--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Kamis, 12 September 2013

Pengertian Aktivitas Belajar


Lihat juga profil lengkap buku ke-2 A. Rifqi Amin berjudul "Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner"

 BUKU-BUKU KARYA A. RIFQI AMIN TERBEBAS DARI KEJAHATAN ILMIAH (UTAMANYA PLAGIASI)!!!

DOWNLOAD BAGIAN BUKU 

"PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER"

FORMAT PDF  >> di sini <<


Link Terkait buku A. Rifqi Amin:





Buku A. Rifqi Amin (pendiri Banjir Embun) berjudul: 







 Pengertian Aktivitas Belajar

Oleh:
Agus Puguh Santosa
(Penulis adalah Alumni Mahasiswa Pascasarjana (S2) STAIN Kediri Tahun 2013)
 

 Sumber foto: Koleksi Pribadi Agus Pugoh Santoso





Aktivitas merupakan kegiatan untuk melakukan sesuatu yang telah direncanakan dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam kaitannya dengan belajar, serta urgensinya, digambarkan oleh Sardiman di dalam bukunya interaksi dan motivasi belajar mengajar sebagai berikut: “mengapa di dalam belajar memerlukan aktivitas sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip di dalam interaksi belajar mengajar.[1]
Sejalan dengan pengertian di atas, Baharuddin memberikan pengertian, bahwa belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman yang dapat membawa perubahan bagi si pelaku baik perubahan pengetahuan, sikap maupun ketrampilan.[2]
Keuntungan dari penggunaan prinsip aktivitas adalah siswa bisa mencari pengalaman sendiri dan mengalami sendiri, berbuat sendiri akan mampu mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secara integral, bisa memupuk kerja sama yang harmonis dikalangan siswa, siswa bisa bekerja sesuai dengan minat dan kemampuannya sendiri, memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi demokratis.[3]
Pengertian belajar menurut Sardiman dapat ditinjau dari dua segi, yaitu dari pengertian luas dan sempit sebagaimana dikatakan bahwa dalam pengertian luas, belajar dapar diartikan sebagai kegiatan psiko fisik menuju ke perkembangan pribadi yang seutuhnya. Kemudian dalam arti sempit, belajar diartikan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian utuh.[4]
Sedangkan Nana Sudjana mendefinisikan belajar sebagai suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai proses hasil belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berupa pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, ketrampilan, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lainnya yang ada pada diri individu yang sedang belajar.[5]
Aktivitas belajar merupakan kegiatan yang mempunyai elemen-elemen:
a.       Merupakan perubahan dalam tingkah laku menuju lebih baik
b.      Perubahan itu terjadi karena latihan atau pengalaman (bukan kematangan atau kebetulan)
c.       Perubahan itu relatif menetap
d.      Perubahan itu menyangkut berbagai asepek kepribadian, baik fisik maupun psikis
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa belajar tidak dapat dipisahkan dengan aktivitas sebab belajar itu sendiri merupakan aktivitas.


[1] Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2001), 93.
[2] Baharuddin, Pendidikan dan Psikologi Perkembangan (Yogyakarta: Arruzz, 2010) 162
[3] Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar  (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), 175
[4] Sardiman, Interaksi, 20 – 21
[5] Nana Sudjana, Cara Belaja Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru Algensindo), 5

1 komentar: