Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "Kami Mengucapkan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda. Bila butuh bantuan atau ada pertanyaan silakan hubungi ke nomor 08563350350 atau kirim email ke: banjirembun@yahoo.co.id subjek: BanjirEmbun Menjawab”---

Sabtu, 02 November 2013

Contoh Bab I Skripsi Pendidikan Agama Islam


Lihat juga profil lengkap buku ke-2 A. Rifqi Amin berjudul "Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner"

 BUKU-BUKU KARYA A. RIFQI AMIN TERBEBAS DARI KEJAHATAN ILMIAH (UTAMANYA PLAGIASI)!!!

DOWNLOAD BAGIAN BUKU 

"PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER"

FORMAT PDF  >> di sini <<

Link Terkait buku A. Rifqi Amin:


Buku pertama A. Rifqi Amin (pendiri Banjir Embun) berjudul: 




Tesis Lengkap Karya A. Rifqi Amin




Implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Dalam Kehidupan Sehari-Hari Di Madrasah Aliyah Ma’arif Pare.Pendidikan Agama Islam 

Oleh:
AHMAD IMAM FADLUDDIN



                                                                              sumber foto: Facebook




BAB I
PENDAHULUAN
A.    KONTEKS PENELITIAN
Banyak kalangan yang menilai bahwa kegagalan pendidikan agama Islam disebabkan oleh praktek pendidikan yang hanya memperhatikan aspek kognitif belaka dan mengabaikan aspek  konitif-volatif, yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Akibatnya terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan praktek, sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi islami.
Zakiyah Daradjat berpendapat bahwa Generasi muda dalam arti sempit atau yang popular dalam pandangan masyarakat ramai adalah masa muda (remaja dan awal masa dewasa). Untuk kepentingan perasaan ini saya akan menggunakan  generasi muda dalam artian luas, karena pembinaan kehidupan moral dan agama itu dimulai sejak lahir, sampai mencapai kematangan pribadi, yaitu sampai akhir masa remaja dan permulaan masa dewasa.
Jadi, generasi muda dalam masa pembinaan kehidupan moral dan agamanya dimulai dari sejak lahir sampai mencapai kematangan pribadi yaitu generasi muda ini sudah memahami antara yang benar dan yang salah suatu perbuatan, dan itu berlangsung pada usia akhir  remaja dan memasuki usia dewasa.
Masalah pokok yang menonjol dewasa ini adalah kaburnya nilai-nilai dan norma-norma agama yang mengatur kehidupan masyarakat. Mereka dihadapkan pada kontradiksi dan beraneka ragam moral yang menyebabkan mereka menjadi bingung untuk memilih mana perbuatan yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Hal ini tampak jelas berada pada usia remaja, terutama pada mereka yang hidup di kota-kota besar yang coba mengembangkan diri ke arah kehidupan yang disangka maju dan modern, berkecamuknya aneka ragam kebudayaan asing yang masuk seoalah-olah tanpa saringan.[1]
Dalam kehidupan sehari-hari siswa sekarang banyak menyimpang dari implementasi pendidikan aqidah akhlak yang baik karena disebabkan banyaknya faktor yang kurang mendukung dan banyak pengaruh budaya dari barat yang kurang baik sehingga, siswa untuk mengimplementasikan aqidah akhlak dalam kehidupan sehari-hari banyak mengalami kendala-kendala.
Kendala-kendalanya meliputi siswa yang mengimplementasikan pendidikan aqidah akhlak di anggap konvensional dari siswa yang menganggap budaya barat sebagai kemajuan sekarang sehingga siswa yang mengimplementasikan mendapat tekanan secara psikologis dari  siswa yang menganngap budaya barat sebagai kemajuan sehingga canggung untuk mengimplemntasikan pendidikan aqidah akhlak. 
Pendidikan dalam pelaksanaannya memerlukan dukungan orang tua di rumah, guru di sekolah dan pimpinan serta tokoh masyarakat di lingkungan. Ke semua lingkungan ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan pendidikan, yang berarti pula tempat dilaksanakan pendidikan akhlak.[2] Jadi, dari orang tua , guru, dan tokoh masyarakat lingkungan sekitar saling mendukung dalam menyelenggarakan pendidikan akhlak untuk siswa. 
Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan Aqidah Akhlak yaitu memberikan pengetahuan, penghayatan dan keyakinan kepada siswa akan hal-hal yang harus diimani, sehingga tercermin dalam sikap dan dan tingkah lakunya sehari-hari.[3] Sehingga siswa nanti dapat secara kuat untuk mengimplementasikan aqidah akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari dengan tanpa terpengaruh siswa yang menganggap budaya barat sebagai kemajuan.
Madrasah Aliyah Ma’arif Pare Kediri adalah sekolah pembentukan jati diri manusia yang berakhlakul kharimah hingga terwujudnya insan paripurna merupakan salah satu fungsi lembaga tersebut.
B.     FOKUS PENELITIAN
Berangkat dari konteks penelitian diatas, maka permasalahan pokok yang menjadi pokok penelitian adalah :
1.      Bagaimana Pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Ma’arif Pare Kediri?
2.      Bagaimana Implementasi Mata Pelajaran Tersebut Dalam Kehidupan Sehari-hari?




C.    TUJUAN PENELITIAN
1.      Untuk mengetahui pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Ma’arif Pare Kediri.
2.      Untuk mengetahui Implementasi Mata Pelajaran tersebut dalam  kehidupan sehari-hari.
D.    KEGUNAAN PENELITIAN
Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan manfaat dan kegunaan diantaranya :
1.      Secara Teoritis,
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk menambah khasanah, ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan khususnya dalam melengkapi tentang Implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari.
2.      Secara Praktis,
a.       Bagi STAIN Kediri
Laporan hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pembendaharaan referensi yang isinya perlu dikembangkan lebih lanjut terutama dalam bidang pendidikan selaras dengan Jurusan Tarbiyah.
b.      Bagi Guru
Dapat dijadikan bahan pertimbangan dan bahan masukan bagi guru tentang Implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlak dapat dipakai sebagai sarana pembimbing para siswa dalam belajar merupakan tolak ukur sebagai upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi permasalahan pendidikan akhlak.
c.       Bagi Siswa
Dapat dijadikan bahan masukan bagi siswa berprestasi tinggi untuk seklalu mengevaluasi terhadap Implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlak yang selama ini diterapkan serta menciptakan strategi-strategi baru yang mampu menunjang Implementasi Mata Pelajaran Aqidah Akhlak siswa dalam kehidupan sehari-hari.
d.      Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang utuh tentang implementasi mata pelajaran Aqidah Akhlak dalam kehidupan sehari-hari.


[1] Zakiyah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Bulan Bintang, 1991), 132.
[2] Muhaimin,dkk. Strategi Belajar Mengajar Penerapan Dalam Pendidikan Agama. (Surabaya: Citra Media Karya Anak Bangsa, 1996).9
[3] Moh.Rifa’i, Aqidah Akhlak (Untuk Madrasah Aliyah Kurikulum 1994 Jilid I Kelas I)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar