
Jika antara kehidupan dan ilmu (teknologi dan pemikiran) di luar jangkauan Alim Ulama maju pesat, sedang ilmu dalam jangkauan Alim Ulama berkembang lamban bahkan jalan di tempat maka terjadilah kelambatan kebudayaan dan terciptalahan jurang pemisah antara kehidupan masyarakat. Sehinga tidak bisa dipungkiri akan terjadi pengkotak-kotakan.
Akibat-akibat yang terjadi jika terjadi jarak jauh antara ilmu agama dengan ilmu umum:
1.     Masyarakat semakin jauh dari agama
2.     Agama dipandang tidak memiliki peran dalam memecahkan persoalan-persoalan masyarakat yang berkembang lebih pesat.
3.     Agama dipandang tidak bisa berjalan seiring dengan kemajuan ilmu dan kebutuhan masyarakat.
4.     Agama semakin tercecer dari kemajuan ilum dan peradaban modern.
5.     Agama dituding sebagai tempat statis dan kolot, sehingga orang yang beragama berarti kembali kepada kekolotan
6.     Tidak adanya kebanggaan beragama
7.     Agama dipandang sebagai penghalang modernitas
8.     Dan stereotyp (pandangan-pandangan negatif) lainnya tentang agama jika tidak segera diadakan integrasi ilmu.

Perlu dicatat bahwa alim ulama bukan memodernisasikan agama Islam, tapi memodernisasikan kebudayaan dan karakter masyarakat. Dengan kata lain memodernisasikan unsur manusiawinya, mempunyai pandangan dan sikap modern. Karena agama adalah kebenaran yang hakiki, mutlak, dan universal berlaku sepanjang waktu dan segala tempat.
Ulama mempunyai kedudukan penting dan terhormat. Tidak pernah dijumpai berita adanya Alim ulama dipensiunkan atau mendapat status pensiunan Ulama. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena Ulama bukanlah sebuah jabatan formal yang dapat dipensiunkan dan menerima pensiunan. Atau bahkan bukan sebuah jabatan yang mendapatkan Surat Keputusan atau SK. Jabatan Ulama bukan didapat karena pengangkatan dari atasan. Atau bisa dikatakan para ulama mendapat pengakuan dari khalayak bukan karena adanya keputusan legal formal dari pihak ke tiga (atasan). Melainkan mereka mendapatkan gelar dan pengakuan sebagai ulama berdasarkan kualitas pribadinya yang terpancar dari dalam dirinya.
Alim Ulama mendapat kepercayaan dan merupakan imam bagi masyarakat.  Tempat bagi masyarakat untuk melihat contoh kemuliaan yang antara amal/perbuatan ibadah dan amal muamalah (bermasyarakat) terjadi harmonitas. Bisa dikatakan terjadi harmonitas antara dunia dan akhirat.
Peran Alim Ulama dalam dunia modern sekarang ini adalah sebagai berikut:
1.     Menjaga agar modernitas tidak memberat sebelah kepada perkembangan, pembaruan, dan pembangunan material saja. Tapi  terdapat harmonitas dan keselarasan antara modernitas materiil dengan non material termasuk agama sebagai tonggak karkater bangsa.
2.     Jika terjadi perkembangan modernitas materiil lebih cepat dari pada ‘pembaruan’ non materiil termasuk di dalamnya adalah agama, karakter bangsa, hukum, dan lain-lain. Maka para Alim Ulama dengan lembaga Pendidikan pesantren dan kharismatiknya harus berperan lebih besar dalam menghadapi mondernitas. Salah satunya dengan memasukkan kurikulum, sikap, dan pemikiran yang lebih modern di Pondok pesantrennya serta dalam setiap ceramah yang diperuntukkan bagi publik.
3.     Alim Ulama tidak hanya mengarahkan dan mengerahkan partisipasi masyarakat dalam bidang moralitas dan spiritualitas saja namun juga memberikan pencerahan bagi masyarakat tentang pentingnya modernitas bagi umat. Karena sesungguhnya konsep pokok agama islam adalah modernitas, artinya adalah bagi setiap umatnya harus berfikir dan bertindak lebih modern dari zaman yang sedang ia jalaninya tersebut.
4.     Alim Ulama sebagai contoh bagi umatnya harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, terutama dalam bidang Amal Muamalah (kemasyarakatan) seperti berpolitik, berekonomi, bersosial, dan dalam dunia pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar