Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Jumat, 06 September 2013

Puisi Hinanya Penghina

Hinanya Penghina

Oleh: A. Rifqi Amin




Jika kamu menghardikku

Menistai dan mensampahkanku

Itu tidak salah

Aku yang tetbuang dan tersingkirkan


Tapi sungguh itu manusia-manusia tak bernilai

Penghina teletak tak lebih dari sampah busuk

Penghardik tak lebih dari pecundang gelandangan

Bahkan walau berpendidikanpun tapi tak bermoral

Itulah sakit moralnya lebih sekedar sakit jiwa


Jika kamu mengacungkan kelingkingkmu

Maka jempolmu lebih kecil dari itu

Dan kamupun tak punya kegirangan hatiku

Kebahagiaan yang tak terbeli oleh semua punyamu

Bahkan oleh seluruh tubuhmu


Sungguh kamulah yang terhina

Tangisan hatimu meraung-raung

Dan akupun tersenyum dalam hati

Menikmati hidup tiada tepi

Dan kamu jangan tetap gila kawan




 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar