--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Kamis, 12 September 2013

Pengukuran Sikap



 Pengukuran Sikap


Oleh:
Agus Puguh Santosa
 
(Penulis adalah Alumni Mahasiswa Pascasarjana (S2) STAIN Kediri Tahun 2013)
 
 Sumber foto: Koleksi Pribadi Agus Pugoh Santoso




Sikap merupakan proses evaluasi yang sifatnya subjektif yang berlangsung dalam diri seseorang dan tidak dapat diamati secara langsung. Sikap dapat diketahui melalui pengetahuan, keyakinan, perasaan dan kecenderungan tingkah laku seseorang terhadap objek sikap. Jadi kita dapat mengukur kedalaman sikap seseorang terhadap suatu objek melalui pengetahuannya, perasaannya, dan bagaimana ia memperlakukan objek tersebut.[1] Sikap adalah konsep yang dibentuk oleh tiga komponen, yaitu kognitif, afektif dan konatif atau perilaku. Ketiga komponen tersebut akan penulis paparkan sebagai berikut:
a.       Komponen kognitif
Komponen kognitif merupakan komponen yang menimbulkan pemahaman terhadap perasaan orang lain.[2]
Komponen kognitif berisi semua persepsi serta ide-ide yang berkenaan dengan objek sikap. Isi pemikiran seseorang meliputi hal-hal yang diketahuinya sekitar objek sikap, dapat berupa pengetahuan, tanggapan atau keyakinan, kesan, atribut dan penilaian tentang objek. Maka yang menjadi indikator dalam penilaian komponen kognitif dapat digambarkan sebagai berikut:
1)      Tanggapan atau keyakinan tentang objek
2)      Kesan yang muncul terkait objek
3)      Penafsiran tentang objek
4)      Penilaian tentang objek
b.      Komponen afektif
Komponen afektif dalam sikap ditunjukkan melalui perasaan atau emosi seseorang terhadap objek. Emosi adalah kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya.[3] Sedangkan fungsinya adalah untuk memunculkan respon spontan dalam menghadapi situasi, menyesuaikan reaksi dengan kondisi khusus, memotivasi tindakan untuk mencapai tujuan, mengkomunikasikan niat kepada orang lain, meningkatkan ikatan sosial, dan meningkatkan daya ingat terhadap memori.[4]
Adapun jenis emosi dasar manusia menurut Descartes seperti yang dikemukakan Alex Sobur adalah keinginan, benci, kagum, kesedihan, cinta dan kegembiraan.[5] Sedangkan menurut Darwis Hude emosi dasar manusia meliputi: senang, marah, sedih, takut, benci dan heran.[6] Sejalan dengan pendapat tersebut, Muhammad Usman Najati juga mengemukakan bahwa emosi manusia bisa berupa; cinta, takut, marah, benci, iru, cemburu dan malu.[7]Perasaan-perasaan ini menurut Dwi Sunar Prasetyono dapat dilihat dengan cara mengamati ekspresi wajahnya. Karena profil wajah orang memberikan banyak informasi mengenai manusia, termasuk sifat dasar dan karakter tertentu.[8]
Dari paparan di atas, maka secara aplikatif indikator sikap dilihat dari komponen afektif dapat digambarkan sebagai berikut:
1.      Senang atau cinta terhadap objek,
2.      Marah terhadap objek,
3.      Sedih jika jauh dari objek,
4.      Takut terhadap objek,
5.      Punya keinginan untuk dekat dengan objek,
6.      Benci terhadap objek,
7.      Kagum terhadap objek,
8.      Gembira saat berada di dekat objek.
c.       Komponen konatif atau perilaku
Komponen perilaku dapat diketahui melalui respon subjek yang berkenaan dengan objek. Respon yang dimaksud bisa berupa tindakan atau perbuatan yang dapat diamati dan dapat berupa intensi atau niat untuk melakukan perbuatan tertentu sehubungan dengan objek sikap. Tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh subjek bisa berupa tindakan yang positif atau negatif. Tindakan positif bisa berupa; rasa ingin membantu, bersahabat, dan keinginan untuk terus mendekat.[9] Sedangkan tindakan negatif bisa berupa sebaliknya.
Adapun Muhammad Usman Najati mengemukakan bahwa prilaku seseorang akan terlihat melalui emosinya. Seperti emosi cinta bisa melahirkan prilaku patuh dan taat, suka menolong dan perhatian, emosi marah bisa melahirkan kekerasan dan hilang daya kontrol pikiran, sedangkan emosi benci menimbulkan permusuhan. [10]
Dengan demikian secara aplikatif indikator sikap dalam komponen konatif dapat digambarkan sebagai berikut:
1)      Patuh dan taat
2)      Menghargai
3)      Menghormati
4)      Suka menolong
5)      Tidak memusuhi
6)      Perhatian


[1] Sarlito W Sarwono, Psikologi Sosial, 83
[2] Taufik, Empati Pendekatan Psiokologi Sosial (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012), 44
[3] Alex Sobur, 399
[4] Iqra’ al Firdaus, Kunci-Kunci Kontrol Emosi dengan Otak Kanan dan Otak Kiri (Yogyakarta: DIVA Press, 2012), 64-67
[5] Alex Sobur, Psikologi Umum, 428.
[6] M. Darwis Hude, Emosi (Jakarta: Erlangga, 2006), 137-214.
[7] Muhammad Usman Najati, Psikologi dalam Prespektif Hadits (Jakarta: Pustaka Al Husna Baru, 2004), 72-115
[8] Dwi Sunar Prasetyono, Membaca Wajah Orang (Yogyakarta: DIVA Press, 2010), 6
[9] Darwis Hude, Emosi, 233-234
[10] Muhammad Usman Najati, Psikologi dalam Prespektif Haadits, 72-106

0 komentar:

Poskan Komentar