Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Senin, 07 Januari 2013

Rencana Strategis MTs Banjir Embun (2013-2017)


Kecamatan Embun Kabupaten Banjir
(2013-2017)


BAB    I: PENDAHULUAN
MTs Banjir Embun adalah madrasah yang baru berdiri pada tahun 2010 dan merupakan Madrasah pertama setingkat SMP yang berada dekat dengan lereng Gunung Banbun. Suasana masyarakat sekitar wilayah MTs didominasi oleh kultur budaya yang masih dalam tahap imitasi (tahap peniruan dan pencarian jati diri) misalnya banyak sekali para mantan TKI dan TKW yang berpakaian terbuka menirukan budaya-budaya baru yang sebenarnya tidak cocok dengan suhu lereng Kelud yang dingin. Lemah dan minimnya akses pendidikan jenjang yang lebih tinggi (rata-rata masyarakat baik yang termasuk anak-anak dan remaja Ngancar di dominasi oleh kalangan lulusan SD bahkan tidak pernah sekolah atau tidak lulus SD) menjadikan masyarakat Ngancar sebagai pusat daerah ‘buta aksara’. Walaupun secara presentase hal tersebut didominasi oleh orang kalangan menengah ke bawah. Tapi ada banyak kasus juga keluarga yang mempunyai kemampuan dari segi ekonomi tidak menyekolahkan atau mengkuliahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi karena orang tuanya langsung melatih anaknya untuk beternak atau berladang sedangkan yang perempuan dinikahkan.
Secara umum kondisi siswa MTs Banjir Embun sangat beragam, keberagaman tersebut mulai dari aspek latar belakang ekonomi keluarga, pekerjaan orang tua (tukang, petani, TKI, burung tani, dan pedagang), perbedaan perkembangan kognitif, faktor perbedaan usia, orientasi berangkat sekolah[1],  perbedaan kemampuan beragama, dan perbedaan latar belakang sekolah. Jumlah siswa pada awal berdirinya hanya berjumlah 11 orang (sekarang siwsa kelas 9) namun kemudian karena banyak peminatnya pada tahun pertama jumlahnya menjadi 14 orang dan sekarang ini berjumlah 16 orang. Pada tahun ke dua (angkatan ke dua) jumlah siswa menjadi 35 orang, dan ada tahun ketiga menjadi 39 siswa. Walaupun jumlahnya tidak tetap (konstan) karena banyak yang keluar dan masuk namun bisa dikatakan jumlahnya sangat stabil hingga sekarang. Oleh karena berdasarkan data tersebut dapat diakakatan mengelola dan mengajar MTs Banjir Embun bisa dikatakan sangat rumit dan berat.
Selain itu jika ditinjau dari segi latar belakang semangat masyarakat dalam menjalankan agama Islam secara umum masih sangat lemah dan minim. Namun demikian masih ada beberapa kalangan masyarakat yang masih peduli dengan dunia pendidikan dan peduli perkembangan syiar Islam. Oleh karena itu didirikanlah MTs Banjir Embun sebagai fasilitas dan insturmen dalam melakukan syiar Islam oleh tokoh-tokoh Agama dan masyarakat yang peduli pendidikan. Pendirian MTs Banjir Embun mengupayakan selain untuk melakukan syiar agama Islam dari segi pelatihan peserta didik dalam hal ritual ibadah dan pemunculan simbol-simbol Islam di Madrasah juga mentargetkan bahwa nilai-nilai Islam merasuk dan tertancap dengan kuat dalam hati peserta didik. Sehingga diharapkan mereka bisa menjadi penerus generasi Islam yang unggul dalam spiritualitas, moral, dan keimanan.
Jika ditinjau dari Tujuan Pendidikan Nasional dan program Wajib Belajar (WAJAR) sembilan tahun yang dicanangkan oleh Pemerintah pusat maka sesungguhnya MTs Banjir Embun memiliki peran dan posisi yang sangat penting dalam mewujudkan dan mensukseskan sistem pendidikan nasional terutama dalam konteks di masyarakat Ngancar yang belum tersentuh oleh Pendidikan jenjang yang tinggi.[2] Peran MTs Banjir Embun bagi sistem Pendidikan Nasional dari segi praktis adalah mewujudkan dan menuntaskan program WAJAR DIKNAS 9 tahun oleh masyarakat Ngancar terutama pada generasi Muda yang tidak terserap oleh pendidikan lain karena berbagai sebab.[3] Dan jika ditinjau dari aspek moralitas MTs Banjir Embun memiliki peran untuk memberantas buta huruf di masyarkat Ngancar terutama untuk generasi mudanya. Efek lainnya secara umum karena hadirnya MTs Banjir Embun di tengah-tengah masyarakat adalah diupayakan untuk menyadarkan dan memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam mengahadapi permasalahan kehidupan baik dengan menggunakan pendekatan spiritualitas maupun ilmu pengetahuan. Sehingga bisa membentuk masyarakat madani yang demokratis, terbuka, dan bertanggung jawab.[4]
Berdasarkan pembahasan di atas maka untuk pemaparan yang lebih mendalam dan spesifik tentang posisi MTs Banjir Embun dapat diklasifikasikan ke dalam poin-poin di bawah ini:




(a)      Visi, misi, dan tujuan lembaga
1)      Visi MTs Banjir Embun adalah:

MENJADI MADRASAH ISLAMI YANG MANDIRI DALAM MENGHASILKAN SISWA UNGGUL, BERAKHLAK MULIA, DAN PEKA

Dengan penjelasan:

Madrasah Islami; Madrasah yang menerapkan nilai-nilai Islam ala ASWAJA baik dari segi simbol atau penampilan maupun penanaman nilai-nilai ke dalam semua mata pelajaran  (integrasi) dan komponen Lembaga Madrasah.
Mandiri; Tidak menggantungkan sumber pembiyaan secar penuh dari Dana BOS oleh  Pemerintah dengan pemanfaatan sumber daya masyarakat dan Madrasah telah mampu beradaptasi secara mandiri dalam merespon fenomena dan kebutuhan masyarakat.
Siswa Unggul; Memiliki kemampuan dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan agama dan umum serta teknologi, memiliki karakter Islami yang dapat diterima oleh masyarakat, dan memiliki daya saing secara Nasional.
Akhak Mulia; Memiliki tingkah laku, tutur bahasa, tabiat, dan gerak-gerik sesuai dengan ajaran Islam yang dapat diterima oleh masyarakat umum.
Peka; Berempati dan bersimpati atas fenomena ganjil yang terjadi di masyarakat dengan ditindaklanjuti melalui usaha pemecahan permasalahan fenomena tersebut  sehingga ilmu yang dimiliki dapat dimanfaatkan dalam dunia nyata.

Indikator Pencapaian Visi:
a. Meningkatnya kualitas keislaman sumberdaya manusia tenaga kependidikan dan non kependidikan.
b. Meningkatnya kualitas man ajemen sumberdaya manusia yang islami secara merata.
c. Meningkatkan pendukung kegiatan pendidikan bernuansa islam.
d. Pemanfaatan daya dukung kegiatan pendidikan dan non kependidikan secara efektif dan efisien.
e. Meningkatkan prasarana pendukung kegiatan pendidikan dan non kependidikan.
f. Kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan.
g. Terselenggaranya kegiatan proses pendidikan secara tertib dan berkualitas.
h. Terciptanya suasana pengembangan dan implemetnasi ilmu Pengetauan umum yang dilandaskan pada agama Islam.

2)      Misi MTs Banjir Embun
Untuk mewujudkan visi MTs Banjir Embun maka misi MTs Banjir Embun adalah sebagi berikut:
a)      Misi Umum:
Melaksanan Pembelajaran Islami yang integratif dan Pengabdian berbasis pada kegiatan keagamaan di Masyarakat

b)      Misi Khusus:
1)      Meningkatkan kegiatan pendidikan yang islami dan pengabdian kepada masyarakat.
2)      Berdaya saing dengan MTs SeKabupaten Banjir, beridentitas Islam serta membangun sosio-budaya Indonesia.
3)      Menuntaskan MTs Banjir Embun menjadi Madrasah yang mandiri dan mempunyai tata kelola yang baik.
4)      Mengembangkan kualitas sumberdaya manusia tenaga kependidikan dan non kependidikan.
5)      Mengembangkan manajemen sumberdaya manusia yang proporsional dan profesional
6)      Mengembangkan sumber daya pendukung kegiatan kependidikan.
7)      Memanfaatkan sumberdaya pendukung kegiatan pendidikan dan non kependidikan secara efektif dan efisien.
8)      Mengembangkan prasarana pendukung kegiatan pendidikan dan non kependidikan.
9)      Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan
10)  Menyelenggarakan kegiatan proses pendidikan secara tertib dan berkualitas.

3)      Tujuan MTs Banjir Embun
a)    Tujuan utama (inti)
1)   Menjadi madrasah menghasilkan siswa yang cinta ilmu pengetahuan agama Islam dan Ilmu pengetahuan umum.
2)   Menjadi Madrasah yang mandiri dan bertata kelola baik

b)   Tujuan akhir
1)      Terbentuknya budaya kerja, sikap amaliah Islami baik guru maupun siswa.
2)      Siswa terampil melakukan dan memimpin ibadah harian.
3)      Siswa menguasai informasi dan teknologi dengan baik dan benar

(b)     Wawasan Lembaga sepuluh tahun ke depan
Berdasarkan semua Sumber Daya atau potensi yang dimiliki oleh MTs Banjir Embun dan perkiraan-perkiraan yang akan terjadi di masyarakat sepuluh tahun yang akan datang maka dapat kami paparkan ke dalam pokok-pokok pembahasan di bawah ini:
1)      MTs Banjir Embun diperkirakan dalam jangka waktu 10 tahun yang akan datang memiliki peningkatan Sumber Daya yang bersifat fisik maupun Sumber Daya yang bersifat non  Fisik seperti pertambahan luas Tanah wakaf yayasan, pertambahan peserta didik, pertambahan tenaga bantu kependidikan, peningkatan hubungan kerja sama dengan masyarakat, peningkatan jumlah gedung, peningkatan mutu pendidikan, dan mengadakan perkembangan kurikulum sesui dengan UU pemerintah serta kebutuhan masyarakat sekitar.
2)      Karena diperkirakan terjadi peningkatan jumlah peserta didik maka diperlukan untuk merekrut  personel tenaga pendidikan yang punya kompetensi sesuai dengan Ijazah yang dimiliki. Perekrutan dilakukan dengan penyeleksian ketat, terbuka, dan dapat dipertanggung jawabkan.
3)      Karena masyarakat Ngancar masih buta dalam menggunakan teknologi komputer[5] maka perlu bagi MTs Banjir Embun untuk menambah beberapa unit komputer menyesuaikan dengan biaya dan jumlah peserta didik (per komputer dipegang oleh 5 siswa).
4)      Karena minimnya generasi masyarakat Ngancar yang cakap dalam memimpin peribadahan serta kegiatan keagamaan maka MTs Banjir Embun melakukan penyeleksian kemampuan peserta didik dalam bidang agama kemudian mengadakan pelatihan seperti membaca qur’an, memimpin tahlil, istighosah dan lainnya secara mendalam sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.
5)      Karena masih rapuhnya serta minimnya kesadaran moralitas masyarakat Ngancar tentang pentingya agama, etika, dan budaya ketimuran maka MTs Banjir Embun akan mengadakan kegiatan Sholat Dhuha setiap hari yang diadakan ceramah 5 menit sesudahnya kemudian membirak ruang gerak kreativitas peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan agama dan moralitasnya melalui media seperti buletin, mading, atau media lain yang dimungkinkan.

(c)      Wawasan Global
Isu-isu Global tentang pendidikan dan kebudayaan yang berkembang saat ini adalah adanya jaringan kerjasama pertukaran mahasiswa atau pelajar, pertukaran mahasiswa atau pelajar untuk mendalami dan meneliti tentang kebudayaan, dan beasiswa terbuka oleh negara-negara maju untuk negara-negara berkembang. Melesatnya modernisasi beserta produk-produknya yang berdampak pada berubahnya tata kehidupan serta gaya hidup masyarakat global merupakan fenomena menarik sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan khususnya bagi pendidikan dasar (SD dan SMP). Walaupun sekarang ini era Globalisasi secara penuh tanpa batas sudah hanya terjadi di dunia maya (internet) tapi   tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi di dunia nyata. Sebuah masyarakat atau negara akan melakukan persaingan secara terbuka dan bebas sehingga negara yang memiliki kemampuan yang lemah atau minim tenaga ahli akan didominasi oleh tenaga ahli dari negara asing. Oleh karena itu MTs Banjir Embun berupaya menghasilkan peserta didik yang mampu menguasi teknologi informasi serta mampu memenfaatkan di jalan yang benar untuk kemanfaatan bersama dan mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik dan benar.

(d)     Wawasan Nasional
Isu-isu Nasional yang berkembang mengenai pendidikan dan kebudayaan sekarang ini adalah pendidikan inklusi dengan mengakomodir keberagaman peserta didik dalam satu kelas reguler. Isu lain yang terpenting sekarang ini adalah adanya tren pendidikan Nasional untuk mecetak guru yang produktif dalam menulis karya ilmiah, produktif dalam meneliti, dan tindak lanjut yang tegas bagi penjiplak (plagiarisme). Isu-isu yang menjadi sorotan Nasional tentang permasalahan serta perkembangan pendidikan, budaya, dan moralitas bangsa yang memboming melaui media elektronik dan media cetak akan ditindak lanjuti oleh MTs Banjir Embun dengan cara memfilter informasi tersebut untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan lembaga dalam upaya merespon isu tersebut. Diantar isu-isu yang berkembang akhir-akhir ini adalah tentang kebiasaan tawuran siswa, arisan PSK oleh siswa, adanya kurikulum baru pada tahun 2013, dan isu tentang sertifikasi. Berdasarkan fenomena tersebut maka MTs Banjir Embun akan selalu mengontrol kebiasaan perilaku peserta didik terutama saat di lingkungan madrasah dan selalu menanamkan nilai-nilai moral islam yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

(e)      Wawasan Regional
Propinsi Jawa Timur merupakan propinsi yang sangat unik terutama di wilaya pulau jawa. Keunikan-keunikan yang dimiliki oleh Jawa Timur dan tidak dimiliki oleh propinsi lain adalah Jawa Timur Jawa timur memiliki jumlah PONPES dari yang salafi hingga modern dengan jumlah yang sangat banyak, Jawa Timur dari segi kultur budaya memiliki budaya yang heterogen, memiliki jumlah suku serta logat (intonasi) bahasa daerah yang heterogen, dan secara geografis wilayah Jawa Timur memiliki luas yang terbesar diantara propinsi lain di pulau jawa. Maka dengan itu MTs Banjir Embun berupaya  mengahsilkan peserta didik yang cakap dan ahli di bidang memraktekan ilmu kemasyarakatan, memraktekan ilmu dakwah, dan memraktikan nilai-nilai Islam yaitu sebagai agama yang rahmatallilalamin.

(f)      Wawasan Lokal
Kabupaten Banjir merupakan Kabupaten yang mengutamakan pembangunan fisik yang ditujukan untuk mengembangkan pariwisata, penganggaran pembangunan di bidang pariwisat terus mengalami peningkatan dari tahun ke Tahun. Hal ini juga terjadi di area Wisata Gunung Banbun[6] sehingga merangsang masyarakat sekitar untuk aktif menggerakkan ekonomi terutama dalam bidang perdagangan untuk memfasilitasi wisatawan Gunung Banbun. Maka dalam hal ini MTs Banjir Embun akan mengambil peran dalam mengadakan kerjasama dengan masyarakat untuk melatih peserta didik mendalami ilmu peronomian dan kepariwisataan secara praktis (terjun ke lapangan).

BAB    II: MISI DAN TUJUAN
Misi MTs Banjir Embun seperti yang dijelaskan sebelumnya pada intinya adalah untuk Melaksanan Pembelajaran Islami yang integratif dan Pengabdian berbasis pada kegiatan keagamaan di Masyarakat. Sedangkan tujuan pengembangan lembaga MTs Banjir Embun adalah untuk menciptakan suasana kelembagaan madrasah yang profesional, keislaman, dan dinamis serta menghasilkan siswa yang cakap dalam kegiatan keberagamaan di masyarakat yang menguasai ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum secara integratif. Maka untuk mewujudkan misi dan tujuan pengembangan Lembaga MTs Banjir Embun tersebut perlu dideskripsikan ke dalam beberapa langkah di bawah ini diantaranya adalah:

(a)      Misi dan Tujuan dalam Jangka panjang 25 tahun
Rencana Strategis yang dicanangkan dari tahun 2013 hingga 2017 diupayakan menjadi pondasi dalam mewujudkan Misi dan Tujuan jangka panjang 25 tahun. Agar lebih rinci dan lebih terukurnya pewujudan Misi dan Tujuan maka kami akan memaparkan dengan membagi 3 jangka waktu yaitu sebagai berikut:
1.    Pada tahun 2013-2018 (5 Tahun); Misi; memiliki Gedung (kelas, Tempat parkir, dan laboratorum terpadu dan integratif) Madrasah yang baru, memiliki taman (terawat, berumput, dan hijau) madrasah, memiliki jaringan kerjasama yang kokoh kepada masyarakat umum maupun yang formal, 70% guru sudah memperoleh sertifikat mengajar, mengadakan pelatihan dan seminar tentang integrasi ilmu untuk guru,  dan memiliki jumlah siswa 240-300 orang. Tujuan; menghasilkan peserta didik yang mampu dan menguasai ketrampilan keagaman (qiroah, rebana, tahlil, do’a, dan menjadi imam sholat), meningkatkan kualitas pedagogik serta ketrampilan guru dalam mengajar, dan memperoleh dukungan masyarakat untuk pengembangan lembaga MTs Banjir Embun.
2.    Padat tahun  2018-2028 (10 Tahun); Misi; memiliki BMT (untuk siswa, guru, wali murid, dan masyarakat umum), mempunyai tanah persewaan nanas[7], membeli tanah yang berlokasi strategis, menjadikan MTs Banjir Embun hampir sejajar dengan MTs Negeri serta SMP Faforit di Wilayah Kabupaten Banjir, memiliki jumlah siswa 300- 325 orang, dan mengadakan perekrutan secara selektif tenaga kependidikan (yang profesional, islami, dan ketersesuaian antara Ijazah dengan bidang kerjanya).  Tujuan; dalam sumber pembiayaan MTs Banjir Embun menjadi mandiri tidak tergantung dari bantuan pemerintah atau donatur, memperoleh simpati serta empati dari masyarakat, guru mampu mengajar dengan profesional, siswa mampu terjun langsung ke masyarakat secara mandiri melalui organisasi yang dibentuk, dan MTs Banjir Embun menjadi Madrasah pilihan utama masyarakat bukan pilihan kedua.
3.    Pada tahun  2028-2038 (10 Tahun); Misi; MTs Banjir Embun memiliki jangkauan/pengaruh di mata Pendidikan Regional, Siswa MTs Banjir Embun memiliki pretasi (akademik, olah raga, vokasional, dan karya seni) di tingkat Regional, dan MTs Banjir Embun menjadi MTs Negeri dengan kompensasi pada Yayasan sesuai dengan MoU. Tujuan; mewujudkan syiar Islam melalui lembaga yang maju dan profesional melebihi lembaga pendidikan umum.
(b)     Tahap I: Tahap Refomasi (thn 2013s/d thn 2015); merubah tatanan organisasi lama agar terbentuk sistem manajemen yang unggul serta berdaya guna, membangun paradigma guru tentang pendidikan integrasi, membangun paradigma siswa tentang manfaat pendidikan agama sekaligus pendidikan umum, membangun paradigma siswa tentang pentingnya ketrampilan terjun di masyarakat, membangun paradigma masyarakat tentang pentingnya sekolah di Madrasah, dan menanamkan nilai-nilai dasar baru di madrasah yang bisa berdampak positif bagi perkembangan MTs Banjir Embun.
(c)      Tahap II: Tahap Konsolidasi dan Reorientasi (thn  2018 s/d thn 2017); menyamakan presepsi baik di intern Madrasah maupun ke ekstern Madrasah, mengadakan jaringan kerjas sama dengan masyarakat baik umum maupun masyarakat formal, mengadakan out bound yang diikuti oleh tenaga kependidikan, mengevaluasi perkembangan Madrasah dari awal berdiri pada tahun 2010 hingga 2018, dan pembentukan tim konsultan pengembangan MTs Banjir Embun.
BAB  III: ISU STRATEGIS
a)      Kelembagaan; MTs Banjir Embun secara kelembagaan merupakan Madrasah yang memiliki figur Kepala Madrasah yang dikenal oleh masyarakat luas hal ini karena dia adalah mantu dari salah satu orang kaya di Kecamatan Embun dan Kepala MTs Banjir Embun telah terbukti sukses meningkatkan kualitas dan kuantitas MI Banjir Embun. Lembaga MTs Banjir Embun merupakan organisasi atau institusi yang masih lemah secara sistem karena masih minimnya tenaga kependidikan termasuk guru dalam penguasaan ilmu manajemen. Sehingga secara praktis hampir semua bidang manajemen masih dikelola oleh kepala Madrasah secara langsung. Di sisi lain MTs Banjir Embun sebagai lembaga baru belum memiliki dan terbangunnya Nilai-nilai Dasar yang merupakan manifestai dari visi serta misi madrasah yang murni dan dimunculkan sehingga bisa menjadi patokan personalia organisasi dalam menjalankan tugas baik secara formal maupun non formal dan secara pribadi maupun kelompok.
b)      Kemampuan Lembaga untuk Berkembang; Sumber Daya yang dimiliki oleh MTs Banjir Embun sehingga  menjadi potensi berkembangnya lembaga adalah memiliki Sumber Daya Masyarakat yang berperan aktif dalam membangun MTs Banjir Embun baik dengan cara ikut bergotong royo dalam membangun gedung baru, menjadi donatur, atau memberikan dukungan moral terhadap kegiatan yang dilaukan MTs Banjir Embun baik yang dilakukan di dalam lembaga maupun di Masyarakat. Selain itu masyarakat secara umum mulai sadar dengan kebutuhan pendidikan agama Islam. Secara umum dapat disimpulkan bahwa MTs Banjir Embun sebagai lembaga baru memiliki peluang untuk berkembang  pesat di tengah-tengah masyarakat.
c)      Kualitas Sumber Daya Manusia; Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh MTs Banjir Embun secara umum didominasi oleh angkatan pemuda yang sebagaian besar sudah memiliki gelar sarjana, namun demikian ada beberapa guru yang mengajar pelajaran tertentu khususnya mapel umum Ijazahnya tidak sesuai mapel yang ia pegang. Walaupun secara kualitas SDM MTs Banjir Embun belum bisa dikatakan baik, namun personalia MTs Banjir Embun bekerja dengan komitmen dan konsisten untuk memajukan MTs Banjir Embun sehingga bisa berkembang.
d)     Kualitas, Kuantitas, dan Relevansi Program Pendidikan; Program Pendididkan MTs Banjir Embun diupayakan relevan dengan kebutuhan kehidupan (dunia kerja dan masa depan). Karena MTs Banjir Embun didominasi oleh siswa dari kelas ekonomi menengah ke bawah dan dimungkinakan tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi maka program pendidikan MTs Banjir Embun memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja, khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh-kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewira usahaan dan mempunyai kecakapan hidup, oleh sebab itu kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting untuk membekali peserta didik yang tidak dapat melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.
e)      Sarana dan Prasarana; Sarana prasarana yang dimiliki oleh MTs Banjir Embun masih sangat minim, MTs Banjir Embun hanya memiliki 4 ruang kelas sebagai kegiatan pembelajaran peserta didik yang mana 3 kelas untuk pembelajaran dan 1 ruang kelas untuk kegiatan siswa salah satunya untuk sholat dhuha. Selain itu MTs Banjir Embun memiliki 1 ruang guru sekaligus ruang kepalas Madrasah dan memiliki 2 toilet. Sarpras lain adalah lapangan upacara beserta tiang bendera.
f)       Penelitian; penelitian yang dilakukan MTs Banjir Embun dalam upaya untuk mengembangkan lembaga belum dilakukan secara sistematis, terkontrol, ilmiah, dan belum dipertanggun jawabkan. Dalam melakukan penelitian untuk menggambarkan fenomena di Madrasah dan sejauh mana pencapain program kerja masih melakukan analisis fenomena yang dilandaskan pada data-data yang tidak tertulis yaitu melalui wawancara dan observasi yang dilakukan oleh personalia lembaga MTs Banjir Embun beserta masyarakat yang peduli dengan perkembangan lembaga. 
g)      Pengembangan Ilmu dan Teknologi; MTs Darul  belum melakukan pengembangan ilmu dan teknologi karena MTs Banjir Embun masih memfokuskan pada perkembangan kuantitas siswa dan memunculkan image baik madrasah di tengah-tengah masyarakat.
h)      Pembinaan Kesiswaan; sesuai dengan visi MTs Banjir Embun berkenaan dengan pembinaan kesiswaan maka MTs Banjir Embun melakukan langkah-langkah yang ditempuh yaitu dengan mengadakan sholat dhuha, melakukan bimbingan moral setiap saat ketika suasan mendukung (salah satunya jika ada jam kosong), dan menanamkan nilai-nilai islam ke dalam setiap siswa.
i)        Kualitas dan Efesiensi Manajemen; secara Umum semua bidang manajemen MTs Banjir Embun masih dikelola penuh di tangan Kepala Madrasah.
j)        Kerjasama untuk meningkatkan Kemampuan Berkembang; kerja sama yang dilakukan MTs Banjir Embun sebagai upaya mencari contoh, mencari pembimbing, dan mengadakan kerja sama adalah mengikuti  wadah Kelompok Kerja Madrasah (KKM), studi banding ke MTs yang lebih maju, mengadakan kerja sama non formal dengan masyarakat, dan mengadakan kerja sama dengan MI Banjir Embun ketika terjun di masyarakat.

BAB  IV: ANALISIS STRATEGIS  
1. Kekuatan Lingkungan Internal:
(a) Kelembagaan; memiliki personalia yang berusia muda belum terbebani masalah ekonomi, MTs Banjir Embun memiliki posisi yang strategis dekat dengan jalan raya, dan MTs Banjir Embun memiliki tanah sendiri yang berakta wakaf.
(b) Kaya Pengalaman; pengalam kepalas sekolah dalam mengelola lembaga MI Banjir Embun menjadi kekuatan dasar untuk mengembangkan MTs Banjir Embun.
(c) Tenaga Guru yang Beragam dan Berpengalaman; 2 orang guru lulusan S2, 3 guru masih proses S2, memiliki guru yang ahli di bidang masing-masing seperti sosial, ketrampilan pramuka, ketrampilan rebana, qiroah, motivasi, dan keras dalam mendidik. Dan  masih ada yang kuliah di S1 jurusan matematika dan bahasa Indonesia.
(d) Gedung Sekolah yang Memadai; walaupun gedung sekolah MTs Banjir Embun masih sederhana dan jumlahnya minim namun masih berdiri kokoh karena dipugar dan sebagain merupakan gedung yang baru dibangun. Selain itu pagar MTs Banjir Embun juga terlihat indah dan kokoh.
(e) Lingkungan Akademik yang Menunjang Kemajuan Akademik; lingkungan belajar yang terkontrol dan kondusif, ada perpustakaan mini tapi buku-bukunya beragama yang bukunya berasal dari beberapa guru, dari siswa serta donatur,  suasana lembaga yang sejuk serta hijau, memiliki siswa yang berprestasi lomba-lomba saat di SD, memiliki siswa yang mempunyai semangat pengembangan diri di luar aspek akademis, dan dekat dengan laboratorium masyarakat yaitu masjid serta ladang.

2. Keterbatasan (Kendala) Lingkungnan Internal:
(a) Kelembagaan; masih minimnya bangunan organisasi yang sistematis karena semua bidang manajemen masih dikelola penuh di tangan kepala Madrasah
(b) Ketenagaan; minimnya tenaga Tata Usaha (TU), minimnya kekompakan antar personalia, belum adanya personalia yang diberi tanggung jawab secara khusus di bidang masing-masing semuanya masih dipegang penuh oleh kepala madrasah, dan guru piket.
(c) Kurikulum; pengembangan kurikulum MTs Banjir Embun masih dilakukan dengan sederhana dan realistis sesuai dengan kemampun peserta didik serta kondisi masyarakat.
(d) Sarana dan Prasarana; belum mempunyai ruangan guru sendiri, belum mempunyai taman yang hijau, belum mempunyai laboratorium, belum mempunyai koperasi sekolah, dan belum mempunyai sarana dan prasaran organisasi siswa serta kegiatan ekstra kurikuler.
(e) Perpustakaan; belum mempunyai ruangan tersendiri masih tergabung di dalam kantor sehingga perwakilan siswa harus izin masuk ke kantor untuk mengambil buku dan di baca di bangku luar kelas.
(f) Kesiswaan; ada beberapa siswa yang sering jarang masuk (masuk seasalnya), masuk telat, dan terjadinya disharmonisasi antara siswa lama dengan siswa yang baru.  
(g) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; belum mengadakan penelitian namun sudah mengadakan pengabdian dengan cara memberikan beberapa ton beras zakat (kerja sama dengan MAN 3 Kediri) dan agenda kegiatan lain yang dipandang bermanfaat bagi masyarakat.
(h) Dana Pembangunan; dana pembungan masih berasal dari donatur dan dari Proposal, serta minimnya pendaan karena hampir seluruh pendaan masih difokuskan kepada pembangunan gedung beserta kebutuhan honor guru maupun bantuan kebutuhan siswa.

3. Peluang Lingkungan Eksternal:
(a) Kelembagaan; memiliki dukungan secara lisan dari kepolisian dalam meluruskan perilaku siswa-siswinya, memiliki MI Banjir Embun sebagai partner ketika terjun ke masyarakat, MTs Banjir Embun dipandang masyarakat sebagai Madrasah yang merakyat karena sebagai besar siswanya adalah rakyat kecil dari kalangan ekonomi kelas menengah ke bawah.
(b) Ketenagaan; kerelaan wali murid untuk bergotong royong membangun gedung baru.
(c) Kurikulum; pengembangan kurikulum bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan siswa dan masyarakat dan kesadaran masyarakat akan pendidikan agama karena melihat fenomena yang makin marak di masyarakat sekitar banyaknya siswa serta perempuan umum hamil di luar nikah serta perilaku siswa yang tak terkontrol seperti tak mengormati orang tua.
(d) Sarana dan Prasarana; masyarakat sangat peduli dengan pembangunan madrasah dengan indikasi ikut bergotong royo dalam pembangunan madrasah
(e) Perpustakaan; mempunyai buku-buku yang beragam sehingga menambah wawasan siswa (tidak monoton buku pelajaran)
(f) Kesiswaaan; masyarakat mengapresiasi terhadap perubahan perilaku beragama, moral, dan kebiaasaan peserta didik menjadi lebih baik dari sebelumnya.
(g) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; masyarakat sangat antusias jika didatangi oleh  siswa dan guru yang menggunakan seragam sebagai bentuk penghargaan pada guru dan siswa yang mau mengembangkan ilmu pengetahuan.
(h) Dana Pembangunan; uang tabungan dari siswa bisa menjadi dana cadangan bagi madrasah.

