Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim. Ongkos kirim diperkirakan Rp. 18.000 - Rp. 35.000 tergantung lokasi pengiriman) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Serta buku ini hanya dijual di toko buku daerah YOGYAKARTA saja.Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Sunday, October 14, 2012

Fungsi Motivasi dalam belajar


Fungsi Motivasi dalam belajar
foto Mulaimul Huda. Sumber foto: Facebook
Oleh: Mualimul Huda
(Mahasiswa Program Pascasarjana S2 STAIN Kediri dan Guru MTs. AL Muttaqin Kec. Plemahan Kab. Kediri)


Motivasi sangat berperan dalam belajar, dengan motif inilah siswa menjadi tekun dalam belajar, sehingga belajarnya akan optimal. Semakin tepat motivasi yang diberikan, maka akan semakin berhasil belajar tersebut. Jadi motif senantiasa menentuan intensitas usaha belajar bagi para siswa.
Adapun fungsi motivasi menurut Djamarah ada tiga, yaitu:
a.    Motivasi sebagai  pendorong timbulnya perbuatan
Awal mulanya anak didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang dicari, maka muncullah motivasi untuk belajar. tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan seperti belajar. Jadi, motivasi yang berfungsi sebagai pendorong ini mempengaruhi sikap apa yang seharusnya anak didik ambil dalam rangka belajar.
b.    Motivasi sebagai pengarah perbuatan
Artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan. Sehingga anak didik yang mempunyai motivasi mampu menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan uyang tidak dilakukan.
c.    Motivasi sebagai penggerak perbuatan
Yakni berfungsi sebagai mesin mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap anak didik ini merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian menjelma dalam bentuk gerakan psikofisik. Sehingga anak didik melakukan aktivitas belajar dengan segenap jiwa dan raganya.[1]


[1]Syaiful Bahri Djamarah, Perstasi Belajar Dan Kompetensi Guru (Surabaya: Usaha National, 1994), 123.

No comments:

Post a Comment