Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Saturday, May 4, 2013

Contoh Skripsi Penelitian Tindakan Kelas BAB IV Hasil Penelitian

 Terima kasih, blog Banjir Embun telah dipercaya untuk digunakan sebagai referensi karya tulis oleh beberapa akademisi dan calon ilmuwan muda. Berikut puluhan BUKTI blog Banjir Embun mendapat kepercayaan masyarakat ilmiah (ilmuwan):

<<  Puluhan bukti blog Banjir Embun mendapat kepercayaan masyarakat luas  >> 



Buku A. Rifqi Amin (pendiri Banjir Embun) berjudul: 


  IMPLEMENTASI METODE CARD SORT DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ SISWA KELAS X-1 MAN PRAMBON TAHUN PELAJARAN 2010/2011

 Oleh:
LUTHFI DAMAYANTI
 Sumber Foto: Facebook



(Penulis adalah Alumni MAN Nganjuk dan STAIN Kediri, saat ini masih menjadi Mahasiswa Program Pascasarjana STAIN Kediri Angkatan ke-2)

BAB IV
HASIL PENELITIAN

Pada tanggal 16 April 2011,  peneliti memberikan surat izin kepada Bapak Muhaimin, M.Pd.I selaku kepala sekolah Man Prambon Nganjuk. Serta melakukan pertemuan dengan Bu Elok selaku guru mata pelajaran Aqidah Akhlaq kelas 1. Dalam pertemuan tersebut, peneliti menyampaikan tujuan untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, waka kurikulum juga menyambut dengan baik akan kedatangan peneliti. Berdasarkan beberapa pertimbangan maka kelas X-1 menjadi pilihan sebagai sumber penelitian. Karena kelas X-1 adalah kumpulan siswa terpilih dari beberapa kelas yang memiliki nilai baik pada semester ganjil. Atau bisa dikatakan kelas excelent. Namun, kondisi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan ketika ulangan harian banyak siswa yang nilainya masih dibawah KKM yaitu pada mata pelajran Aqidah Akhlaq.
DAFTAR SISWA MAN PRAMBON NGANJUK KELAS X1
No.
NIS
Nama
Laki-laki
(L)
Perempuan
(P)
1
0923
Aimatus Sholikhah

P
2
0966
Andiya Wahyu Artisyah

P
3
0886
Asmaur Rosyidah

P
4
0887
Asrianti Elisatul Rahmah

P
5
1007
Bintiatikoh Trianingrum

P
6
0888
Binti Chikmatul Maulidiyah

P
7
1049
Chushila Ammaliyya 'Azizah

P
8
1051
Endang Retnowati

P
9
1012
Endra Eko Prasetyo
L

10
0891
Dina Zubaidah

P
11
0893
Faridha latifa nisa'

P
12
0976
Ichwanudin
L

13
1016
Juli Sastikasari

P
14
0978
Ika Wahyu Alfiyanti

P
15
0898
Kurnia Catur Setyorini

P
16
0980
Lailatul Mubarokah

P
17
0899
Lianna Sholihah

P
18
1060
Luluk Nur Hidajah

P
19
0901
M. David khabibi
L

20
0902
Mashudi
L

21
1083
Munibatul Ummah

P
22
0988
Naning Hidayati

P
23
1028
Nurul Khomariyah

P
24
0905
Nia Ni'matul Chasanah

P
25
0906
Nikmatul Sholikah

P
26
0989
Nila Wahyu Utami

P
27
0907
Nita Rizqila

P
28
0908
Novi Lailatul Maghfiroh

P
29
0990
Novita Nahar Fuzia Lestari

P
30
1033
Rizki Wahyuningsih

P
31
0911
Samsul Ma'arif
L

32
0912
Siti Khofifah

P
33
0913
Siti Mahmudah

P
34
0914
Siti Rokhmatulumah

P
35
0998
Suswanti Kiki Arizki Ayik Wandini

P
36
0918
Tutik Purwati

P
Dokumentasi MAN Prambon Nganjuk, diambil pada tanggal 24 Pebruari 2011.
Selama  pelaksanaan penelitian, peneliti sebagai obsevator didampingi oleh guru mata pelajaran. Tindakan dilakukan dengan disesuaikan karakteristik siswa. Penelitian ini merupakan lanjutan dari PPL yang telah dilaksanakan semester lalu. Sehingga peneliti juga telah mengenal siswa dan memiliki data sebagai acuan untuk melaksanakan penelitian dengan pertimbangan yang dituturkan oleh guru mata pelajaran.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus, yang dalam tiap siklus terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil refleksi ini dijadikan dasar untuk menentukan keputusan perbaikan pada siklus berikutnya.
Pada proses tindakan kelas, peneliti melakukan pra siklus. Pada pra siklus ini peneliti melakukan uji coba terhadap tingkat kemampuan siswa dalam memahami pelajaran Aqidah Akhlaq melalui metode ceramah. Pertemuan selanjutnya menjadi siklus 1 disusul dengan siklus 2 dan yang terakhir siklus 3.
Pada tahap pra siklus, meliputi tahap:
1.      Perencanaan tindakan
Pada pra siklus ini materi yang disampaikan adalah Asmaul Husna yang merupakan pokok pembahasan bab 1 semester genap. Materi ini disampaikan selama 4 kali pertemuan, karena memiliki 4 KD yang tiap KD nya membutuhkan 1 kali pertemuan. Dan dalam hal ini, peneliti menerapkan metode ceramah.
Melalui pembelajaran dengan metode ceramah diharapkan para siswa bisa memperoleh nilai yang bisa memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).
2.      Pelaksanaan tindakan
Pelaksanaan pada tanggal  pembelajaran dimulai jam 15.00 WIB. Kegiatan awal dimulai dengan guru mengucapakan salam pembuka, berdoa, perkenalan, motivasi belajar, menyampaikan pre test, informasi pencapaian hasil belajar.
Dalam kegiatan ini pembelajaran disampaikan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Adapun materi yang disampaikan adalah Asmaul Husna. Dari KD pertama sampai KD terakhir pada bab awal di semester genap.
Pada kegiatan akhir diisi dengan post test mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai materi yang telah disampaikan. Karena dalam 1 SK hanya ada satu bab yang di ulas, maka peneliti mengambil hasil belajar atau ulangan di akhir bab 1 yang telah tersampaikan semuanya. Kegiatan pre test ini peneliti ambil ketika melaksanakan PPL 2. Dan pada tiap pertemuan ketika penutup dari kegiatan pembelajaran adalah mengakhiri dengan ucapan hamdalah.
DAFTAR NILAI PRA SIKLUS
No
Nomor
Induk
Nama
L/P
Skor Nilai

Pra siklus
Ketentuan
1
0923
Aimatus Sholikhah
P
75
Tuntas
2
0966
Andiya Wahyu Artisyah
P
58,5
Tidak tuntas
3
0886
Asmaur Rosyidah
P
74
Tuntas
4
0887
Asrianti Elisatul Rahmah
P
60,5
Tidak tuntas
5
1007
Bintiatikoh Trianingrum
P
75,5
Tuntas
6
0888
Binti Chikmatul Maulidiyah
P
55
Tuntas
7
1049
Chushila Ammaliyya 'Azizah
P
71
Tidak tuntas
8
1051
Endang Retnowati
P
70
Tuntas
9
1012
Endra Eko Prasetyo
L
41,5
Tidak tuntas
10
0891
Dina Zubaidah
P
79
Tuntas
11
0893
Faridha latifa nisa'
P
74,5
Tuntas
12
0976
Ichwanudin
L
75,5
Tuntas
13
1016
Juli Sastikasari
P
71
Tuntas
14
0978
Ika Wahyu Alfiyanti
P
67,5
Tidak tuntas
15
0898
Kurnia Catur Setyorini
P
57,5
Tidak tuntas
16
0980
Lailatul Mubarokah
P
74,5
Tuntas
17
0899
Lianna Sholihah
P
77
Tuntas
18
1060
Luluk Nur Hidajah
P
70
Tuntas
19
0901
M. David khabibi
L
76
Tuntas
20
0902
Mashudi
L
88
Tuntas
21
0988
Naning Hidayati
P
69,5
Tidak tuntas
22
1028
Nurul Khomariyah
P
74
Tuntas
23
0905
Nia Ni'matul Chasanah
P
74
Tuntas
24
0906
Nikmatul Sholikah
P
59
Tidak tuntas
25
0989
Nila Wahyu Utami
P
83,5
Tuntas
26
0907
Nita Rizqila
P
82
Tuntas
27
0908
Novi Lailatul Maghfiroh
P
37,5
Tidak tuntas
28
0990
Novita Nahar Fuzia Lestari
P
83
Tuntas
29
1033
Rizki Wahyuningsih
P
88,5
Tuntas
30
0911
Samsul Ma'arif
L
57
Tidak tuntas
31
0912
Siti Khofifah
P
74
Tuntas
32
0913
Siti Mahmudah
P
60,5
Tidak tuntas
33
0914
Siti Rokhmatulumah
P
62
Tidak tuntas
34
0998
Suswanti Kiki Arizki Ayik Wandini
P
83,5
Tuntas
35
0918
Tutik Purwanti
P
93
Tuntas
Nilai Tertinggi
93
Nilai Terendah
37,5
Rata-rata
56

