Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Saturday, November 2, 2013

Pengeritan dan macam-macam Akhlak



 Pengeritan dan macam-macam Akhlak


Oleh:
AHMAD IMAM FADLUDDIN

                                                                              sumber foto: Facebook


1.      Pengertian Akhlak
Dilihat dari sudut bahsa perkataan akhlak (bahasa arab) adalah bentuk jama’ dari kata khulk yang artinya budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat.[1]
Sedangkan pengertian akhlak menurut para ahli adalah :
a.       Ibnu Maskawaih
Akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan fikiran(lebih dulu).[2]
b.      Imam Ghozali
Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari sifat itu timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah tidak memerlukan pertimbangan fikiran (lebih dulu).[3]
c.       H. Mahmud Suyuti
Akhlak adalah suatu keadaan jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan seseorang dengan mudah.[4]

d.      Barnawy Umary
Akhlak adalah ilmu yang menentukan batas baik, buruk, terpuji dan tercela tentang perbuatan, perkataan manusia lahir batin.[5]
Dari beberapa pendapat di atas diambil kesimpulan bahwa, akhlak adalah sifat-sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwanya dan selalu ada padanya. Yang mana dari sifat tersebut timbul perbuatan, baik itu perbuatan baik yang disebut dengan akhlak mulia, atau perbuatan buruk tanpa melakukan pertimbangan yang disebut akhlak yang tercela sesuai dengan pembinaannya.[6]
2.      Macam-Macam Akhlak
Akhlak dibagi menjadi dua yaitu akhlak mahmudah dan akhlak madzmumah, akhlak mahmudah adalah akhlak yang terpuji sedangkan akhlak madzmumah adalah akhlak yang tercela yang tidak patut kita contoh.
a.      Akhlak Mahmudah
Akhlak mahmudah adalah akhlak yang baik atau terpuji, yang berupa semua akhlak yang harus dan dimiliki oleh setiap orang. Adapun yang termasuk akhlak mahmudah menurut Humaidi Tatapangarsa seperti mengendalikan nafsu, ikhlas, qona’ah dan malu.[7] Sedangkan Barnawy Umary membagi akhlak yang mulia ke dalam banyak jumlah seperti dapat dipercaya, pema’af, menghormati tamu, berbuat baik tolong-menolong, manis muka, sabar. Malu karena tercela, jujur, disenangi, tekun dan menundukkan diri.[8] Dalam kehidupan sehari-hari akhlak mahmudah merupakan faktor utama untuk tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
b.      Akhlak Madzmumah
Akhlak madzmumah adalah akhlak yang jelek atau tercela, yang harus di bersihkan dan disucikan dari diri seseorang.[9]
Adapun perbuatan-perbuatan yang termasuk akhlak madzmumah manurut Barnawy Umary adalah berdusta, kikir, iri hati atau dengki, riya’ atau pamer, khianat, takabur, peminum khomr, egois, pemarah dan pengecut.


[1] Asmaran AS. Pengantar Studi Akhlak (Jakarta : Rajawali Press, 1992), 1.
[2] Humaidi Tatapangarsa, Pengantar Kuliah Akhlak, (Surabaya: Bina Ilmu, Cet. IV. 1984), 14.
[3] Ibid,14.
[4] Djazuli, Akhlak dalam Islam,(Malang: Tunggal Murni, 1992),  2.
[5] Barnawy Umary, Materi Akhlak, (Semarang: CV. Ramadhani, 1967), 5.
[6] Asmaran AS, 1.
[7] Humaidi Tatapangarsa, Pengantar Kuliah Akhlak, (Surabaya: Bina Ilmu, Cet. IV. 1984), 147.
[8] Barnawy Umary, 48-51.
[9] Djazuli, 1.

No comments:

Post a Comment