Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Kamis, 16 Januari 2014

Analisis Data pada Tesis


 

DOWNLOAD BAGIAN BUKU 

"PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER"

FORMAT PDF  >> di sini <<


Analisis Data
 Oleh: A. Rifqi Amin
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ingin contoh tesis secara lengkap? Jangan kuatir kami tahu keinginan anda, berikut ini adalah Menu lengkap dari:
 Tesis karya A. Rifqi Amin 


Download lengkap Tesis Berjudul:
"Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum (Studi Kasus di Universitas Nusantara PGRI Kediri)"
Silakan download TESIS tersebut satu persatu di bawah ini:
-  Sebelum BAB [Download PDF]
-  BAB I [Download PDF
-  BAB II [Download PDF]
-  BAB III [Download PDF]
-  BAB IV [Download PDF]
-  BAB V [Download PDF]
-  BAB VI [Download PDF] 
-  Sesudah BAB [Download PDF]
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------       



Analisis data adalah pencarian dan penataan secara sistematis catatan hasil dari observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk peningkatan pemahaman tentang kasus yang diteliti dan disajikan sebagai temuan bagi orang lain. Guna peningkatan pemahaman tersebut maka analis dilanjutkan dengan pencarian makna.[1] Oleh karena itu dilakukan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis terhadap transkip-transkip wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan yang berupa dokumen. Kemuidan dilanjutkan dengan proses reduksi agar penyajian temuan yang dilakukan bisa sistematis dan mudah dipahami oleh pembaca.
Analisis data dilakukan dengan memperkaya informasi dari berbagai sumber dan metode, pencarian hubungan data, pembandingan, penemuan pola atas dasar data aslinya. Kemudian hasil dari analisis data tersebut dipaparkan mengenai situasi yang diteliti dengan bentuk uraian naratif.[2] Analisis yang digunakan dalam penelitian ini didominasi oleh analisis induktif, yaitu pola, tema, dan pengkatagorian analisis datang dari data bukan diputuskan utamanya ke pengumpunalan data analisis.[3] Secara skematis prosedur analisis data kualitatif dibagi dalam lima pentahapan seperti gambar berikut:[4]


 


 
Gambar 3.2 Prosedur analisis data kualitatif

Dari gambar di atas untuk penunjang keberhasilan dalam pelaksanaan analisis data yang sesuai dengan prosedur maka dari awal pengumpulan data diperlukan sebuah memo atau catatan pribadi peneliti untuk penyimpanan catatan peristiwa di lapangan. Catatan dan memo digunakan untuk pemermudah dalam penyaringan (reduksi) data, pengelompokan data, usaha untuk menjawab kecurigaan awal, pemberian makna, dan pengambilan keputusan bahwa data yang dipaparkan sesuai dengan apa yang tergambar di lapangan.
Sedang menurut Miles dan Huberman ada tiga pengklasifikasian kegiatan dalam analisis data penelitian kualitatif yaitu pereduksian data,  penentuan model data (penyajian data secara naratif), dan penarikan kesimpulan (verifikasi) data. Jika diuraikan dalam bentuk gambar maka penyajian ketiga tahapan kegiatan analisis data tersebut dapat dijelaskan sebagaimana berikut:[5]



 

 



Gambar 3.3 Komponen Analisis Data Model Interaktif

Dari gambar di atas maka dapat disimpulkan posisi dari peneliti kualitatif adalah sebagai perintis, lebih bersifat longgar, dan mampu memahami apa yang sedang berlangsung pada waktu diadakan analisis data. Maka dapat dikatakan peneliti berkesempatan dalam pengembangan metode-metode yang dapat dijabarkan lebih umum.[6] Oleh karena itu analisisnya lebih ditekankan pada ketajaman dan kepekaan peneliti dalam penilaian dan pemaknaan terhadap data yang didapat di lapangan.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan analisis data pada penelitian kualitatif dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan digunakan teknik analisis tema (objek penelitian). Analisisnya diperlukan kegiatan reduksi data, yaitu proses pemilihan dan pemusatan perhatian penelitian melalui seleksi yang ketat terhadap fokus yang dikaji. Setelah data di lapangan telah selesai dikumpulkan, maka semuanya dianalisis lebih lanjut secara intensif yang dikaji oleh peneliti dengan penggunaan logika, etika, dan estetika.


[1]Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Rake Sarasin, 1994), 104.
[2]Trianto, Pengantar Penelitian Pendidikan, 180.
[3]Patton, “Metode Evaluasi Kualitatif,” 261.
[4]Sutopo & Arief, Terampil Mengolah Data, 9.
[5]Matthew B. Miles & A. Michael Huberman, “Analisis Data Kualitatif: Buku sumber tentang Metode-metode Baru,” dalam Qualitative Data Analysis, ed. Tjetjep Rohendi Rohidi (Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1992), 19-20.
[6]Miles & Huberman, “Analisis Data Kualitatif,” 20-21.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar