Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim. Ongkos kirim diperkirakan Rp. 18.000 - Rp. 35.000 tergantung lokasi pengiriman) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Serta buku ini hanya dijual di toko buku daerah YOGYAKARTA saja.Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Saturday, September 1, 2012

Memori Gerakan Pramuka Sebelum Tahun 1972


Memori Gerakan Pramuka Sebelum Tahun 1972
( Dari Anggaran Dasar, Pembentukan SAKA TARUNA BUMI, sampai Metode Pendidikan Kepramukaan)

Oleh: Let. Jen. TNI-AD H. Soedirman
(Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Ketua Komisi Pengembangan Tahun 1972)

(diambil dari buku Himpunan Ceramah pada pekan Orientasi Alim Ulama se Jawa & Madura 11 s.d 18 Pebruari 1972. Pandaan Jawa Timur.)
   A.      Dasar dan Tujuan Gerakan Pramuka
Dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ditetapkan bahwa dasar Gerakan Pramuka adalah Pancasila. Dan di dalam Anggaran Dasar itu ditetapkan pula bahwa Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda-pemuda Indonesia dengan prinsip-prinsip dasar metode pendidikan kepanduan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. Agar supaya bisa menjadi manusia Indonesia yang baik, warga negara indonesia yang baik, dan anggota masyarakat Indonesia yang baik.
Ketentuan dalam AD (Anggaran Dasar) Gerakan Pramuka  yang berisi tentang “Pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia” itu kemudian membawa banyak perubahan-perubahan.
Prinsip-prinsip dasar metode pendidikan kepanduan sebagaimana dirumuskan oleh Baden Powell tetap menjadi patokan dan menjadi pegangan. Akan tetapi cara pelaksanaannya dan tujuan pelaksanannya itu dirubah, yaitu diserasikan dengan keadaan dan kebutuhan nasional di Indonesia. Bahkan juga diserasikan dengan keadaan dan kebutuhan daerah-daerah lokal di masing-masing desa di Indonesia.

   B.      Kemajuan Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ternyata jauh lebih kuat organisasinya, dan memperoleh tanggapan dari masyarakat luas. Sehingga dalam waktu singkat telah berkembang dari kota-kota sampai di pedesaan-pedesaan. Dan jumlah anggotanya meningkat pesat, dari kira-kira 0,5 Juta Pramuka pada waktu pembentukannya pada tahun 1961 sudah ada perkiraan mencapi lebih dari 10 Juta darih tahun 1966. Salah satu faktor terjadinya kemajuaan yang pesat disebabkan adanya sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan oleh Gerakan Pramuka pada tiap tingkat, dari tingkat Nasional hingga pada tingkat Gugus Depan.
Diperkirakan bahwa 80% penduduk Indonesia tinggal di desa dan diperkirakan 75% adalah keluarga petani maka Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada tahun pertama (tahun 1961) sudah menganjurkan supaya para Pramuka menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di bidang pembangunan pertanian dan di bidang pembangunan masyarakat desa. Program ini telah berjalan terutama di Jawa Tengah dan di Yogyakarta, kemudian juga di Jawat Timur dan Jawa Barat sehingga menarik perhatian para pemimpin masyarakat Indonesia. Maka pada tahun 1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan suatu intruksi bersama yaitu tentang pembentukan Satuan-satuan Karya Pramuka Taruna Bumi (SAKA TARUNA BUMI).
Satuan-satuan Karya (SAKA) Pramuka Taruna Bumi adalah regu-regu yang dibentuk dan diselenggarakan untuk memungkinkan kegiatan-kegiatan nyata di bidang pendidikan cinta pembangunan pertanian dan pembangunan masyarakat desa. Di samping ada satuan satuan karya pramuka lain seperti SAKA DIRGANTARA, SAKA BAHARI, dan SAKA BHAYANGKARA.
Program dan kegiatan SAKA Tarunabumi ternyata membawa pembaharuan, bahkan membawa semangat untuk mengusahakan penemuan-penemuan baru oleh pemuda-pemuda desa yang selanjutnya akan mempengaruhi seluruh masyarakat desa.
Perluasan gerakan pramuka sampai ke desa-desa, adanya perkemahan-perkemahan Wirakarya, dan kegiatan-kegiatan lain di bidang pembangunan pertanian dan pembanguan masyarakat desa. Serta adanya satuan-satuan karya pramuka Taruna bumi telah mengalami kemajuan pesat sehingga mendapat perhatian dari organisasi-organisasi Internasional seperti FAO, UNICEF, UNESCO, ILO, Boy Scouts Conference (Konferensi Gerekan Kepanduan Seduni) dan lain-lain.
    C.      Metode Pendidikan Kepramukaan.
Gerakan pramuka sebagai pusat pendidikan bagi pemuda, yaitu pendidikan yang menyokong pendidikan Sekolah dan pendidikan di keluarga. Dalam Gerakan Pramuka usahan pendidikan dilakukan sebanyak mungkin dengan praktik yaitu menggunakan sistem among dan atas prinsip-prinsip dasar metode pendidikan paramuka. Selain itu sebanyak mungkin pendidikan pemuda diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dan diusahakan supaya di dalam tiap kegiatan pemuda-pemuda tersebut diselipkan pendidikan Learning by doing.
Dengan sistem among pimpinan (sistem kepemimpinan) kegiatan-kegiatan itu sebanyak mungkin diserahkan kepada anak-anak sendiri (pemimpin regu, wakil pemimpin regu). Dan orang-orang dewas a (pembina pramuka) sebanyak mungkin tinggal berdiri dibalik layar, akan tetapi siap turun di lapangan memberi bantuan jika diperlukan.
Selain juga pemikiran, perencanaan, dan persiapan dari kegiatan-kegiatan sebanyak mungkin diserahkan kepada pemuda-pemuda (rapat-rapat pemimpin regu). Pembina Pramuka sebanyak mungkin membatasi diri, berfungsi hanya sebagai penasehat. Dan sengaja diusahakan suapaya acara kegiatan diatur demikian rupa sehingga pemuda-pemuda dapat memecahkan sendiri masalah-masalah yang dipasang dalam acara kegiatan itu (problem solving method).
Kepada para pramuka usia 16 tahun ke atas (Pramuka-pramuka Penegak dan Pramuka-pramuka Pandega) dianjurkan supaya menjadi instruktur bagi para Pramuka yang lebih muda (Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang). Dengan demikian, maka pramuka Penegak dan Pandega harus mempelajari dan melatih diri secara intesif untuk cukup menguasi kecakapan-kecakapan tertentu sehingga mereka dapat menjadi isntruktur dalam kecakapan-kecakapan di bidang khusus (tertentu). Inilah yang disebut sebagai Learning by teaching.
Selain itu dalam Gerakan Pramuka juga ada sistem tanda kecakapan. Hal ini agar bisa mendorong para pemuda untuk berusaha mempejari dan melatih diri dalam berbagai kecakapan yang sesuai dengan kemampuannya. Sistem ini juga mengandung dorongan bagi pemuda-pemuda untuk berinisitif agar bisa mendapatkan tanda tersebut. (Banjir Embun)

No comments:

Post a Comment