Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim. Ongkos kirim diperkirakan Rp. 18.000 - Rp. 35.000 tergantung lokasi pengiriman) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Serta buku ini hanya dijual di toko buku daerah YOGYAKARTA saja.Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Thursday, September 12, 2013

Ciri dan Fungsi Sikap



Ciri dan Fungsi Sikap


Oleh:
Agus Puguh Santosa
 
(Penulis adalah Alumni Mahasiswa Pascasarjana (S2) STAIN Kediri Tahun 2013)
 
 Sumber foto: Koleksi Pribadi Agus Pugoh Santoso

Alek Sobur menyimpulkan bahwa sikap memiliki ciri–ciri sebagai berikut;
a.       Sikap adalah kecenderungan berperilaku
b.      Sikap bukanlah sekedar rekaman masa lalu, namun juga menentukan apakah seseorang itu harus setuju atau tidak setuju terhadap sesuatu.
c.       Sikap relatif lebih menetap.
d.      Sikap mengandung nilai evaluatif, yang berarti mengandung nilai menyenangkan atau tidak
e.       Sikap timbul dari pengalaman.
f.       Sikap mempunyai segi-segi motovasi dan perasaan
g.      Sikap selalu berhubungan dengan objek sikap.[1]
Sedangkan WA Gerungan meyimpulkan ada 5 ciri-ciri yang menyertai sikap, yaitu:
a.       Sikap tidak dibawa sejak lahir melainkan dibentuk dan dipelajari sepanjang perkembangan subjek dalam hubungannnya dengan objeknya
b.      Sikap dapat berubah – ubah
c.       Sikap tidak berdiri sendiri, melainkan senantiasa  mengandung relasi tertentu terhadap suatu objek.
d.      Objek sikap tidak hanya berkisar pada satu objek saja, tetapi bisa juga dengen sederetan objek – objek yang serupa.
e.       Sikap mempunyai segi–segi motivasi dan perasaan. Karena dapat membedakan kecakapan atau pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang.[2]
Karena adanya ciri-ciri inilah, setiap individu memiliki sikap yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan sikap yang terjadi dalam diri setiap individu dikarenakan subjek sikap berbeda dalam merespon objek. Selain itu perbedaan sikap yang diperlihatkan oleh subjek tersebut didasarkan pada kondisi dan situasi yang dialami saat itu. Oleh karena itu sikap memiliki fungsi sebagai berikut;[3]
a.       Fungsi instrumental atau fungsi manfaat
Sikap disini berperan sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Subjek akan memandang sampai sejauh mana objek bisa dimanfaatkan dalam rangka mencapai tujuan. Bila objek sikap bisa membantu mencapai tujuan, maka subjek akan bersikap positif terhadapnya, dan begitu sebaliknya.
b.      Fungsi pertahaan ego
Sikap di sini berperan untuk mempertahankan egonya. Dalam arti demi untuk mempertahankan egonya seseorang akan bersikap tertentu terhadap suatu objek
c.       Fungsi ekspresi nilai
Sikap di sini berperan sebagai ekspresi suatu nilai yang ada dalam diri subjek. Dengan kata lain, jika individu mengambil sikap tertentu terhadap nilai tertentu, berarti itu menggambarkan nilai tersebut sama seperti yang ada pada diri individu tersebut.
d.      Fungsi pengetahuan
Sikap di sini berperan sebagai perwujudan sikap nyata dari hasil pengetahuan yang dimiliki subjek. Dalam arti jika subjek mempunyai sikap tertentu kepada suatu objek, ini berarti menunjukkan tentang pengetahuan subjek tersebut terhadap objek yang bersangkutan.
Sedangkan Abu Ahmadi dalam bukunya yang berjudul Psikologi Sosial mengatakan bahwa sikap memiliki fungsi sebagai; alat untuk menyesuaikan diri, alat pengatur tingkah laku, alat pengatur pengalaman-pengalaman dan pernyataan pribadi.[4]


[1] Alex Sobur, Psikologi Umum (Bandung: Pustaka Setia, 2003), 361-362
[2] WA Gerungan, Psikologi Sosial (Bandung: Eresco, 1988), 152
[3] Bimo Walgito, Psikologi Sosial Suatu Pengantar (Yogyakarta: Andi Ofset, 2003), 128-129
[4] Abu ahmadi, 165-167

No comments:

Post a Comment