--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Sabtu, 04 Mei 2013

Contoh SKRIPSI Penelitian Tindakan Kelas BAB I


  IMPLEMENTASI METODE CARD SORT DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ SISWA KELAS X-1 MAN PRAMBON TAHUN PELAJARAN 2010/2011
 
 Oleh:
LUTHFI DAMAYANTI
 Sumber Foto: Facebook
(Penulis adalah Alumni MAN Nganjuk dan STAIN Kediri, saat ini masih menjadi Mahasiswa Program Pascasarjana STAIN Kediri Angkatan ke-2)



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam proses belajar sehingga mereka dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan. Adapun pendidikan aqidah akhlaq adalah bersifat mengarahkan, membimbing, mendorong, membangun peradaban manusia dan mengobati bagi penyakit sosial dari jiwa dan mental, serta tujuan berakhlaq yang baik untuk mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat.”[1]
Oleh karena itu seorang pendidik hendaknya memperhatikan strategi yang digunakan dalam proses pembelajarannya, sehingga pelajaran mudah diterima oleh anak didik dan tujuan dari pendidikan dapat dicapai dengan baik yaitu merubah kondisi anak dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham serta dari yang berperilaku kurang baik menjadi baik. Kondisi riil anak seperti ini, selama ini kurang mendapat perhatian di kalangan pendidik. Gejala yang terlihat pada kenyataan adalah banyaknya guru yang menggunakan metode pengajaran yang cenderung sama setiap kali pertemuan di kelas berlangsung. Hal tersebut akan membuat anak didik menjadi bosan dan pelajarannyapun tidak bisa dipahami dengan baik.
Pendidikan yang ada sekarang ini belum bisa berkembang dengan baik terutama masalah proses belajar mengajar. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Samples bahwa masih banyak para pengajar yang belum mampu menerapkan beberapa strategi pengajaran yang efektif dan efisien agar pelajaran mudah dicerna dan dipahami oleh peserta didik. Sehingga peserta didik tidak hanya mampu menyerap apa yang disampaikan oleh guru, akan tetapi juga bisa belajar dengan enjoy dan menyenangkan.[2]
Dengan belajar yang enjoy dan menyenangkan membuat anak lebih fokus dalam menerima pelajaran, sehingga mereka akan termotivasi dan prestasi siswa akan meningkat. Menurut Purwanto, motivasi adalah sesuatu yang mutlak untuk belajar.[3] Sehingga motivasi sangatlah penting guna meningkatkan prestasi anak didik, dengan penerapan strategi yang bisa mendukung berjalannya proses pembelajaran. Jika di sekolah seringkali terdapat anak yang malas, suka membolos, dan sebagainya. Dalam hal demikian berarti guru tidak berhasil memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong agar ia bekerja dengan segenap tenaga dan pikirannya.
Banyak bakat anak tidak berkembang itu adalah karena tidak mendapatkan motivasi yang tepat. Jika anak mendapatkan motivasi yang tepat, maka akan muncul suatu hasil yang luar biasa tidak terduga. Dan dalam nilai buruk yang diperoleh anak didik belum tentu berarti bahwa mereka itu bodoh. Akan tetapi hal itu bisa disebabkan mereka malas terhadap suatu mata pelajaran. Karena gurunya yang tidak bisa menerapakan suatu strategi yang menyenangkan.
Syaiful Bahri Djamarah, dalam bukunya Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru mengatakan, “Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktifitas belajar”.[4] Prestasi belajar yang baik, bisa dicapai dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat, yaitu pembelajaran aktif yang ketika proses pembelajaran berpusat pada anak didik.
Menurut Ahmadi, metode mengajar adalah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di kelas baik secara individual atau secara kelompok atau klasikal agar pelajaran itu dapat diserap, difahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Semakin baik metode mengajar, semakin efektif pula pencapaian tujuan.[5]  Sedangkan Sanjaya memberi pengertian metode sebagai “realisasi strategi yang telah ditetapkan.”[6] Jadi dalam satu strategi pembelajaran itu bisa menggunakan beberapa metode. Makin tepat metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar, diharapkan makin efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Tentunya faktor-faktor lain pun harus diperhatikan juga seperti: faktor guru, faktor siswa, faktor situasi (lingkungan), media dan lain-lain.
Mengajar bukan persoalan mudah, bukan semata menceritakan, mentransfer informasi atau pengetahuan dari guru ke siswa. Begitu juga dengan belajar, bukanlah konsekwensi otomatis dari penuangan informasi ke dalam benak pikiran siswa. Belajar merupakan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan dalam penyampaian informasi belum tentu membuahkan hasil belajar yang maksimal. Hasil belajar hanya akan diingat dan dirasakan manfaatnya oleh siswa bila ia ikut aktif terlibat.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar guru bisa menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research ). Karena tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di kelas dan meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesinya.
PTK memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik artinya adalah pihak yang terlibat dalam PTK (guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah yang terjadi dalam pembelajaran di kelas dengan menerapkan tindakan yang bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk menguur tingkat keberhasilannya.
Jadi, dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini, terdapat 3 unsur atau konsep yaitu:
1.      Penelitian adalah aktifitas mencermati suatu objek tertentu melalui metodologi ilmiah dengan mengumpulkan data – data dan disnslisis untuk menyelesaikan suatu masalah.
2.      Tindakan adalah suatu aktifitas yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang berbentuk siklus kegiatan dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu atau kualitas proses belajar mengajar.
3.      Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang asama dari seorang guru.  
Dan dalam PTK ini peneliti memilih metode Card Sort. Metode ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi, fakta, tentang objek atau mereview informasi. Dalam metode ini juga mengikut sertakan gerakan fisik yang bisa membantu mendinamisir kelas yang jenuh atau bosan. Zaini menjelaskan langkah – langkah dalam metode Card Sort adalah :
1.      Setiap siswa atau mahasiswa diberi potongan kertas yang diberi informasi atau contoh yang tercakup dalam satu atau lebih kategori.
2.      Mintalah siswa atau mahasiswa untuk bergerak dan berkeliling di dalam kelas untuk menemukan kartu dengan kategori yang sama.
3.      Siswa atau mahasiswa dengan kategori yang sama diminta mempresentasikan ketegori masing – masing di depan kelas.
4.      Seiring dengan presentasi dari tiap – tiap kategori tersebut, berikan poin – poin penting terkait materi pelajaran atau perkuliahan.[7]
Juga akan membantu siswa untuk mengingat kembali setiap materi pelajaran yang baru dikaitkan dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang ada sebelumnya. Yaitu ketika para peserta didik mengelompokkan kategori kartunya tadi,  maka untuk presentasinya mereka juga bisa menggabungkan dengan pelajaran yang lalu atau pengalamannya. Hal ini akan lebih memotivasi anak didik untuk belajar lebih giat lagi dalam belajar.
Dalam metode Card Sort Zaini mengatakan,”bahwa strategi ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi, fakta, tentang objek atau mereview informasi. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu meminimalisir kelas yang jenuh atau bosan.”[8]
Berdasarkan observasi pada bulan pebruari di kelas X-1 MAN Prambon. murid – murid terlihat begitu jenuh dengan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq. Karena guru hanya menerapkan metode ceramah. Hal inilah yang menjadi latar belakang penulis untuk menkaji secara mendalam metode Card Sort yang sesuai untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar berlangsung sehingga mampu meningkatkan prestasi siswa. Berdasarkan fenomena tersebut maka skripsi ini diformulasikan dengan judul “Implementasi Metode  Card Sort Dalam Meningkatkan Prestasi  Belajar Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Siswa Kelas X-1 MAN Prambon Tahun Pelajaran 2010/2011.

B.     Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apakah implementasi Metode  Card Sort dapat meningkatkan prestasi pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq kelas X-1 MAN Prambon Tahun Pelajaran 2010/2011?
2.      Sejauh mana implementasi metode Card Sort dapat meningkatkan prestasi pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq kelas X-1 MAN Prambon tahun pelajaran 2011/2011?

C.    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain adalah:
1.      Untuk mengetahui implementasi Metode Card Sort dapat meningkatkan prestasi pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq kelas X-1 MAN Prambon Tahun Pelajaran 2010/2011.
2.      Untuk mengetahui sejauh mana implementasi metode Card Sort dapat meningkatkan prestasi pada mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas X-1 MAN Prambon tahun pelajaran 2011/2011.

D.    Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari peneliti adalah :
1.      Untuk siswa
a.       Meminimalisir kejenuhan siswa ketika pembelajaran berlangsung.
b.      Memotivasi siswa kelas X-1 MAN Prambon dengan tujuan meningkatkan prestasi belajarnya.
2.      Untuk guru
a.       Penelitian ini menjadi refrensi bagi guru untuk lebih mengembangkan berbagai model pembelajaran dalam pengajaran di kelas.
b.      Melakukan inofasi pembelajaran sehinga pembelajaran yang dilakukan senantiasa tampak baru dikalangan peserta didik.
c.       Merupakan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP) sesuai karakteristik pembelajaran, serta situasi dan kondisi kelas.
d.      Meningkatkan profesionalisme guru melalui upaya peelitian, sehingga pemahaman guru senantiasa meningkat, baik berkaitan dengan metode ataupun dengan meteri. 
3.      Untuk sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
4.      Untuk peneliti
a.       Masukan bagi penulis untuk mengembangkan wacana belajar.
b.      Bahan kajian ilmiah lebih lanjut bagi peneliti yang ingin meneliti lebih lanjut.

E.     Ruang Lingkup penelitian
Ruang lingkup masalah di dalam Penelitian Tindakan Kelas ini dibatasi sebagai berikut:
  1. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas X-1 MAN Prambon semester 2 tahun pelajaran 2010 / 2011.
  2. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan menggunakan metode Card Sort yang merupakan pengembangan dari strategi Active Learning.
  3. Mata pelajaran Aqidah Akhlaq adalah salah satu bagian dari Pendidikan Agama Islam. Jadi, prestasi Aqidah Akhlaq sama halnya dengan prestasi Pendidikan Agam Islam yaitu penilaian atas hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu.[9] Adapun prestasi yang dimaksud disini adalah nilai ulangan harian.
  4. Materi ajar pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Pendidikan Agama Islam yang menyangkut materi pada bab semester genap.

F.     Hipotesis Tindakan
Dengan memperhatikan pemaparan  di atas, maka hipotesis tindakan dirumuskan sebagai berikut: “Dengan menerapkan metode Card Sort akan meningkatkan prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq kelas X-1 MAN Prambon tahun pelajaran 2010/2011.


[1] Umiarso dan Haris Fathoni Makmur, Pendidikan islam dan krisis moralisme Masyarakat Modern (Jogjakarta: Ircisod, 2010), 109.
[2] Bob Samples, Revolusi  Belajar Untuk Anak: Panduan belajar Dan bermain Untuk Membuka Pikiran Anak Anda  (Bandung: Jalmal Press, 1999), 30.
[3] M.Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (bandung: Remaja Rosda Karya, 2007), 60.
[4] Syaiful Bahri Djamarah,  Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru  (Surabaya: Usaha Nasional, 1994), 23.
[5] Abu Ahmadi, Strategi Belajar Mengajar  (Bandung: Pustaka Setia, 2005), 52.
[6] Wina sanjaya, Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan  (Jakarta: Kencana Predana Media Group, 2007), 124.
[7] Hisyam Zaini dkk, Strategi Pembelajaran Aktif  (Yogyakarta: CTSD, 2007), 53.
[8] Hisyam Zaini dkk, Strategi Pembelajaran Aktif, 53.
[9] Sutratina Tirtonegoro, Anak Super Normal Dan Program Pendidikan (Jakarta: Bina Aksara, 2001), 43.

1 komentar: