Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Tuesday, September 4, 2012

Taufiq Ismail dan W. S. Rendra Sebagai Pujangga Angkatan 66


 Terima kasih, blog Banjir Embun telah dipercaya untuk digunakan sebagai referensi karya tulis oleh beberapa akademisi dan calon ilmuwan muda. Berikut puluhan BUKTI blog Banjir Embun mendapat kepercayaan masyarakat ilmiah (ilmuwan):

Buku A. Rifqi Amin (pendiri Banjir Embun) berjudul: 





Taufiq Ismail dan W. S. Rendra Sebagai Pujangga Angkatan 66

(Diambil dari buku karya Zaini BA “Kesusastraan Indonesia Jilid III untuk Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Tahun 1972)

Secara politis angkatan 66 adalah suatu angkatan yang lahir karena pergolakan politik dalam masyarakat. Selain karena adanya peristiwa politik, kesusastraan ini mempunyai ukuran nilai, yaitu nilai kesusastraan. Ia anti tirani, menegakkan keadilan dan kebenaran. Kesenian senantiasa anti kedhaliman, ingin kebajikan. Keadilan dari kebenaran itu dituangkan dalam hasil senin dan sastra. 
Ciri khas dari karya Sastra angkatan 66 adalah protes sosial dan adanya protes politik. Protes sosial yang pada permulaanya dihubungkan dengan warisan kolonial, tetapi kemudian tambah memburuk, tidak bisa disalahkan pada siapa-siapa lagi keculai pada politik pemerintahan yang tidak dapat mengatur pemerintahan, ekonomi, dan keuangan.

   1.      Taufiq Ismail
Nama lengkapnya adalah Tufiq Ismail Adul Gafar Ismail lahir di Bukittinggi pada 25 Juni 1937. Riwayat pendidikannya tamat SMA bagian B negeri, Pekalongan, kemudian meneruskan studi ke Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan di Bogor dan tamat pada Tahun 1963. Kemudian kerja pada Fakultas sebagai asisten pada bagian ilmu ternak. Pernah aktif dalam lapangan organisasi kemahasiswaan dan dilapangan perternakan Bogor. Menulis sajak, cerpen, esei dalam majalah.
Karya-karya Taufiq Ismail adalah Manifestas (puisi), Alma Mater, Seorang gembala bernama Abu Hidayat, Jam Kota, Seorang tukang rambutan pada Isterinya, Kita Adalah Pemilik Sah dari Republik Ini, dari Ibu Seorang Demonstran, Kamis Pagi, Yang kami minta Hanyalah, Refleksi Seorang Pejuang Tua.
  2.      W. S. Rendra
Nama lengkapnya adalah Wilibrordus Surendra Rendra Lahir di Solo tanggal 7 Noember 1935. Beragama Roma Katolik. Riwayat pendidikan tamat Fakultas Sastar Universitas Gajah Mada sampai mendapat gelar B.A. Dia sejak tahun 1954 menulis sajak, Cerpen, drama kritik dalam berbagai majalah. Dia sangat menggemari deklamasi, main drama, dan menjadi sutradar. Pernah selama dua bulan keliling Amerika dan kemudian mendapat beasiswa belajar drama pada American Academy of Dramatical Arts (AADA) pada tahun 1967 kembali ke Indonesia.
Karya-karyanya W.S. Rendra antara lain Orang-orang di Tikungan Jalan (1955), Ballanda Orang-orang tercinta (1957), Kumpulan Sanjak (1961), Ia Sudah Bertualang (1961).

No comments:

Post a Comment