--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Selasa, 25 September 2012

Contoh Outline Tesis


RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN MODERN

Oleh: DWI HARIS MASTUN Nisa'
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sejarah menunjukkan bahwa perkembangan kegiatan kependidikan Islam telah membawa Islam sebagai jembatan pengembangan keilmuan dari keilmuan klasik ke keilmuan modern. Akan tetapi generasi umat Islam seterusnya tidak mewarisi semangat ilmiah yang dimiliki para pendahulunya. Akibatnya prestasi yang telah diraih berpindah tangan ke Barat, karena ternyata mereka mau mempelajari dan meniru tradisi keilmuan yang dimiliki oleh umat Islam masa klasik dan mampu mengembangkannya lebih lanjut.
Dalam kaitan itulah penelusuran kembali terhadap konsep atau pemikiran kependidikan yang berkembang di kalangan umat Islam sejak masa klasik sampai dengan masa kontemporer atau modern menjadi sesuatu yang sangat penting dan bermanfaat.
Penelitian terhadap para pakar pendidikan telah banyak dilakukan oleh peneliti-peneliti di dalam maupun di luar negeri. Akan tetapi, belum banyak dilakukan penelitian terhadap konsep pendidikan Ibn Qayyim, seorang pembaharu yang hidup di abad pertengahan. Konsep kependidikannya dituangkan dalam buku-bukunya, tetapi  dunia pendidikan belum mengenalnya sebagai tokoh pendidikan. Ia lebih dikenal sebagai tokoh pembaharu dalam bidang aqidah dan fiqih, diakui sebagai ahli tafsir, ahli usul fiqih, dan ahli bahasa. Untuk itu, sangat penting dilakukan penelitian terhadap konsep pendidikan Ibn Qayyim agar diketahui umat Islam pada umumnya dan dunia pendidikan pada khususnya sehingga menambah khazanah keilmuan dalam bidang pendidikan.
Sebagai pelengkap analisis, peneliti akan mengkaji terlebih dahulu konsep beberapa pakar pendidikan sebelumnya seperti Al-Qabisi (324-403H/936-1012 M ) seorang ahli hadis dan fiqih, Ibn Sina (370-428 H / 980-1037M) seorang ahli filsafat Islam, Al-Ghazali (450-505 H/1058-1111 M) seorang ahli tasawwuf. Untuk mengetahui relevansi pemikiran pendidikannya dengan pendidikan modern, perlu mengkaji konsep-konsep pendidikan para pakar pendidikan modern.
Dalam hal ini, peneliti menelusuri kembali pemikiran-pemikiran kependidikan yang berkembang di kalangan umat Islam sejak zaman klasik hingga zaman modern. Dengan demikian, penelitian ini meliputi tiga konsep, konsep pendidikan menurut para pakar sebelum Ibn Qayyim atau periode klasik (650-1250 M), konsep pendidikan Ibn Qayyim yang hidup di periode pertengahan (1250-1800 M) dan konsep pendidikan modern (1800 M sekarang).
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang dikemukakan di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana konsep pendidikan Islam menurut para pakar pendidikan sebelum Ibn Qayyim?
2. Bagaimana konsep pendidikan Islam menurut Ibn Qayyim?
3. Bagaimana relevansinya dengan konsep pendidikan modern?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
D. Studi Pustaka
E. Kerangka Teoritik
1. Pengertian Pendidikan dalam Islam
2. Hubungan Antara Islam dan Pendidikan
3. Pengertian Pendidikan Islam.
F. Metode Penelitian
G. Sistematika Pembahasan

BAB II KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT PARA PAKAR PENDIDIKAN SEBELUM IBN QAYYIM
A. Faktor-faktor Pendidikan
1. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam
2. Alat Pendidikan
3. Lingkungan Pendidikan
4. Pendidik
5. Peserta Didik
B. Konsep Para Pakar Pendidikan Islam Sebelum Ibn Qayyim
1. Al-Qabisi
2. Ibn Sina
3. Al-Ghazali

BAB III KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT IBN QAYYIM
A. Biografi Ibn Qayyim
B. Konsep Pendidikan Ibn Qayyim
1. Pendidikan menurut Ibn Qayyim
2. Faktor-faktor Pendidikan
a. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam
b. Alat Pendidikan
c. Lingkungan Pendidikan
d. Pendidik
e. Peserta Didik
BAB IV RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN IBN QAYYIM DENGAN PENDIDIKAN MODERN
A. Studi Komparatif Konsep Pendidikan Islam Ibn Qayyim dengan para Tokoh Pendidikan yang Hidup Sebelumnya
B. Analisis Konsep Pendidikan Islam Ibn Qayyim dari Sudut  Pandang Pendidikan Modern dan Relevansinya
BAB V PENUTUP

0 komentar:

Poskan Komentar