Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim. Ongkos kirim diperkirakan Rp. 18.000 - Rp. 35.000 tergantung lokasi pengiriman) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Serta buku ini hanya dijual di toko buku daerah YOGYAKARTA saja.Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Thursday, January 16, 2014

Contoh Kehadiran Peneliti pada Tesis


BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.55.000,- (belum ongkos kirim) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Info lebih lanjut hubungi: 0856-3350-350 (11 digit)


Lihat juga profil lengkap buku ke-2 A. Rifqi Amin berjudul "Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner"

 BUKU-BUKU KARYA A. RIFQI AMIN TERBEBAS DARI KEJAHATAN ILMIAH (UTAMANYA PLAGIASI)!!!

DOWNLOAD BAGIAN BUKU 


"PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER"


FORMAT PDF  >> di sini <<


Link Terkait buku A. Rifqi Amin:




Baca juga Resensi Buku: “Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum” 


Download lengkap Tesis Berjudul:
"Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum (Studi Kasus di Universitas Nusantara PGRI Kediri)"
Silakan download TESIS tersebut satu persatu di bawah ini:
-  Sebelum BAB [Download PDF]
-  BAB I [Download PDF
-  BAB II [Download PDF]
-  BAB III [Download PDF]
-  BAB IV [Download PDF]
-  BAB V [Download PDF]
-  BAB VI [Download PDF] 
-  Sesudah BAB [Download PDF]


Kehadiran Peneliti pada penelitian Tesis

 Oleh: A. Rifqi Amin


Tesis Lengkap Karya A. Rifqi Amin (Tesis terbaik Tahun 2013)



Dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti diharuskan berbaur dan menyatu dengan subjek penelitian (informan) sehingga kehadiran peneliti tidak dapat diwakilkan oleh angket atau tes. Selama penelitian berlangsung dilakukan pengamatan dan wawancara dengan mendalam untuk pengeksplorasian fokus penelitian. Dengan demikian peneliti membangun keakraban dan tidak menjaga jarak dengan subjek penelitian.[1] Walaupun demikian kehadiran peneliti tidak menjadi penyebab adanya gangguan atau perubahan situasi fisik dan psikologis di lokasi penelitian, sehingga untuk diperkecilnya pengaruh kedatangan peneliti tersebut maka peneliti harus menyatu secara fisik dan psikologis dengan informan. Oleh karena itu kehadiran peneliti di lokasi penelitian terutama saat observasi dan wawancara berperan dalam penciptaan suasana yang nyaman, reflektif, aman, dan luwes untuk diperoleh informasi atau data yang benar-benar valid dan berasal dari ‘kebenaran’ dalam diri informan (bukan dibuat-buat atau dirancang terlebih dahulu oleh informan).
Sesuai dengan ciri pendekatan kualitatif maka kehadiran peneliti di lapangan adalah sangat diperlukan dan mutlak untuk hadir di lapangan, karena peneliti bertindak sebagai instrumen aktif dalam pengumpulan data. Sebagaimana yang disampaikan oleh Lexy J. Moleong tentang karakteristik pendekatan kualitatif meliputi latar yang alami, manusia sebagai alat (instrumen), penggunaaan metode kualitatif, penggunaan analisis data secara induktif, deskriptif, lebih dipentingkan proses dari pada hasil (proses atau cara perilaku yang dilakukan informan bukan hasil yang diraih dari perilaku oleh informan), adanya batas objek penelitian (tema) yang ditentukan oleh fokus penelitian, adanya kriteria khusus untuk pengujian keabsahan data, desain bersifat sementara, dan hasil penelitian dirundingkan serta disepakati bersama.[2]
Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai pengamat penuh, artinya peneliti hanya bertindak dalam pengamatan fenomena atau tingkah laku informan yang berada dalam kelas maupun ruang kelas. Dan kehadiran peneliti di lokasi penelitian diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek penelitian, sehingga bisa dikatakan penelitian ini bersifat terbuka. Dengan kata lain sebelum penggalian data atau pengajuan pertanyaan-pertanyaan kepada informan dengan penggunaan metode obeservasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terlebih dahulu dijelaskan oleh peneliti kepada informan bahwa pertanyaan atau izian yang diajukan adalah berkaitan dengan kepentingan penelitian. Sedang masalah yang tidak kalah pentingnya adalah kehadiran peneliti di lapangan dilakukan berasaskan pada kepatuhan terhadap segala aturan dan tata tertib pihak Kampus UNP Kediri agar tidak menggangu aktivitas akademik kampus dan juga sebagai bentuk penghormatan tata aturan yang berlaku.
Kehadiran peneliti di lokasi penelitian dilakukan hampir setiap hari untuk konsultasi pada wakil rektor I, dekan, kaprodi, dan staf kantor terkait. Selain itu peneliti juga melobi beberapa dosen, ketua BAAK, dan mahasiswa untuk dijadikan informan. Hal menarik sebagai tantangan saat di lokasi penelitian adalah pada keadaan secara struktur dan sosial di lokasi penelitian sangat rumit dan kompleks, maka upaya peneliti dalam pembangunan komunikasi di lokasi penelitan dialami beberapa kendala, misalnya karena sibuknya informan, keengganan informan dalam pemberian data, dan terjadi kesalah fahaman komunikasi antara peneliti dengan pengelola UNP dan informan. Hal tersebut menjadi penyebab dibutuhkan waktu lama untuk penungguan waktu yang tepat dan cocok.
Sedang intensitas kehadiran peneliti di lokasi penelitian dari bulan 19 Desember 2012 – 09 Februari 2013 hampir satu hingga tiga hari dalam tiap pekan hadir di lokasi penelitian guna studi pendahuluan (penelitian pendahuluan/pra penelitian). Kemudian dilanjutkan tanggal 25 Februari – 16 Maret untuk meminta izin pengadaan penelitian kepada wakil rektor I UNP Kediri yang ditindaklanjuti dengan penyebaran surat izin (disposisi) dari wakil Rektor I kepada seluruh dekan dan kaprodi di UNP Kediri sambil dilakukan penggalian beberapa data. Sedang pada tanggal 9 April hingga 3 Juni pengumpulan data-data yang berkenanan dengan fokus penelitian.
Agar lebih terstruktur dan terperincinya maka menurut Burhan Bungin dalam penelitian kualitatif harus ada penyiapan schedule penelitian dan penganggaran frekuensi kehadiran peneliti dalam pengumpulan data di lokasi penelitian untuk keterkendalian penelitian.[3] Schedule penggalian data penelitian yang telah peneliti lakukan adalah sebagai berikut ini:

Tabel 3.1 Jadual Penggalian Data di UNP Kediri
No.
Objek
Subjek
Target Waktu Pelaksanaan
1.
Mengantarkan surat izin penelitian tesis dari STAIN Kediri beserta lampiran Proposal Tesis.
Wakil Rektor I Universitas Nusantara PGRI  Kediri
Terlaksana pada tanggal 23 Februari 2013
2.
Meminta izin kepada Pejabat berwenang UNP Kota Kediri sekaligus memohon surat disposisi untuk menemui Dekan, Kaprodi, dan dosen PAI UNP Kota Kediri
Wakil Rektor I Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri
26 Pebruari 2013.
3.
Menemui semua Dekan UNP Kota Kediri
Dekan Fakultas Peternakan, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dekan Fakultas Teknik, Dekan FKIP, dan Dekan Fakultas Ekonomi
Dari tanggal 4 sampai 23 Maret 2013.
4.
Menemui semua Kaprodi UNP Kota Kediri
1.     Fakultas Peternakan: Kaprodi Peternakan.
2.     Fakultas Ilmu Kesehatan: Kaprodi Akademi Kebidanan dan Kaprodi Akademi Keperawatan.
3.     Fakultas Teknik: Kaprodi Teknik Mesin, Kaprodi Teknik Elektro, Kaprodi Teknik Industri, Kaprodi Sistem Informasi, dan Kaprodi Teknik Informatika.
4.      FKIP: Kaprodi PG-PAUD, Kaprodi PGSD, Kaprodi Bimbingan dan Konseling, Kaprodi PBSI, Kaprodi Biologi, Kaprodi Matematika, Kaprodi Pendidikan Ekonomi Akuntansi, Kaprodi PKN, Kaprodi Pendidikan Sejarah, Kaprodi Bahasa Inggris , dan Kaprodi Penjaskesrek.
5.     Fakultas Ekonomi: Kaprodi Akuntasi, Kaprodi Manajemen.
Dari tangal 4 sampai 23 Maret 2013.
5.
Menemui sebagian Dosen PAI di setiap Program Studi (Prodi)
Sebagian Dosen PAI di setiap program studi
17 April sampai 3 Juni 2013
6.
Menemui sebagian Mahasiswa yang diajarkan PAI di setiap Prodi.
Sebagian Mahasiswa yang diajarakan mata Kuliah PAI di setiap Prodi.
8 Mei -3 Juni 2013.
7.
Melaporkan hasil penelitian dan meminta surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian di UNP Kota Kediri sekaligus berpamitan.
Wakil Rektor I

13 Juni 2013.




[1]Nusa Putra & Santi Lisnawati, Penelitian Kualitatif Pendidikan Agama Islam  (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012), 22.
[2]Moleong, Metodologi  Penelitian, 4.
[3]Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya (Jakarta: Kencana, 2009), 132.

No comments:

Post a Comment