--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Rabu, 08 Oktober 2014

Materi Pendidikan Agama Islam Madrasah Aliyah



Lihat juga profil lengkap buku ke-2 A. Rifqi Amin berjudul "Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner"

 BUKU-BUKU KARYA A. RIFQI AMIN TERBEBAS DARI KEJAHATAN ILMIAH (UTAMANYA PLAGIASI)!!!


DOWNLOAD BAGIAN BUKU 

"PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER"

FORMAT PDF  >> di sini <<


Link Terkait buku A. Rifqi Amin:










 Oleh Edi Priyanto



5.    Materi Pendidikan Agama Islam Madrasah Aliyah
Materi Pendidikan Agama Islam di madrasah Aliyah meliputi: Al-Qur’an dan Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam,[1] diajarkan masing-masing oleh seorang guru. Adapun pemetaaan mengenai mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di madrasah aliyah, sebagaimana yang tertuang dalam peraturan menteri agama nomor 2 tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan madrasah. Secara umum, peraturan menteri ini mengatur tentang Standar kompetensi lulusan madrasah, standar kompetensi dan kompetensi dasar bahasa arab dan mata pelajaran agama untuk MI, MTs, MA dan MA program keagamaan dan struktur kurikulum pendidikan di madrasah. Sebagaimana penjelasan Standar kompetensi materi PAI di bawah ini:
a.    Al-Qur’an Hadits
Standar kompetensi materi Al-Qur’an Hadits meliputi; isi pokok al-Qur’an, fungsi, dan bukti-bukti kemurniannya, istilah-istilah hadis, fungsi hadis terhadap al-Qur'an, pembagian hadis ditinjau dari segi kuantitas dan kualitasnya, serta memahami dan mengamalkan ayat-ayat al-Qur'an dan hadis tentang manusia dan tanggung jawabnya di muka bumi, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b.    Akidah Akhlak
Standar kompetensi materi Akidah Akhlak meliputi; istilah-istilah akidah, prinsip-prinsip, aliran-aliran dan metode peningkatan kualitas akidah serta meningkatkan kualitas keimanan melalui pemahaman dan pengahayatan al-asma' al-husna serta penerapan perilaku bertauhid dalam kehidupan, istilah-istilah akhlak dan tasawuf, menerapkan metode peningkatan kualitas akhlak, serta membiasakan perilaku terpuji dan menghindari perilaku tercela.
c.    Fikih
Standar kompetensi materi Fikih meliputi; sumber hukum Islam dan hukum taklifi, prinsip-prinsip ibadah dan syari’at dalam Islam, fikih ibadah, mu'amalah, munakahat, mawaris, jinayah, siyasah, serta dasar-dasar istinbat} dan kaidah usul fikih.
d.   Sejarah Kebudayaan Islam
Standar kompetensi materi Sejarah Kebudayaan Islam meliputi; sejarah dakwah Nabi Muhammad pada periode Makkah dan periode Madinah, masalah kepemimpinan umat setelah Rasulullah SAW wafat, perkembangan Islam pada abad klasik/zaman keemaasan (650 - 1250 M), abad pertengahan/zaman kemunduran (1250 M –1800 M), masa modern/zaman kebangkitan (1800-sekarang), serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia.Fakta kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni, dan tokoh-tokoh Islam yang berprestasi dalam perkembangan sejarah kebudayaan/peradaban Islam.[2]
Pendidikan Agama Islam memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Al-Qur’an Hadits menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar, memahami makna secara tekstual dan kontekstual serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Aspek Akidah menekankan pada kemampuan memahami dan mempertahankan keyakinan atau keimanan yang benar serta menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Asma’u al-H{usna. Aspek Akhlak menekankan pada pembiasaan untuk melaksanakan akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Aspek Fikih menekankan pada kemampuan cara melaksanakan ibadah dan mu’amalah yang benar dan baik. Aspek Sejarah Kebudayaan Islam menekankan pada kemampuan mengambil ibrah} dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh berprestasi dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek, dan seni, untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.[3]


[1]Departemen Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2007), 2.

0 komentar:

Poskan Komentar