--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "Kami Mengucapkan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda. Bila butuh bantuan atau ada pertanyaan silakan hubungi ke nomor 08563350350 atau kirim email ke: banjirembun@yahoo.co.id subjek: BanjirEmbun Menjawab”---

Minggu, 14 Oktober 2012

Pengertian Motivasi


Pengertian Motivasi 


foto Mulaimul Huda. Sumber foto: Facebook
Oleh: Mualimul Huda
(Mahasiswa Program Pascasarjana S2 STAIN Kediri dan Guru MTs. AL Muttaqin Kec. Plemahan Kab. Kediri)



Sebelum mengacu pada pengertian motivasi, terlebih dahulu kita menelaah pengidentifikasian kata motif dan motivasi. Pada dasarnya motif merupakan pengertian yang melingkupi penggerak. Alasan-alasan atau dorongan-dorongan dalam diri manusialah yang menyebabkan manusia berbuat sesuatu. Semua tingkah laku pada hakikatnya mempunyai motif.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Alek Sobur motif merupakan dorongan, hasrat, keinginan dan tenaga penggerak lainnya yang berasal dari dalam dirinya, untuk melakukan sesuatu. Motif itu memberi tujuan dan arah kepada tingkah laku kita. Juga berbagai kegiatan yang biasanya kita lakukan sehari-hari mempunyai motif tersendiri.[1]
Secara etimologis, motif atau dalam bahasa Inggrisnya movie, berasal dari kata motion, yang berarti “gerakan” atau “sesuatu yang bergerak”. Jadi istilah “motif” erat kaitannya dengan “gerak”, yakni gerakan yang dilakukan oleh manusia atau disebut juga perbuatan atau tingkah laku. Motif dalam psikologi berarti rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga bagi terjadinya suatu tingkah laku.[2]
Ada beberapa pendapat pengertian motif. Menurut Wingkel dalam bukunya Psikologi pengajaran, “motif adalah daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu, demi mencapai tujuan tertentu”.[3] Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sardiman bahwa kata “motif”, diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dan motif dapat dikatakan sebagai penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.[4]
Menurut Ngalim Purwanto bahwa yang dimaksud “motif adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu”.[5] Atau seperti yang dikatakan oleh Sartain dalam bukunya Understanding of Humman Behavior yang kemudian juga dikutip oleh Purwanto bahwa motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku/perbuatan kesuatu tujuan atau parangsang.[6]
Meskipun para ahli memberikan pengertian tentang motif dengan “bahasa” dan titik tekan yang berbeda-beda, sesuai dengan bidang ilmu yang ia pelajari, pada dasarnya juga ada kesamaan pendapat yang dapat ditarik mengenai motif ini, yakni bahwa motif adalah kondisi seseorang yang mendorong untuk mencari suatu kepuasan atau mencari tujuan. Jadi motif adalah suatu alasan atau dorongan yang menyebabkan seseorang berbuat sesuatu, melalui tindakan atau bersikap tertentu.
Berawal dari kata “motif” diatas, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif dapat menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/mendesak. Sehigga semakin mendesaknya suatu tujuan, maka akan semakin kuat pula motivasi seseorang, dan sebaliknya.
Berkaitan dengan pengertian motivasi, ada beberapa para ahli yang mendefinisikan tentang motivasi adalah sebagai berikut:
a.         Menurut Ngalim Purwanto “motivasi adalah “pendorongan”, yakni usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasi atau tujuan tertentu”.[7]
b.         Abraham Maslow berpendapat, “Motivasi is contant, never ending, fluctuanting and complex, and that it is an almost universal characteristic af particulary every organisme state of affairs”.[8]  Definisi dari Abraham Maslow ini diartikan oleh Fudyartanto, yakni “motivasi adalah konstant (tetap), tidak pernah berakhir, berfluktuasi dan kompleks, dan hal itu merupakan karakteristik universal pada tiap kegiatan organisme. Dari penerjemahan tersebut, fudyartanto sendiri menyimpulkan bahwa motivasi adalah usaha untuk membangkitkan kegiatan dalam mencapai suatu tujuan.[9]
c.         Menurut James O. Whittaker yang diartikan oleh Wasty Soemanto, bahwa ‘‘motivasi adalah kondisi-kondisi atau keadaan yang mengaktifkan atau memberi dorongan kepada makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut’’.[10] Apa yang dikemukakan oleh Whittaker mengenai motivasi ini berlaku umum, baik pada manusia maupun hewan.
d.        John W. Santrock mengatakan, “motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama”.[11]
e.         Menurut McDonald yang dikutip oleh Oemar Hamalik, “Motivasi is a energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reactions”. Motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan.[12] Perumusan ini mengandung tiga unsur yang saling berkaitan sebagai berikut:
1.        Bahwa motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam diri individu. Perubahan-perubahan dalam motivasi timbul dari perubahan-perubahan tertentu di dalam sistem neurofisiologis yang ada pada organisme manusia. Karena hal ini menyangkut perubahan energi manusia (walaupun motivasi itu muncul dari dalam manusia), penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia. Misalnya adanya perubahan  dalam sistem pencernaan akan menimbulkan motif lapar.
2.        Motivasi ditandai dengan munculnya perasaan/feeling, afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan kejiwaan afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Misalnya Amir terlibat dalam suatu diskusi, karena dia merasa tertarik pada masalah yang akan dibicarakan, dia akan berbicara dengan kata-kata dan suara yang lancar dan tepat.
3.        Motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi, yakni tujuan. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, namun kemunculannya karena terangsang/terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalah tujuan. Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan. Misalnya Dewi ingin mendapat hadiah, maka ia akan belajar, mengikuti ceramah, bertanya, membaca buku, mengikuti tes dan sebagainya.[13]
Dengan ketiga elemen di atas, maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai sesuatu yang kompleks. Motivasi akan menyebabkan terjadinya perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan tergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi yang kemudian bertindak atau melakukan sesuatu. Semua ini didorong karena adanya tujuan.
 Menurut kebanyakan definisi motivasi menurut beberapa pendapat di atas mengandung tiga komponen pokok, yaitu menggerakkan, mengarahkan dan menopang tingkah laku manusia:
a)         Menggerakkan berarti menimbulkan kekuatan pada individu, memimpin seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu. Misalnya kekuatan dalam hal ingatan, respon-respon efektif dan kecenderungan mendapat kesenangan.
b)        Motivasi juga mengarahkan atau menyalurkan tingkah laku. Dengan demikian ia menyediakan suatu orientasi tujuan. Tingkah laku diarahkan terhadap sesuatu.
c)         Untuk menjaga dan menopang tingkah laku, lingkungan sekitar harus menguatkan (reinforce) intensitas dan arah dorongan-dorongan dan ketakutan-ketakutan individu.
Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa motivasi adalah suatu kekuatan yang mendorong manusia untuk melakukan sesuatu, menentukan arah perbuatan manusia. Motivasi merupakan berbagai macam kondisi dalam (mental) maupun kondisi luar (fisik) individu yang berpengaruh dalam menetapkan kekuatan atau intensitas perbuatan untuk mencapai tujuan. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan yang ada pada diri manusia dan merupakan serangkaian kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu.
Jadi perbedaan antara motif dan motivasi yakni, motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan.


[1] Alex Sobur, Psikologi Umum (Bandung: Pustaka Setia, 2003), 267.
[2] Ibid., 268.
[3] W.S Wingkel, Psikologi Pengajaran (Jakarta: Grafindo, 1996), 151.
[4] Sardiman A.M, Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003), 73.
[5] Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998), 60.
[6] Ibid.
[7] Purwanto, Psikologi Pendidikan ,71.
[8] Ki RBS Fudyartanto, Psikologi Pendidikan  (Yogyakarta: Global Pustaka Utama,  2002), 71.
[9] Ibid.
[10] Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan  (Jakarta: Rineka Cipta, 1998),  205.
[11] John W. Santrock, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2007), 510.
[12] Oemar Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar (Bandung: Sinar Baru, 1992), 173.
[13] Sardiman, Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, 74.

0 komentar:

Poskan Komentar