Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Minggu, 22 Desember 2013

Puisis: Rantauan



Rantauan


Sepi tak bertepi
Lenyap tak terlelap
Rantuan pemula ternekat
Meski ancaman sekarat

Rendah sudah nadiku
Terasa berat langkahku
Memang sampai inikah aku?
Semua masih terasa kaku

Terasa nikmat batin ini
Coba mencoba bertahan
Memperkosa kepenatan hati
Memperdaya perubahan

Tak Ingin sekedar tertahan
Namun ada peningkatan
Dari yang dulu terperdaya
Menjadi sekarang yang adidaya

Kawan, merantu itu indah
Terlebih bagi pemuda rumah
Jadilah kamu dirimu yang bebas
Pergi ke mana hingga puas

Turuti hati kecilmu
Bukan nafsumu, dendam, atau amarahmu
Rantaun tak butuh semua itu
Rantuan adalah ilmu dan seni menyatu

 Di Rantuan 8 Desember 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar