Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Kamis, 01 Mei 2014

Puisi Dendam Terpendam



Dendam Terpendam
 A. Rifqi amin

Dengan segala keterbatasanku
Apapun yang tak kupunyai
Segala kerendahan dan hinaku
Hanya Allah yang Maha Memahamiku

Saat terkapar nan terabaikan
Ketika semua sembunyi merapat
Ternyata itupun tak mudah
Akulah begini adanya

Sadarlah, keabadian bukan di sini
Bangunlah, cercaan adalah keindahan
Teguhkan, aku menjadi biang kesabaran

Tatkala semua sadar
Waktupun berdetak cepat
 Ketika itu terperangahlah para babi
Mulutpun membisu terheran

Namun, tidak untuk mulut setan
Hati terkagum tapi mulut mencela
Menyebarkan kehinaan
Suatu saat bayarlah itu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar