Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Sabtu, 17 November 2012

Pengertian Problematika Pembelajaran



Pengertian Problematika Pembelajaran

Oleh:
MUH ROSIHUDDIN
(Mahasiswa S2 Program Pasca Sarjana STAIN Kediri Angkatan I. Selain itu ia
pernah Menjabat sebagai Ketua IPNU Kecamatan Plosoklaten, Kepala MI Al-Muwazanah II, dan Guru di MTs Al-muwazana serta MTs Darul Hikmah Ngancar) 
 
 sumber foto: facebook

Problematika berasal dari kata problem yang dapat diartikan sebagai permasalahan atau masalah. Adapun masalah itu sendiri “adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, agar tercapai hasil yang maksimal”.[1]
Adapun beberapa pengertian pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut:
a.    “Pembelajaran adalah seperangakat acara peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar yang sifatnya internal”[2].
b.    “Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik”[3]
c.   
10
 
Djahiri dalam Kunandar yang berjudul Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru menyatakan bahwa “Pembelajaran adalah proses keterlibatan seluruh atau sebagian besar potensi diri siswa (fisik dan nonfisik) dan kebermaknaanya bagi diri dan kehidupannya saat ini dan di masa yang akan datang (life skill)”
d.   “ Pembelajaran adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran”[4]
Dengan demikian pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu peristiwa atau situasi yang sengaja dirancang dalam rangka membantu dan mempermudah proses belajar dengan harapan dapat membangun kreativitas siswa.
Dari pengertian tentang problematika dan pembelajaran yang telah disebutkan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya pengertian problematika pembelajaran adalah kendala atau persoalan dalam proses belajar mengajar yang harus dipecahkan agar tercapai tujuan yang maksimal.



[1]“Pengertian Masalah” http://id.shvoong.com/humanities/theory-criticism/2020002-pengertian-masalah /  diakses pada tanggal 25Juli 2010 pada pukul 23:16 WIB
[2] Nazarudin, Manajemen Pembelajaran (Jogjakarta: Sukses Offset, 2007), 162.
[3] Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007), 287.
[4] Ahmad Sabri, Strategi Belajar Mengajar  (Jakarta: Quantum Teaching, 2005), 33.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar