Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Selasa, 18 Maret 2014

Glosarium pada Buku “Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum”



Contoh GlosariumBuku 

DOWNLOAD BAGIAN BUKU 

"PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER"

FORMAT PDF  >> di sini <<

Buku berjudul: 


 

GLOSARIUM

Akhlakul Karimah (akhlak Mulia): Tabiat (perilaku terbiasa/spontan) yang terpuji ditujukan kepada Allah dan ciptaan-Nya serta dilandaskan pada ajaran agama-Nya. Hlm 93.  (Lihat http://renhan.kemhan.go.id/detailartikel-29-membangun--pilar-akhlak-mulia-%3Cp%3Eoleh--h-teguh-triono%3Cp%3E.html )

Akomodatif: Bersifat mudah menyesuaikan secara aktif maupun pasif dengan keadaan (situasi) terhadap dua atau beberapa perbedaan. Hlm 15 dan 19. (Lihat http://id.wiktionary.org/wiki/akomodatif dan http://www.artidefinisi.com/2012/08/pengertian-akomodatif.html)

Ayat Kauliyah: Ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah SWT dalam bentuk al Qur’an (wahyu) yang bersifat tetap (mutlak). Manusia wajib bertadabur terhadapnya dengan hati. Hlm 30, 31, 32, dan 51. (Lihat http://menaraislam.com/content/view/209/1/ )

Ayat Kauniyah: Ayat-ayat di luar ayat al Quran sebagai tanda dari kemaha besaran Allah SWT sekaligus pembenar kandungan al Quran yang sebagiannya bersifat mungkin untuk dikembangkan. Bisa berbentuk benda (zat/materi), peristiwa, dan mekanisme. Manusia wajib bertafakur terhadap sebagiannya dengan akal. Hlm 30, 31, 32, dan 51. (Lihat http://an-naba.com/ayat-kauniyah-2/comment-page-1/ )

Dogmatis: Bersifat mengutamakan atau tergantung pada otoritas (pedoman) tertentu secara konsisten tanpa melibatkan logika. Hlm 3, 41, 79, 80, dan 116 (Lihat http://www.artikata.com/arti-325502-dogmatis.html dan http://id.wikipedia.org/wiki/Dogma)

Ekslusif: Pengkhususan (berciri khas), pengkultusan, dan pengistimewaan terhadap diri sendiri (kelompok) sehingga terlepas (pisah) dari yang di luar dirinya. Hlm 19 dan 20 (Lihat http://www.kbbi.web.id/eksklusif)

Fanatisme: Bersifat kukuh dalam mempertahankan dan berpedoman pada nilai (ajaran) tanpa ada kemungkinan membuka diri (diskusi) terhadap pandangan lain. Hlm 15 dan 85(Lihat http://artikata.com/arti-326982-fanatisme.html, http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-fanatisme-,72, dan http://id.wikipedia.org/wiki/Fanatisme)

Homogen: Terdiri dari beberapa ciri, jenis, asal, macam, dan watak yang sama. Hlm 52 dan 77. (Lihat http://glosarium.org/arti/?k=homogen)

Heterogen: Terdiri dari beberapa ciri, jenis, asal, macam, dan watak yang berbeda.  Hlm 16. 29, 52, 75, 100, dan 115. (Lihat http://www.artikata.com/arti-329821-heterogen.html)

Insan Kamil (Paripurna): Manusia yang berkualitas baik secara lengkap (paripurna atau menyeluruh) dan konsisten pada semua aspek kehidupannya (akidah, sosial, ekonomi, politik, tingkah laku, ilmu pengetahuan, karakter, dll). Hlm 30. (Lihat http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/03/18/m139ju-apa-itu-insan-kamil-1 dan http://kbbi.web.id/paripurna)

Integrasi: Perpaduan secara harmonis antara dua atau beberapa hal menjadi kesatuan yang utuh agar terjadi perubahan menjadi lebih baik. Hlm 2, 65, 75, dan 76.  (Lihat http://www.artikata.com/arti-330868-integrasi.html)

Kontekstual: Keterkaitan atau penghubungan suatu konsep atau penerapan konsep dengan kondisi nilai-nilai kehidupan di keseharian (konteks individu, masyarakat, teknologi, opini, isu, dll) sehingga bisa difungsikan dalam keseharian. Hlm 14, 50, 112, 115, 116, 117, dan 118 (Lihat http://www.artikata.com/arti-336118-kontekstual.html)

Normatif: Bersifat berpedoman penuh pada otoritas norma tertentu secara kaku tanpa melihat kondisi nilai-nilai keuniversalan. Hlm 2, 18, 41, 81, 98, dan 119 (Lihat http://artikata.com/arti-342428-normatif.html)

Organisme: Susunan dari beberapa organ tubuh dalam satu individu (makhluk hidup) yang bekerja membentuk beberapa sistem dan mekanisme untuk kelangsungan kehidupan. Hlm 4 dan 116. (Lihat http://artikata.com/arti-342983-organisme.html)

Plagiarisme: Pengkutipan atau peniruan karya (konsep atau teori) milik orang lain yang punya hak sah tanpa disebutkan secara detail identitas sumber kutipannya. Hlm xii, 10, dan 42.  (Lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme, http://niasonline.net/2008/07/15/plagiarisme/, dan http://kbbi.web.id/plagiarisme)

Pree test: Evaluasi yang dilakukan pada awal penerapan sebuah konsep untuk menguji konsep tersebut dan juga sebagai masukan bagi rencana selanjutnya yang akan dilaksanakan. Hlm 6 dan 7 (Lihat http://www.geocities.ws/bukukmhdi/bpk31.html)

Raw  Input:  Kualitas masukan awal (bahan mentah) yang diterima baik secara fisik maupun non fisik, butuh untuk dikembangkan dengan cara dan instrumen yang tepat. Hlm 80 (Lihat http://mishbah1.tripod.com/artikel/ri_PT.htm)

Radikal: Perbuatan, prinsip, gagasan, dll yang dilakukan secara mendalam dan esktrim sampai ke akar-akarnya. Hlm 3, 15, 19, dan 20 (Lihat http://artikata.com/arti-346675-radikal.html)

Rahmatan lil lalamin: Menjadi sumber inspirasi dalam kasih sayang, kedamaian, kesejukan, keharmonisan, dan kemantapan dalam menjalani kehidupan bagi seluruh aspek kehidupan manusia. Hlm 28, 30, dan 48 (Lihat http://kmmp.faperta.ugm.ac.id/2013/03/rahmatan-lil-alamin-dan-toleransi/ dan http://muslim.or.id/al-quran/islam-rahmatan-lil-alamin.html)

Regulasi: Peraturan yang bersifat formal maupun non formal digunakan sebagai pengendali atau pembatas bagi tatanan. Hlm 5 dan 63 (Lihat http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/2094305-pengertian-regulasi/ dan http://kbbi.web.id/regulasi)

Retorika: Teknik atau keterampilan dalam pengolahan, pemilihan, dan penggunaan bahasa untuk memunculkan ide atau konsep tanpa implementasi nyata secara detail. Hlm 9, 121, dan 130 (Lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Retorika dan http://www.artikata.com/arti-347836-retorika.html)

Syiar Islam: Penyebaran, pengumuman, dan penyiaran ajaran-ajaran agama Islam yang sempurna sebagai bukti keagungan dan kemuliaan Allah dengan berbagai metode, media, dan bentuk atau bidang tertentu. Hlm 3, 20, dan 41 (Lihat http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/01/20/101655-syiar-islam dan http://artikata.com/arti-352774-syiar.html)

Sekuler: Paham yang lebih mengutamakan keduniaan dan akal atau logika yang dimiliki manusia dari pada dogma agama dalam membuat peraturan, prinsip, atau pedoman hidup dan bermasyarakat. Hlm 15, 28, 29, 64, 89, dan 119 (Lihat http://filsafat.kompasiana.com/2010/07/13/beda-sekuler-sekularisme-dan-sekularisasi-192637.html dan http://id.wikipedia.org/wiki/Sekularisme)

Sunattulah: Peristiwa sosial (masyarakat) dan alam yang diserap panca indera maupun hati sebagai sebuah ketetapan Allah yang bersifat tidak dapat dirubah dan berjalan dengan mekanisme otomatis (sebab akibat). Hlm 16 (Lihat   http://id.wikipedia.org/wiki/Sunnatullah, http://artikata.com/arti-352424-sunatullah.html, dan http://www.referensimakalah.com/2013/02/pengertian-sunnatullah.html )

Tauhid: Percaya tentang Keesaan Allah yang tidak dapat disamakan sesuatu yang lain dengan konsekuensi segala sesuatu harus tunduk, patuh, dan takut pada-Nya. Hlm 30, 79, 106, dan 107 (Lihat http://muslim.or.id/aqidah/makna-tauhid.html, http://www.farouqihasbi.com/2013/05/penjelasan-tentang-makna-tauhid-dan.html, dan http://www.fimadani.com/pengertian-tauhid-dan-pembagiannya/)

Transenden: Sesuatu yang diluar dari jangkauan kemampuan akal dan hati manusia. Hlm 110 dan 119 (Lihat http://artikata.com/arti-354998-transenden.html)

Ukhuwah Islamiyah: Ikatan persaudaran yang melibatkan hati (perasaan atau cinta) dan akal yang terjalin karena adanya persamaan akidah (agama Islam). Hlm 15 (Lihat http://www.dokumenpemudatqn.com/2013/05/arti-ukhuwah-islamiyah.html)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar