Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Kamis, 12 September 2013

Pengertian Sikap






 Pengertian sikap

Oleh:
Agus Puguh Santosa
 
 Sumber foto: Koleksi Pribadi Agus Pugoh Santoso
 
Sikap adalah evaluasi terhadap objek, isu atau orang.[1] Linda mengartikan sikap sebagai konsep evaluatif yang telah dipelajari dan dikaitkan dengan pola pikir, perasaan dan prilaku kita.[2] Sedangkan Sarlito memandang sikap sebagai suatu proses penilaian yang dilakukan seseorang terhadap suatu objek.[3]
Adapun Hudainiyah mengatakan sikap adalah kecenderungan untuk bertindak dan bereaksi terhadap suatu rangsangan.[4] Pendapat ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Muhibbin bahwa sikap adalah kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu.[5]
Secara lebih kompleks sikap merupakan organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatif ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar kepada orang tersebut untuk membuat respon atau berperilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya.[6]
Dari beberapa pengertian di atas jelaslah bahwa sikap merupakan kecenderungan prilaku subjek terhadap objek, yang didahului dengan adanya perasaan dan penilaian terhadap objek, yang dilandasi atas dasar pengetahuan yang dimiliki subjek terhadap objek, sehingga terlihat prilaku yang nyata terhadap objek tersebut.
Dengan pengertian lain, prilaku yang muncul dari subjek, baik itu  perilaku mendekat atau menjauh, menolak atau menerima, itu terjadi karena subjek terlebih dahulu telah memiliki perasaan tertentu (baik suka atau tidak, senang atau tidak) atau subjek telah memiliki penilaian tertentu terhadap objek. Penilaian ini didasarkan atas pengetahuan subjek tentang objek. Sehingga subjek berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya mengadakan evaluasi untuk mengambil suatu tindakan.
Dengan demikian sikap memiliki pengertian yang tidak berdiri sendiri, melainkan kompleks karena melibatkan beberapa komponen yang meliputi aspek kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan/ emosi) dan konatif (perilaku).
Berkaitan dengan komponen-komponen sikap, Bimo Walgito menjelaskan bahwa;
Komponen kognitif (komponen perseptual) merupakan komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana seseorang memersepsikan objek. Komponen afektif (komponen emosional)  merupakan komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap objek sikap. Komponen ini menunjukkan arah sikap, positip atau negatif. Sementara itu, komponen konatif (komponen perilaku) merupakan komponen yang berhubungan dengan kecenderungan seseorang untuk berperilaku terhadap objek sikap. Komponen-komponen tersebut membentuk struktur sikap.[7]

Sedangkan Sarlito dalam bukunya yang berjudul Psikologi Sosial menjelaskan bahwa;
Sikap adalah konsep yang dibentuk oleh tiga komponen, yaitu kognitif, afektif dan perilaku. Komponen kognitif berisi semua perilaku serta ide-ide yang berkenaan dengan objek sikap. Isi pemikiran seseorang meliputi hal-hal yang diketahuinya sekitar objek sikap, dapat berupa tanggapan atau keyakinan, kesan, atribut dan penilaian tentang objek…komponen afektif dari sikap meliputi perasaan atau emosi seseorang terhadap objek. Adanya komponen afeksi dari sikap, dapat diketahui melalui perasaan suka atau tidak suka, senang atau tidak senang terhadap objek…komponen perilaku dapat diketahui melalui respon subjek yang berkenaan dengan objek. Respon yang dimaksud bisa berupa tindakan atau perbuatan yang dapat diamati dan dapat berupa intensi atau niat untuk melakukan perbuatan tertentu sehubungan dengan objek sikap.[8]

Sejalan dengan ini, Faturrohman meenjelaskan :
Ada tiga hal penting yang terkandung dalam, aspek afeksi (perasaan), aspek kognisi (keyakinan) dan aspek prilaku (dalam bentuk nyata atau kecanderungan). Aspek afeksi dari sikap terlihat dengan adanya penilaian dan perasaan terhadap suatu objek bila seseorang bersikap. Perasaan yang ditujukan kepada objek tertentu bisa positif bisa juga negatif. Perkataan yang berhubungan dengan kekaguman, pujian, atau penghargaan adalah sebagai contoh perasaan positif yang ditujukan secara verbal. Sedangkan senyuman, pupil yang melebar, rona yang cerah, adalah contoh dari ekspresi sikap posistif yang non verbal. Contoh perasaan negatif dari sikap yang diekspresikan secara verbal adalah cemoohan, sedangkan kerutan dahi dan muka cemberut adalah contoh dari ekspresi sikap negatif non verbal…aspek kognitif merupakan ekspresi dari keyakinan. Keyakinan ini tidak semata-mata berisi pengetahuan yang sesuai dengan kenyataan atau fakta, tetapi pengetahuan yang dimaksud terutama adalah opini tentang sesuatu yang belum tentu sesuai dengan kenyataan…aspek konasi sikap bisa berupa kecenderungan perilaku, intensi (niat), komitmen dan perbuatan respektif kepada objek sikap yang bisa dalam berbentuk positif atau negatif.[9]

Jadi dari aspek kognitif ini, subjek bisa memiliki persepsi, kesan, atribut dan mampu mengenal tentang suatu objek. Dan dari aspek afektif, subjek bisa mengungkapkan perasaannya / emosinya terhadap objek. Apakah ia merasa suatu objek itu menyenangkan atau tidak bagi dirinya, atau subjek menyukai atau tidak terhadap objek. Sedangkan dari aspek konatif, subjek menunjukkan reaksi yang berupa perilaku sebagai aksi terhadap objek. Perilaku tersebut bisa berupa perilaku positif maupun negatif. Perilaku positif akan membuat subjek berperilaku membantu, menolong maupun menyokong objek. Dengan kata lain subjek akan berusaha untuk berperilaku yang mendekatkan dirinya dengan objek. Dan begitu sebaliknya, jika subjek berperilaku negatif, maka subjek akan berusaha untuk berperilaku menjauh dari objek.
Dalam hal ini Abu Ahmadi membagi sikap menjadi dua, yaitu berdasarkan objeknya dan arah gerakannya. Berdasarkan objeknya sikap dibagi menjadi dua, yaitu sikap sosial dan sikap individu. Sikap sosial merupakan sikap yang dinyatakan oleh orang banyak yang objeknya adalah objek sosial dan dilakukan berulang-ulang. Sedang sikap individu merupakan sikap yang dimiliki oleh seorang individu terhadap objek yang tunggal. Dan jika dilihat dari arah gerakannya, sikap dibedakan menjadi dua, sikap positif dan sikap negatif. Sikap positif merupakan sikap yang menunjukkan atau memperhatikan, menerima, mengakui atau menyetujui. Sedangkan sikap negatif merupakan kebalikannnya, yaitu sikap menolak atau tidak menyetujui.[10]


[1] Shelly E. Taylor, Social Psychology 12TH Edition  (Jakarta: Kencana, 2009), 165
[2] Linda L. Davidoff, Psikologi Suatu Pengantar Edisi II (Jakarta: Erlangga, 1981),  333
[3] Sarlito W Sarwono, Psiokologi Sosial (Jakarta:Salemba Humanika, 2009), 82
[4] Hudainiyah Tri Dayakisni, Psikologi Sosial (Malang: UMM, 2006), 114
[5] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), 120
[6] Bimo Walgito, Teori-Teori Psikologi Sosial (Yogyakarta: Andi Offset, 2011), 127, Yudrik Jahja, Psiokologi Perkembangan (Jakarta: Kencana, 2011), 67
[7] Bimo Walgito, Teori-Teori Psikologi  Sosial, 66-67
[8] Sarlito, Psikologi Sosial, 83-84
[9] Faturochman, Pengantar Psikologi Sosial (Yogyakarta: Pustaka, 2006), 43-44
[10] Abu Ahmadi, Psikologi Sosial (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), 152-153

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar