--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Minggu, 14 Oktober 2012

Pengertian Motivasi Belajar


Pengertian Motivasi Belajar

foto Mulaimul Huda. Sumber foto: Facebook
Oleh: Mualimul Huda
(Mahasiswa Program Pascasarjana S2 STAIN Kediri dan Guru MTs. AL Muttaqin Kec. Plemahan Kab. Kediri)

Dalam dunia pendidikan antara motivasi dan belajar merupakan dua istilah yang tidak bisa dipisahkan, bahkan selalu bertalian, sehingga karena eratnya seakan-akan tidak ada aktivitas belajar jika tanpa motivasi, sebab motivasi merupakan dorongan dasar yang bisa menimbulkan aktivitas belajar.
Motivasi merupakan dorongan yang ada dalam hati dan jiwa manusia yang mempunyai sifat abstrak akan tetapi ekstensinya dapat diketahui melalui gejala-gejala yang tampak berupa perbuatan atau membimbing manusia untuk bergerak, berkembang, memajukan dan mengembangkan potensi atau fitrah yang dimilikinya.
Adapun beberapa pendapat tentang definisi motivasi belajar, antara lain sebagai berikut:
a.    Menurut Amir Daien Indrakusuma, “motivasi belajar adalah kekuatan-kekuatan atau tenaga-tenaga yang dapat memberikan dorongan kepada kegiatan belajar murid”.[1]
b.    Tadjab dalam bukunya Ilmu Jiwa Pendidikan mengemukakan, “motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar demi mencapa suatu tujuan”.[2]
c.    Menurut Ki RBS Fudyartanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan, “motivasi belajar maksudnya adalah mendorong atau memberi semangat kepada individu yang melakukan kegiatan belajar, agar lebih giat belajar dan prestasinya meningkat lebih baik”.[3]
d.   Hamzah B. Uno dalam bukunya Teori Motivasi & Pengukurannya juga mengemukakan, “hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku”.[4]
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah segala penggerak atau dorongan psikis siswa untuk menimbulkan kegiatan belajar untuk mencapai suatu tujuan.
Pentingnya motivasi berhubungan erat dengan bangkitnya minat siswa dalam belajar dan perluasannya menimbulkan motivasi sebagai dasar utama dari perbuatan pelajar. Guru harus selalu memberi semangat untuk menemukan stimulus yang akan menimbulkan perasaan-perasaan senang atau memuaskan supaya minat belajar bertahan lama yang cukup baginya untuk menguasai bahan-bahan pelajaran.
Sebagaimana yang diungkapkan Chalidjah Hasan, “motivasi sebagai gejala psikologi menjadi amat penting dalam pengembangan dan pembinaan potensi individu karena potensi motivasi menjadi satu kekuatan seseorang untuk melakukan sesuai dengan yang diinginkan serta tingkat kekuatannya untuk mencapai keinginan tersebut”.[5]


[1] Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pengetahuan (Surabaya: Usaha Nasional, 1973), 162.
[2] Tadjab, Ilmu Jiwa Pendidikan (Surabaya: Karya Abditama, 1994), 102.
[3] Ki RBS Fudyartanto, Psikologi Pendidikan, 258
[4] Hamzah B. Uno dalam bukunya Teori Motivasi & Pengukurannya (Analisis Dibidang Pendidikan) (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 31.
[5] Hasan,  Dimensi-dimensi Psikologi Pendidikan, 42.

0 komentar:

Poskan Komentar