Jumlah siswa pada awalnya 36, Karena ada satu siswa yang pindah maka kelas X1 jumlahnya menjadi 35.
Dari data hasil ulangan harian yang didapat dapat dilihat bahwa ada 23 siswa yang yang tuntas dan 12 siswa yang tidak tuntas. Sehingga jika dianalisis lebih lanjut yaitu bahwa ketuntasan dari pra siklus ini adalah 23/35 x 100% = 65%. Pencapaian ini belum maksimal maka perlu ditingkatkan lagi karena KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan adalah 70. Maka dapat diketahui masih ada 12 anak yang belum memenuhi jumlah KKM.
3.      Pengamatan
Pengamatan dilakukan untuk mengetahui bagaimana aktifitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dengan menerapkan metode ceramah. Dalam kegiatan pengamatan ini, ada 4 komponen sikap yang dijadikan acuan untuk mengamati aktifitas siswa, yaitu rasa ingin tahu siswa ketika pembelajaran berlangsung, minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Aqidah Akhlaq, keaktifan siswa dalam bertanya, dan keberanian siswa mengemukakan pendapat.
Sehingga dalam hal dapat diketahui tingkat antusias siswa terhadap pembelajaran mata pelajaran Aqidah Akhlaq dengan menerapkan metode ceramah. Berdasarkan hasil pengamatan penelitian dalam pra siklus, dapat disusun menjadi tabel sebagai berikut:
Data Hasil Penilaian Pengamatan Sikap Pada Prasiklus
No
Aktifitas yang dinilai
KB
C
B
SB
1
Rasa ingin tahu siswa dalam KBM

  


2
Minat siswa dalam KBM



3
Keaktifan siswa mengajukan pertanyaan



4
Keberanian siswa mengemukakan pendapat




Jumlah
8

Jumlah skor rata-rata
2

Nilai prosentase
50

Kriteria pengujian
Kurang baik
Keterangan:
KB (Kurang Baik)                        : 1
C   (Cukup)                      : 2
B   (Baik)                         : 3
SB (sangat Baik)               : 4          
Dari tabel di atas maka dapat diketahui berapa persen keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Yaitu 8/4 = 2, yang kemudian dinyatakan dalam skala prosentasi adalah: 
2/4 x 100% = 50%. Sesuai dengan penjelasan dalam bab III, maka hasil penilaian masuk dalam kategori penilaian kurangbaik. Maka harus ada tindakan lanjut.
4.      Analisis dan refleksi
Dalam model penelitian tindakan kelas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan kemudian pelaksanaan tindakan. Dalam pelaksanaan ini terdapat kegiatan mengamati aktifitas selama pembelajaran. Dan yang terakhir melakukan analisis dan refleksi. Apabila metode yang digunakan berhasil maka bisa langsung ditarik kesimpulan. Namun apabila metode yang dilakukan masih perlu perbaikan maka dilakukan rencana selanjutnya, demikian terus berulang sampai metode yang digunakan benar-benar berhasil.
Langkah awal sebelum tindakan dilaksanakan, peneliti harus melakukan pratindakan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa sebelum tindakan dilakukan.
Pada tahap pratindakan, peneliti melakukan refleksi dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) materi yang diajarkan sering didengar oleh siswa, sehingga banyak siswa yang menyepelekan. (2) metode yang dilakukan kurang bisa mengikut sertakan semua siswa, sehingga banyak siswa yang ramai sendiri ketika KBM berlangsung. (3) berdasarkan kenyataan itulah, hanya sebagian kecil dari siswa yang aktif selama KBM berlangsung.
Pada tahap pratindakan ini, peneliti memberi tes awal dengan tujuan mengetahui kemampuan siswa dalam mata pelajaran Aqidah Akhlaq. Tahap awal ini memfokuskan pada aspek ingatan, pemahaman, penerapan, dan analisis.
Dari hasil tes pada kegiatan tersebut diketahui bahwa siswa belum sepenuhnya bisa menyerap pelajaran yang telah di sampaikan. Sehingga peneliti bersama dengan guru mata pelajaran merumuskan alternatif tindakan dan menyusun rancangan pembelajaran dengan menggunakan metode Card Sort.  
1.      Siklus I
Tindakan siklus I dilakukan ketika telah melakukan kegiatan prasiklus atau pratindakan yang telah dianalisis dan direfleksi. Tindakan I ini bertujuan untuk menimgkatkan prestasi siswa atau hasil ulangan harian. Tindakan I ini menggunakan media berupa kartu yang sederhana. Kartu yang memuat tentang kata atau kalimat pendek. Dimaksudkan agar siswa dapat mengungkapkan idenya. Peningkatan kemampuan siswa dapat diketahui ketika menjawab soal ulangan dalam aspek ingatan, pemahaman, penerapan, dan analisis.
a.       Perencanaan tindakan I
Perencanaan tindakan I meliputi membuat skenario belajar, mempersiapkan alat atau bahan yang dibutuhkan selama pembelajaran berlangsung. Di MAN Prambon, telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi maka untuk langkah awal peneliti menyiapkan silabus. Dalam pembelajaranpun terdapat beberapa pertanyaan yang menyinggung mengenai pelajaran. Adapun dalam siklus I ini penelitian dilakukan pada bab Asmaul Husna. Karena pada bab ini, siswa diharuskan bisa mengingat arti dari Asmaul Husna, memahami isi, menganalisa suatu kejadian atau peristiwa.
b.      Pelaksanaan tindakan I
Tindakan yang dilakukan pada siklus I ini adalah melaksanakan aktifitas pembelajaran dengan metode Card Sort. Penggunaan metode ini adalah sebagai awal dalam pelaksanaan tindakan, karena dalam pelaksaannya kartu hanya terdapat kata inti yang nantinya akan dijabarkan setelah menemukan kelompoknya. Dalam penjabaran ini siswa akan mengemukakan idenya sehingga hal ini akan melatih siswa untuk berani berbicara di depan teman-temannya.
Ketika dikelas, kegiatan pada pembelajaran tidak jauh beda dengan pra siklus yaitu ketika kegiatan awal mengucapkan salam pembuka,  menyampaikan pre test, informasi indikator pencapaian hasil belajar.  Pada Kegiatan inti guru mengingatkan kembali materi  yang bersangkut paut dengan Asmaul Husna. Dan kegiatan penutupnya adalah menyampaikan post test.
DATA HASIL TES KELAS X1 SIKLUS I

No

NIS

Nama

L/P
Skor Nilai
 Siklus I
Ketentuan
1
0923
Aimatus Sholikhah
P
70
Tuntas
2
0966
Andiya Wahyu Artisyah
P
70
Tuntas
3
0886
Asmaur Rosyidah
P
75
Tuntas
4
0887
Asrianti Elisatul Rahmah
P
70
Tuntas
5
1007
Bintiatikoh Trianingrum
P
75
Tuntas
6
0888
Binti Chikmatul Maulidiyah
P
68
Tidak tuntas
7
1049
Chushila Ammaliyya 'Azizah
P
80
Tuntas
8
1051
Endang Retnowati
P
75
Tuntas
9
1012
Endra Eko Prasetyo
L
60
Tidak tuntas
10
0891
Dina Zubaidah
P
80
Tuntas
11
0976
Ichwanudin
L
66
Tidak tuntas
12
1016
Juli Sastikasari
P
73
Tuntas
13
0978
Ika Wahyu Alfiyanti
P
88
Tuntas
14
0898
Kurnia Catur Setyorini
P
63
Tidak tuntas
15
0980
Lailatul Mubarokah
P
75
Tuntas
16
0899
Lianna Sholihah
P
71
Tuntas
17
1060
Luluk Nur Hidajah
P
76
Tuntas
18
0901
M. David khabibi
L
90.5
Tuntas
19
0902
Mashudi
L
68
Tidak tuntas
20
0988
Naning Hidayati
P
90
Tuntas
21
1028
Nurul Khomariyah
P
75
Tuntas
22
0905
Nia Ni'matul Chasanah
P
75
Tuntas
23
0906
Nikmatul Sholikah
P
75
Tuntas
24
0989
Nila Wahyu Utami
P
71
Tuntas
25
0907
Nita Rizqila
P
75
Tuntas
26
0908
Novi Lailatul Maghfiroh
P
71
Tuntas
27
0990
Novita Nahar Fuzia Lestari
P
78
Tuntas
28
1033
Rizki Wahyuningsih
P
76
Tuntas
29
0911
Samsul Ma'arif
L
60
Tidak tuntas
30
0912
Siti Khofifah
P
70
Tuntas
31
0913
Siti Mahmudah
P
70
Tuntas
32
0914
Siti Rokhmatulumah
P
76
Tuntas
33
0998
Suswanti Kiki Arizki Ayik Wandini
P
73
Tuntas
34
0918
Ttik Purwanti
P
76
Tuntas
Nilai Tertinggi
90,5
Nilai Terendah
60
Rata-rata
73,8

Dari data tabel di atas dapat diketahui dari jumlah siswa yang ada yaitu 38 siswa yang tuntas adalah 28 ­­­­­­­­­siswa. Sedangkan yang tidak tuntas ada 6 siswa. Jika dianalisis lebih lanjut, 28/34 x 100% = 82 % artinya terdapat peningkatan sebesar 17% dari ketuntasan belajar pra siklus 65%. Berdasarkan data di atas masih ada siswa yang belum tuntas, maka harus ada tindak lanjut.  
c.       Pengamatan
Kegiatan pengamatan siklus I, dilakukan untuk mengetahui peningkatan siwa dalam proses belajar mengajar berlangsung. Dengan menggunakan metode Card Sort yang merupakan metode baru yang diterapkan dalma pembelajaran Aqidah Akhlaq. Adapun aspek yang dinilai adalah sama dengan pengamatan pra siklus yaitu pada aspek rasa ingin tahu siswa ketika pembelajaran berlangsung, minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Aqidah Akhlaq, keaktifan siswa dalam bertanya, dan keberanian siswa mengemukakan pendapat.
Dalam siklus I ini bisa dilihat hasil penilaian berdasarkan pengamatan melalui tabel berikut.
Data Hasil Penilaian Proses Pengamatan Pada Siklus I
No
Aktifitas yang dinilai
KB
C
B
SB
1
Rasa ingin tahu siswa dalam KBM



2
Minat siswa dalam KBM



3
Keaktifan siswa mengajukan pertanyaan



4
Keberanian siswa mengemukakan pendapat



Jumlah
10
Jumlah skor rata-rata
2,5
Nilai prosentase
62,5
Kriteria pengujian
Kurang baik

Keterangan:
a.       KB (Kurang Baik)      : 1
b.      C         (Cukup)          : 2
c.       B         (Baik)             : 3
d.      SB (sangat Baik)         : 4
Dari tabel di atas maka dapat diketahui berapa persen keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Yaitu, 10/4 = 2,5 yang kemudian dinyatakan dalam skala prosentasi adalah: 2,5/4 x 100 = 62,5. Sesuai dengan penjelasan dalam bab III, maka hasil penilaian masuk dalam kategori penilaian kurangbaik. Maka harus ada tindakan lanjut.
d.      Analisis dan refleksi tindakan.
Pada tahap ini peneliti dan teman sejawat secara kolaboratif mengadakan kegiatan sebagai berikut:
1)      Mengamati teknik pembelajaran yang telah dilakukan.
2)      Mengidentifikasikan faktor hambatan dan kemudahan dalam pembelajaran dengan menerapkan metode Card Sort.
3)      Merumuskan alternatif tindakan yang akan dilaksanakan selanjutnya.
Setelah melakukan observasi pada tindakan I, maka dilakukan analisis tindakan I. Ternyata masih perlu perbaikan untuk meningkatkan prestasi siswa yang masih belum tuntas. Dan rata-rata nilai siswa di siklus I ini adalah 73,8. Kesulitan siswa pada siklus I antara lain adalah pada aspek  analisa dan penalaran. Namun terdapat peningkatan dalam ketuntasan belajar siswa sebesar 17%. Dari ketuntasan belajar pra siklus 65% menjadi 82% dalam siklus 1.
Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa, pembelajaran dengan menggunakan metode Card Sort kurang berhasil. Penggunaan metode pada tindakan I masih kurang dapat membantu meningkatkan prestasi siswa. Berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi diketahui aspek yang harus diperbaiki, yaitu aspek analisa dan penalaran. Maka disusunlah kegiatan pembelajaran selanjutnya untuk meningkatkan prestasi siswa.
2.      Siklus II
Setelah dilaksanakan siklus I, maka dapat diketahui aspek yang harus diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi dam refleksi, yaitu:
a.       Siswa kurang bisa menuangkan idenya berdasarkan kartu yang dimilikinya.
b.      Waktu mencari kelompok kertu siswa terlihat gaduh.
Berdasarkan hasil tindakan I, faktor yang diduga menjadi penyebab timbulnya permasalahan tersebut adalah metode yang dipakai kurang bisa membantu siswa untuk menuangkan idenya.
Dari hasil analisis dan refleksi pada tindakan I, diketahui aspek-aspek yang perlu diperbaiki. Sehingga peneliti merencanakan tindakan II.
a.       Perencanaan Tindakan II
Tindakan II dilakukan setelah pelaksanaan tindakan I dianalisis dan sirefleksi. Adapun tujuan dari tindakan II adalah lanjutan dari tindakan I yang kurang berhasil sehingga peneliti melakukan langkah selanjutnya.
Pada tindakan I siswa dalam mencari kelompok kartu, siswa terlihat gaduh dan sedikit membutuhkan waktu lebih lama. Maka pada tindakan II ini siswa dalam mencari kelompoknya adalah dengan menempelkan kartunya di papan tulis. Adapun nanti siswa lain yang menjadi kelompok kartunya akan langsung mengetahui siapa yang menjadi kelompoknya tanpa harus berkeliling dikelas mencari kelompok kertunya. Strategi yang digunakan kurang bisa menjadi perhatian siswa karena siswa hanya mencari kelompok kartu, berdiskusi dan menyampaikan hasil diskusi. Strategi tersebut kurang bisa mengembangkan ide atau pikiran siswa sehingga pada tindakan II ini strategi yang dipakai adalah tanya jawab setelah menyampaikan hasil diskusi. Karena dengan tanya jawab siswa akan lebih bisa mengeluarkan pendapatnya
b.      Pelaksanaan Tindakan II
Tindakan II dilakukan dengan menggunakan strategi tanya jawab. Pelaksanaan sama degan tindakan I dalam kegiatan awal. Kegiatan inti pada tindakan II ini adalah memberikan kartu pada siswa. Selanjutnya siswa mencari kelompok kartunya untuk berdiskusi tentang hal yang didapatkannya. Dalam mencari kelompok kartu, siswa cukup menempelkan kartu yang dimiliki ke papan tulis hal ini ditujukan agar bisa meminimalisir kegaduhan. Setelah itu siswa menyampaikan hasil diskusinya dan dilanjutkan dengan tanya jawab. 
DATA HASIL TES KELAS X1 SIKLUS II
No
Nomor
Induk
Nama
L/P
Skor
Nilai
Siklus II
Ketentuan
1
0923
Aimatus Sholikhah
P
76
Tuntas
2
0966
Andiya Wahyu A.
P
75
Tuntas
3
0886
Asmaur Rosyidah
P
76
Tuntas
4
0887
Asrianti Elisatul R.
P
80
Tuntas
5
1007
Bintiatikoh T.
P
78
Tuntas
6
0888
Binti Chikmatul M.
P
79
Tuntas
7
1049
Chushila Ammaliyya 'A.
P
81
Tuntas
8
1051
Endang Retnowati
P
79
Tuntas
9
1012
Endra Eko Prasetyo
L
76
Tuntas
10
0891
Dina Zubaidah
P
85
Tuntas
11
0976
Ichwanudin
L
68
Tidak tuntas
12
1016
Juli Sastikasari
P
80
Tuntas
13
0978
Ika Wahyu Alfiyanti
P
89
Tuntas
14
0898
Kurnia Catur Setyorini
P
71
Tuntas
15
0980
Lailatul Mubarokah
P
89
Tuntas
16
0899
Lianna Sholihah
P
73
Tuntas
17
1060
Luluk Nur Hidajah
P
80
Tuntas
18
0901
M. David khabibi
L
80
Tuntas
19
0902
Mashudi
L
75
Tuntas
20
0988
Naning Hidayati
P
91
Tuntas
21
1028
Nurul Khomariyah
P
73
Tuntas
22
0905
Nia Ni'matul Chasanah
P
78
Tuntas
23
0906
Nikmatul Sholikah
P
76
Tuntas
24
0989
Nila Wahyu Utami
P
81
Tuntas
25
0907
Nita Rizqila
P
78
Tuntas
26
0908
Novi Lailatul M.
P
81
Tuntas
27
0990
Novita Nahar Fuzia L.
P
78
Tuntas
28
1033
Rizki Wahyuningsih
P
81
Tuntas
29
0911
Samsul Ma'arif
L
85
Tuntas
30
0912
Siti Khofifah
P
83
Tuntas
31
0913
Siti Mahmudah
P
71
Tuntas
32
0914
Siti Rokhmatulumah
P
77
Tuntas
33
0998
Suswanti Kiki Arizki Aw
P
73
Tuntas
34
0918
Tutik Purwati
P
77
Tuntas
Nilai Tertinggi
91
Nilai Terendah
68
Rata-rata
78,3

Dari data tabel di atas dapat diketahui dari jumlah siswa yang ada yaitu 34 siswa yang tuntas adalah ­­­­­­­­33 siswa. Sedangkan yang tidak tuntas ada 1 siswa. Jika dianalisis lebih lanjut, yaitu: 33/34 x 100 = 97%, artinya terdapat peningkatan sebesar 15% dari ketuntasan belajar pada siklus I yaitu 82%. Berdasarkan data di atas ternyata masih ada siswa yang belum tuntas, maka harus ada tindak lanjut. 
c.       Pengamatan
Peneliti dan guru melakukan pengamatan terhadap penerapan metode Card Sort dalam meningkatkan pemahaman siswa yang tujuannya adalah meningkatkan prestasi siswa. Peneliti juga mengamati perubahan yang terjadi pada tindakan II. Adapun aspek yang dinilai adalah sama dengan pengamatan tindakan I yaitu pada aspek rasa ingin tahu siswa ketika pembelajaran berlangsung, minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Aqidah Akhlaq, keaktifan siswa dalam bertanya, dan keberanian siswa mengemukakan pendapat.
Dalam siklus II ini bisa dilihat hasil penilaian berdasarkan pengamatan melalui tabel berikut.
Data Hasil Penilaian Proses Pengamatan Pada Siklus II
No
Aktifitas yang dinilai
KB
C
B
SB
1
Rasa ingin tahu siswa dalam KBM



2
Minat siswa dalam KBM



3
Keaktifan siswa mengajukan pertanyaan



4
Keberanian siswa mengemukakan pendapat



Jumlah
12
Jumlah skor rata-rata
3
Nilai prosentase
75
Kriteria pengujian
Cukup
Keterangan:
a.       KB (Kurang Baik)      : 1
b.      C         (Cukup)          : 2
c.       B         (Baik)             : 3
d.      SB (sangat Baik)         : 4
Dari tabel di atas maka dapat diketahui berapa persen keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Yaitu 12/4 = 3, yang kemudian dinyatakan dalam skala prosentasi adalah: 3/4x100% = 75%. Sesuai dengan penjelasan dalam bab III, maka hasil penilaian masuk dalam kategori penilaian cukup maka harus ada tindakan lanjut agar menjadi lebih baik.
d.      Analisis Dan Refleksi
Dari pelaksanaan tindakan II kemampuan siswa terlihat lebih meningkat dibanding tindakan I. Ketuntasan belajar siswa meningkat 15% dari siklus I sebesar 82% menjadi 97% pada siklus II. Adapun hasil analisis tindakan II diketahui sebagai berikut:
1)      Siswa bisa mengungkapkan pendapatnya lewat tanya jawab.
2)      Siswa bisa menukar pikiran dengan temannya.
3)      Karena tanya jawab banyak dilakukan di kelompok awal menyebabkan kelompok akhir tidak mendapatkan waktu yang sama dengan kelompok sebelumnya, sehingga kelompok yang akhir kurang bisa mengungkapkan pendapatnya sebagaimana kelompok sebelumnya.
3.      Siklus III
Dari hasil analisis dan raefleksi tindakan II, diketahui ada 3 hal yang telah ditemukan dalam analisa dan refleksi. Adapun hal yang telah bisa menjadikan peningkatan prestasi siswa, hal tersebut akan diperbaiki lagi agar lebih efektif dan efisien.
Dalam tindakan III ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki tindakan II. Yaitu dalam presentasi dan tanya jawab dari setiap kelompok akan diberi durasi yang sama. Sehingga kelompok kartu yang dibuat harus lebih di perkecil jumlah kelompoknya.
a.       Perencanaan tindakan III
Berdasarkan temuan tindakan II, akhirnya peneliti dan guru bidang studi merumuskan strategi yang bisa lebih mengkondisikan keadaan. Kelompok kartu yang jumlahnya diperkecil adalah strategi baru sebagai perbaikan dari tindakan I dan tindakan II. Hal ini dimaksudkan agar setiap kelompok bisa presentasi dengan baik dengan mengungkapkan pendapat ketika tanya jawab berlangsung. Strategi ini akan meningkatkan tingkat penalaran dan analisis siswa terhadap permasalahan yang ditanyakan.
b.      Pelaksanaan tindakan III
Pelaksanaan pada tindakan III ini sama dengan tindakan I dan II. Namun pada pelaksanaan tindakan III ini peneliti menggunakan strategi tanya jawab dengan jumlah kelompok yang lebih kecil agar mereka bisa mengungkapkan pendapatnya dengan lebih baik. Karena dalam jumlah kelompok kartu yang lebih sedikit dalam sebuah kelas maka, waktu yang dimiliki oleh sebuah kelompok tersebut akan menjadi lebih banyak dalam presentasi hasil diskusi dan dalam sesi tanya jawab.
DATA HASIL TES KELAS X1 SIKLUS III
No
NIS
Nama
L/P
Skor Nilai
Siklus III
Ketentuan
1
0923
Aimatus Sholikhah
P
95
Tuntas
2
0966
Andiya Wahyu A.
P
77
Tuntas
3
0886
Asmaur Rosyidah
P
80
Tuntas
4
0887
Asrianti Elisatul R.
P
90
Tuntas
5
1007
Bintiatikoh T.
P
80
Tuntas
6
0888
Binti Chikmatul M.
P
80
Tuntas
7
1049
Chushila Ammaliyya 'A.
P
80
Tuntas
8
1051
Endang Retnowati
P
80
Tuntas
9
1012
Endra Eko Prasetyo
L
80
Tuntas
10
0891
Dina Zubaidah
P
86
Tuntas
11
0976
Ichwanudin
L
76
Tuntas
12
1016
Juli Sastikasari
P
85
Tuntas
13
0978
Ika Wahyu Alfiyanti
P
85
Tuntas
14
0898
Kurnia Catur Setyorini
P
82
Tuntas
15
0980
Lailatul Mubarokah
P
89
Tuntas
16
0899
Lianna Sholihah
P
75
Tuntas
17
1060
Luluk Nur Hidajah
P
82
Tuntas
18
0901
M. David khabibi
L
90
Tuntas
19
0902
Mashudi
L
95
Tuntas
20
0988
Naning Hidayati
P
90
Tuntas
21
1028
Nurul Khomariyah
P
75
Tuntas
22
0905
Nia Ni'matul Chasanah
P
80
Tuntas
 23
0906
Nikmatul Sholikah
P
80
Tuntas
24
0989
Nila Wahyu Utami
P
91
Tuntas
25
0907
Nita Rizqila
P
85
Tuntas
26
0908
Novi Lailatul M.
P
85
Tuntas
27
0990
Novita Nahar Fuzia L.
P
95
Tuntas
28
1033
Rizki Wahyuningsih
P
85
Tuntas
29
0911
Samsul Ma'arif
L
78
Tuntas
30
0912
Siti Khofifah
P
85
Tuntas
31
0913
Siti Mahmudah
P
80
Tuntas
32
0914
Siti Rokhmatulumah
P
83
Tuntas
33
0998
Suswanti Kiki Arizki Aw
P
83
Tuntas
34
0918
Tutik Purwati
P
93
Tuntas
Nilai Tertinggi
95
Nilai Terendah
75
Rata-rata
84,8

Dari data tabel di atas dapat diketahui bahwa pada siklus III 100%,artinya terdapat peningkatan 3% dari ketuntasan belajar pada siklus I yaitu 97% .
c.       Pengamatan
Dengan melihat dari pelaksanaan tindakan I dan II maka dalam tindakan III ini, diharapkan bisa memberi peningkatan terhadap prestasi belajarnya dalam mata pelajaran Aqidah Akhlaq. Adapun aspek yang dinilai adalah sama dengan pengamatan yaitu pada aspek rasa ingin tahu siswa ketika pembelajaran berlangsung, minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Aqidah Akhlaq, keaktifan siswa dalam bertanya, dan keberanian siswa mengemukakan pendapat.
Dalam siklus III ini bisa dilihat hasil penilaian berdasarkan pengamatan melalui tabel berikut.
Data Hasil Penilaian Proses Pengamatan Pada Siklus III
No
Aktifitas yang dinilai
KB
C
B
SB
1
Rasa ingin tahu siswa dalam KBM



2
Minat siswa dalam KBM



3
Keaktifan siswa mengajukan pertanyaan



4
Keberanian siswa mengemukakan pendapat



Jumlah
13
Jumlah skor rata-rata
3,25
Nilai prosentase
81,25
Kriteria pengujian
Baik
Keterangan:
a.       KB (Kurang Baik)      : 1
b.      C         (Cukup)          : 2
c.       B         (Baik)             : 3
d.      SB (sangat Baik)         : 4
Dari tabel di atas maka dapat diketahui berapa persen keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode Card Sort Yaitu, 13/4 = 3,25 yang kemudian dinyatakan dalam skala prosentasi adalah: 3,25/4 x 100% = 81,25.
d.      Analisis Dan Refleksi
Dari hasil analisis dan refleksi pada tindakan III diketahui bahwa prestasi siswa meningkat dengan hasil nilai ujian bisa memenuhi KKM yang di tentukan oleh pihak sekolahan. Sehingga tidak memerlukan tindakan lanjut. Karena ketuntasan belajar siswa telah mencapai 100%. Dan dalam pengamatan KBM ketika menerapkan metode Card sort telah mencapai kriteria baik hanya saja keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapat yang masih mendapatkan nilai 3 (baik). Karena aspek yang lainnya telah mencapai nilai 4 (sangat baik).
Dari penerapan metode Card Sort melalui pendekatan cooperative learning sebagaimana yang telah diterangkan secara terperinci pada setiap tahapan siklus mulai pelaksanaan siklus I, II, III telah memberi dampak yang positif terhadap kemampuan siswa sehingga mampu meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa. Hal ini bisa dilihat dari perolehan nilai awal siswa sebelum dan sesudah  pelaksanaan metode Card Sort.
Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap nilai yang diperoleh siswa baik sebelum dan sesudah pelaksanaan metode Card Sort adalah bahwa implementasi metode Card Sort dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X-I MAN Prambon Nganjuk tahun pelajaran 2010/2011.
Hasil tes belajar siswa pada pembelajaran pra siklus dapat kita ketahui dari 35 siswa mencapai standar ketuntasan belajar sebanyak 36 siswa dengan nilai rata-rata 56. Sehingga dapat diketahui tingkat ketuntasan siswa sebesar 65%.
Hasil tes siklus I dapat kita ketahui dari 34 siswa mencapai standar ketuntasan belajar sebanyak 28 siswa dengan nilai rata-rata 73,8. Sehingga dapat diketahui tingkat ketuntasan siswa sebesar 82%. Dan peningkatan yang diperoleh adalah 17% dari pra siklus.
Kemudian melanjutkan siklus II dan dapat kita ketahui dari 34 siswa mencapai standar ketuntasan belajar sebanyak 33 siswa dengan nilai rata-rata 78,3. Sehingga dapat diketahui tingkat ketuntasan siswa sebesar 97%. Adapun peningkatan keuntasan yang diperoleh adalah 15% dari siklus 1.
Selanjutnya siklus III dapat kita lihat bahwa data yang didapat dari 34 siswa mencapai standar ketuntasan belajar adalah 100% dengan peningkatan 3% dari siklus II dan nilai rata-rata 84,8. Dari sini dapat dikatakan bahwa semua siswa telah mampu mencapai standar ketuntasan belajar yang telah ditetapkan.

No comments:

Post a Comment