--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "Kami Mengucapkan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda. Bila butuh bantuan atau ada pertanyaan silakan hubungi ke nomor 08563350350 atau kirim email ke: banjirembun@yahoo.co.id subjek: BanjirEmbun Menjawab”---

Minggu, 14 Oktober 2012

Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa



foto Mulaimul Huda. Sumber foto: Facebook
Oleh: Mualimul Huda
(Mahasiswa Program Pascasarjana S2 STAIN Kediri dan Guru MTs. AL Muttaqin Kec. Plemahan Kab. Kediri)

Belajar adalah suatu hal yang diwajibkan untuk semua siswa di sekolah. Namun dalam pelaksanaannya selalu ada hambatan-hambatan yang membuat siswa malas untuk belajar. Menurut Dimiyati dan Mmujiono terdapat beberapa unsure yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, antara lain:
1.    Cita-cita atau Aspirasi Siswa
Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil seperti keinginan berjalan, makan-makanan yang lezat, berebut mainan, dapat membaca, dapat menyanyi, dan lain-lain. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemauan bergiat bahkan dikemudian hari menimbulkan cita-cita dalam kehidupan.
Dari segi pembelajaran, penguatan dengan hadiah atau juga hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan, dan kemudian kemauan menjadi cita-cita.[1]
2.    Kemampuan Siswa
Keinginan siswa perlu dibarnegi dengan kemampuan atau kecakapan untuk mencapainya. Kemampuan ini meliputi beberapa aspek yang terdapat dalam diri siswa, misalnya pengamatan, perhatian, dan daya piker fantasi, dengan kemampuan yang dimilikinya akan memperkuat motivasi siswa untuk melakukan tugas-tugas perkembangan.
3.    Kondisi Siswa
Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. Siswa yang sedang sakit, lapar, atau marah-marah akan menganggu perhatian belajar. Sebaliknya siswa yang sehat, kenyang dan gembira akan mudah memusatkan perhatian.
4.    Kondisi Lingkungan Siswa
Lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam lingkungan tempat tinggal  (keluarga). Pergaulan sebaya dan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai anggota masyarakat maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Bencana alam, tempat tinggal yang akan mengganggu kesungguhan belajar, sebaliknya lingkungan sekolah yang indah, pergaulan siswa yang rukun akan memperkuat motivasi belajar.[2]
5.    Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar dan Pembelajaran
Siswa memiliki perasaan, perhatian, keamanan, ingatan dan pikiran yang mengalami perubahan dank arena pengalaman hidup. Pengalaman dengan teman sebayanya berpengaruh pada motivasi dan perilaku belajar. Lingkungan siswa yang berupa lingkungan alam. Lingkungan tempat tinggal, dan pergaulan juga mengalami perubahan. Lingkungan budaya siswa yang ebrupa surat kabar, majalah, radio, televise dan film semakin menjangkau siswa. Kesemua lingkungan tersebut medinamiskan motivasi belajar siswa.
6.    Upaya Guru Dalam Membelajarkan Siswa
Upaya yang dimaksud disini adalah bagiamana guru mempersiapkan diri dalam mebelajarkan siswa mulai dan penguasaan materi, cara menyampaikannya, menarik perhatian siswa, mengevaluasi hasil belajar siswa. Bila upaya tersebut dilaksanakan dengan berorientasi pada kepentingan siswa, maka diharapkan upaya tersebut menimbulkan otivasi belajar siswa. Dalam hal ini guru harus mampu untuk mengendalikan kelas yang dipegangnya. Adapun yang harus diperhatikan sebagai seorang guru adalah sebagai berikut:
a.    Kedisiplinan Guru
Kedisiplinan guru memiliki pengaruh terhadap prilaku belajar siswa. Guru yang berdisiplin dalam mengajar cenderung lebih diperhatikan dan dihormati oleh siswanya. Kedisiplinan seorang guru dapat dilihat dari:
a)        Menyelenggarakan tertib belajar di sekolah
b)        Membina disiplin belajar dalan tiap kesempatan, seperti pemnafaatan waktu dan pemeliharaan fasilitas sekolah.
c)        Mematuhi tata tertib sekolah
Masalah disiplin merupakan suatu hal yang penting bagi seorang guru, tanpa ada kedisiplinan yang besar didalam diri guru maka alam kelabu akan selalu menutupi dunia pendidikan dan pengajaran.[3]
b.    Kepribadian Guru
Kepribadian seorang guru adalah kemampuan yang melekat dalam diri pedidik secara mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi anak didik dan berakhlak mulia.[4]
Jika seorang guru mampu menunjukkan pribadi yang baik, maka akan berpengaruh terhadap kebiasaan dan motivasi belajar siswa. Siswa merasa diperhatikan dan dilibatkan ketika proses belajar mengajar berlangsung. Omear Hamalik Mengatakan:
“Kepribadian guru mempunyai pengaruh langsung dan kumulatif terhadap hidup dan kebiasaan-kebiasaan belajar para siswa. Sejumlah percobaan dan hasil observasi menguatkan kenyataan bahwa banyak sekali yang dipelajari oleh siswa dari gurunya. Para siswa menyerap siskap-sikap gurunya, merefleksikan perasaanya, menyerap keyakinannya, meniru tingkah lakunya, dan mengutip pernyataanya. Pengalaman menunjukan bahwa masalah-masalah seperti motivasi, disiplin, tingkah laku social, prestasi dan hasrat belajar yang terus menerus itu semuanya  bersumber dari kepribadian guru”.[5]

Kepribadian guru disini mengacu pada kemampuan seorang guru untuk menampilkan sifat-sifat seperti sifat adil, luwes, terbuka, disiplin, kreatif ulet dan berwibawa, serta pribadi yang dapat menjadi teladan yang baik bagi para siswanya.


[1] Dimiyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: PT. Rineka CIpta, 2006), 97.
[2] Dimiyati dan Mudjiomo, Belajar dan Pengajaran…,99.
[3] Subari, Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Perbaikan Mengajar (Jakarta: Bumi AKsara, 1994), 164.
[4] Tim Fokus Media, Himpunan Perundang-undangan, 77.
[5] Oemar Hamalik,Psikologi Belajar Mengajar , 34-35.

0 komentar:

Poskan Komentar