Sunday, January 13, 2013

Penyusunan Instrumen Penilaian (Evaluasi) untuk Madrasah

Tulisan ini penulis dedikasikan untuk:
Prof. Dr. H. Sutrisno, M. Ag
(Guru Besar UIN Yogyakarta)

Oleh: A. Rifqi Amin

Penyusunan Instrumen Penilaian (Evaluasi) untuk Madrasah

Selama ini PAI sebagai rumpun mata pelajaran Agama dan akhlak mulia  dipandang sebagai mata pelajaran yang normatif. Salah satu buktinya adalah PAI dalam mengevaluasi peserta didiknya hanya masih menyentuh aspek koginitifnya saja, yaitu untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu memahami materi-materi PAI dan norma-norma nilai yang terkandu di dalam materinya. Walaupun kadang kala menyentuh aspek psikomotoriknya dengan cara siswa berunjuk kerja atau memperaktikan bagaiman cara-cara beribadah dan berperilaku sesuai dengan norma-norma agama. Padahal dalam PAI yang paling esensi atau intinya adalah ranah afektif, yaitu bagiamana siswa memiliki hati atau kepekaan secara sadar dan reflek untuk menjalankan nilai-nilai Islam sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, serta mempunyai sifat dinamis, cinta ilmu pengetahuan serta teknologi, mempunyai karakter islami sehingga menjadi siswa yang sukses didunia tapi tidak meninggalkan nilai-nilai Islam di dalam setiap segi kehidupannya.
Menengok lebih konkrit dalam Peraturan Pemerintah RI no 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) pasal 64 ayat (3) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dilakukan melalui pengamatan untuk menilai perkembangan aspek afeksi dan kepribadian peserta didik, serta ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk aspek kognitif. Dari pernyataan tersebut sudah nampak jelas bahwa tahapan penilaian dalam mapel PAI tidak hanya menyentuh aspek kognitifnya saja dengan mengadakan Ujian, ulangan, atau menugaskan peserta didik. Namun juga dengan cara observasi (pengamatan) untuk mengetahui perkembangan aspek afeksi dan kepribadian peserta didik yang tergejawantahkan dalam kebiasaan perilaku sehari-haris. Sehingga dalam melakukan penilain ini secara langkah teknis memerlukan komponen lain selain guru, misalnya orang tua, teman peserta didik, tetangga, tokoh masyarakat, serta seseorang yang dipandang relevan utnuk dilibatkan dalam penilaian PAI. Banyaknya yang terlibat dalam penilaian ini digunakan agar penilaian observasi peserta didik ini diupayakan memperoleh hasil yang seobjektif mungkin.
Maka berdasarkan pernyataa di atas tersebut beberapa instrumen penilaian yang cocok untuk mata pelajaran PAI adalah sebagai berikut:

   1.      Lembar observasi (pengamatan): (a) kemampuanmembaca al-Quran, (b) kebiasaan membaca al-Quran, (c) kemampuan melaksanakanshalat, (d) Pembiasaan shalat, dan (e) perilaku peserta didik.
    5.      Buku catatan jurnal

No comments:

Post a Comment