4. Tantangan Lingkungan Eksternal:
(a) Kelembagaan; adanya SMP Negeri yang berada di Utara MTs Banjir Embun berjarah kurang lebih 100 Meter karena akan terjadi perebutan opini positif di tengah-tengah masyarakat dan UPTD diknas Kecamatan Banjir belum ‘mengakui’ keberadaan MTs dengan indikasi belum melibatkan ekstra kurikuler MTs saat ada acara peringatan hari Besar dan belum menerbitkan NPSN. 
(b) Ketenagaan; minimnya kesadaran dan kualitas SDM masyarakat sekitar untuk diajak mengabdi di MTs Banjir Embun.
(c) Kurikulum; masyarakat masih mementingkan ijazah dan raport yang tertulis dari pada kemampuan peserta didik yang memiliki kemampuan akademis nyata.
(d) Sarana dan Prasarana; Masih adanya wali murid yang apatis terhadap pembangunan madrasah karena yang memiliki motivasi tinggi untuk belajar adalah anaknya atau karena orang tuanya bekerja sehingga tidak sempat untuk menbantu gotong royong membangun gedung baru.
(e) Perpustakaan; budaya masyarakat masyarakat yang minim dan masyarakat yang masih buta huruf sehingga hal ini akan mempengaruhi budaya membaca peserta didik.
(f) Kesiswaaan; Siswa MTs Banjir Embun dipandang masyarakat sebagai siswa yang buangan dari sekolah lain.
(g) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; masyarakat merasa sungkan saat mengundang group Rebana  MTs Banjir Embun.
(h) Dana Pembangunan; Dana Pembangunan Yayasan Banjir Embun masih difokuskan pada MI Banjir Embun, dan Dana-dana donatur “kakap” masih digunakan untuk pembaruan masjid, dan kegiatan-kegiatan besar keagamaan yang setingkat kabupaten.

BAB   V: STRATEGI PENGEMBANGAN
(a) Prioritas Pengembangan; Berdasarkan Isu Strategis yang telah ditemukan dan Visi Misi yang telah ditetapkan maka Pengembangan MTs Banjir Embun diprioritaskan atau difokuskan pada bidang seperti berikut ini:
1.      Peningkatan Nilai-nilai Keislaman yang meliputi; a. meningkatkan mutu lulusan cakap dan berkarakter islami yang mampu diterima dan bermanfaat bagi masyarakat, b. pengembangan model pembelajaran integratif untuk menanamkan nilai-nilai atau syiar islam ke dalam pelajaran umum, dan c. Pemfokusan kegiatan siswa  yang tidak berkaitan dengan agama namun di dalamnya disisipkan simbol-simbol keislaman.
2.      Peningkatan sumber daya Manusia yang meliputi; a. Peningkatan kualitas dan kuantitas pemahaman guru tentang keagamaan, b. Peningkatan ketrampilan Personalia Tata Usaha, dan c. peningkatan kualitas siwsa dan peran alumni dalam pengembangan Madrasah.
3.      Pencitraan Publik yang meliputi; a. Perluasan akses terhadap pendidikan yang bermutu, b.perluasan dan peningkatan kualitas publikasi MTs Banjir Embun, c. Peningkatan layanan Pembelajaran yang memuaskan bagi masyarakat.

(b)Strategi Dasar Pengembangan; Berdasarkan Priortias Pembengembanga di Atas maka strategi Pengembangan yang dilakukan oleh MTs Banjir Embun adalah sebagai berikut:
1)      Untuk memperoleh dukungan moral dan finansial dari masyarakat umum maka MTs Banjir Embun akan mengambun citra positif madrasah dengan membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat nyata bagi masyarakat
2)      Pengembangan dan pembangunan MTs Banjir Embun dilakukan dengan manajemen yang sistematis, berkelanjutan, dan kekompakan personalia.
3)      MTs Banjir Embun dikembangkan berdasarkan kemandirian dengan semangat Keagamaan dan pembangungan masyarakat.
4)      Bekerja sama dengan lembaga Kepolisian (Polsek Ngancar) dalam upaya mendidik dan mengarahkan siswa, salah satunya agar guru tidak merasa khawatir terjerat kasus hukum saat melakukan pengajaran.
5)      Penyelenggaraan Pendidikan MTs Banjir Embun didasarkan pada Undang-undang, Kebutuhan masyarakat, dan kemampuan MTs Banjir Embun.

(c) Kebijakan Pengembangan:
- Strategi Pengembangan Eksistensi dan Citra Lembaga; membuat buletin madrasah atau brosur yang memuat program-program Madrasah beserta foto kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan, mengadakan pendekatan kekeluargaan dengan wali murid beserta warta tetangga Madrasah, dan mengutamakan pembelajaran yang bisa mewujudakan tujuan positif yang dimiliki masyarakat.
- Strategi Pengembangan Kemampuan Berkembang;
- Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia; mengadakan diklat dan seminar, mengadakan studi banding, dan menindaklanjuti hasi evaluasi manajemen secar berkesinambungan.
- Strategi Pengembangan Sarana dan Prasarana; menyebarkan proposal pembangunan gedung kepada lembaga pemerintahan atau kementrian, membuat sistem sumber finansial yang mandiri melalui BMT (koperasi) untuk masyarakat umum, dan mengadakan pendekatan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun gedung baru.
- Strategi Pengembangan Pengajaran; meningkatkan fasilitas pembelajaran, mengadakan pendekatan kepada wali murid sebagai mitra untuk meningkatkan kualitas siswa, dan meningkatkan kualitas guru sehingga menjadi guru profesional yang islami.
- Strategi Pengembangan Penelitian; menunjuk sebagian guru atau sebagian siswa secara formal untuk mengumpulkan data mengenai kegiatan-kegiatan agama yang ada di masyarakat.
- Strategi Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat; berperan aktif dalam pengajian umum dan acara-acara kegiatan keagamaan organisasi NU.
- Strategi Pengembangan Kesiswaan; membentuk organisasi kesiswaan yang solid, meningkatkan program ekstrakurikuler yang berkualitas serta beragam, dan melatih siswa untuk terjun ke masyarakat.
- Strategi Pengembangan Kualitas dan Efisiensi Manajemen; menyusun program-program dan tugas-tugas pada  manajemen sesuai dengan minat dan bakat tenaga kependidikan.
- Strategi Pengembangan Kerjasama; mengadakan pendekatan kepada tokoh-tokoh agama dan tokoh desa, mengadakan kerjasama (MoU) dengan organisasi masyarakat  NU, dan meningkatkan hubungan yang harmonis dengan pemerintah desa.
- Strategi Peningkatan Bidang Ilmu/Bidang Kajian; mengkaji ilmu-ilmu yang aplikatif dan bisa diserap oleh masyarakat.
(d) Tahap Pengembangan:
- Pengembangan Tahap I: Tahap Refomasi (thn 2013 s/d thn 2015); meningkatkan citra positif yang realistis Madrasah pada masyarakat, memperkenalkan program-program  terbaru madrasah pada Masyarakat, dan menata ulang manajemen lembaga MTs Banjir Embun.
-  Pengembangan Tahap II: Tahap Konsolidasi dan Reorientasi (thn. 2015s/d thn2017); mengharmoniskan hubungan antar guru dan antar siswa, mengharmoniskan hubungan yayasan dengan personalia lembaga MTs Banjir Embun.

BAB VI: PENUTUP
Rencana Strategi Lembaga sebagai pedoman pelaksanaan program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang sangat penting dimiliki oleh Madrasah. Karena dengan adanya renstra maka pelaksanan program Madrasah memiliki landasan dan aturan main yang tertulis, sehingga apabila ada sesuatu hal permasalahan yang terjadi  maka RENSTRA tersebut akan bisa dijadikan rujukan utama sebagai dasar. Dengan adanya renstra maka ‘PETA’ Pengembangan Lembaga bisa tergambar secara detail. Rencana Strategi sangat penting terutama bagi lembaga yang sudah besar, tapi tidak menutup kemungkinan bagi lembaga baru sebagai sarana informasi rencana pengembangan madrasah kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa mengetahui arah perkembangan madrasah yang kemudian memungkinkan masyarakat tergugah untuk berpartsipasi aktif dalam membangun madrasah.



[1]Karena sekolah tersebut memberikan fasilitas gratis dan pemberian gratis seragam lengkap dan buku LKS sehingga banyak sekali siwa dari kalangan menengan ke bawah ingin bersekolah di madrasah tersebut. Orientasi mereka datang ke sekolah dapat dibedakan ke dalam; pertama ingin terbebas dari kekangan orang tua dan terbebas dari pekerjaan rumah yang dibebankan, Kedua faktor gengsi karena teman sebayanya sudah banyak yang mulai bersekolah, karena tidak memiliki kemampuan biaya maka dipilihlah MTs Banjir Embun untuk dijadikan tempat sekolah, ketiga karena paksaan orang tua untuk menuntut pendidikan yang berafiliasi pada pendidikan dan pembinaan agama Islam agar tidak terpengaruh dengan siswa-siswa umum yang lebih cenderung tak bermoral, dan yang keempat karena siswa ingin diajak berkarya wisata ke berbagai wilayah Kabupaten Banjir naik bis bersama-sama secara gratis sesuai seperti kakak kelasnya terdahulu. Sebagian besar kondisi siswa bisa dikatakan belum pernah pergi dengan jarak jauh, sehingga bila diajak berkarya wisata di kota dan kabupaten Embun yang berada di belahan lain jauh dari Kecamatan Embun sudah senang.
[2]Di Kecamatan Embun tidak memiliki jenjang Pendidikan tingkat SMA hanya ada dua MTs Swasta dan dua SMP Negeri serta satu SMP Terbuka. Secara antopo-Geografis wilaya ngancar terbagi ke dalam dua daerah yaitu daerah daratan bawah yang cenderung bersifat kekotaan (sangat dekat dengan wilayah Wates yang lebih maju) dan daerah daratan tinggi atau lereng Gunung Banbun. Yang mana 1 buah MTs yaitu MTs Banjir Embun dan 1 Buah SMP terletak di daerah daratan tinggi dan 1 buah MTs dan 1 buah SMP lain terletak di daratan yang paling rendah di Kecamatan Embun.
[3]Faktor-faktor peserta didik tidak terserap oleh lembaga SMP Negeri atau MTs lain sehingga memilih MTs Banjir Embun adalah karena sekolahan yang tidak menyerap tersebut diantaranya adalah karena sekolah-sekolah tersebut memiliki biaya-biaya tambahan yang sangat mahal dan tidak terjangkau, jarak sekolah yang jauh secara transportasi tidak terjangkau karena tambahan biaya, dan karena sekolah tersebut menolak atau mengeluarkan siswa tersebut  disebabkan siswa melakukan tindakan-tindakan pelanggaran.
[4]Pengembangan peran penting dan fungsi adanya MTs Banjir Embun disesuaikan dengan fungsi Pendidikan Nasional Secara umum yaitu berlandaskan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3, menetapkan bahwa : “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” 
[5]Hampir semua rekrutan peserta didik MTs Banjir Embun yang berasal dari SD tidak pernah diajarkan komputer baik secara teoritis maupun praktek.
[6]MTs Banjir Embun terletak di Lereng Gunung Banbun, letak lokasi MTs berjarak kurang lebih 10 Km dari area wisata Gunung Banbun.
[7]Wilayah Ngancar didominasi oleh tanaman Nanas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar