Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Rabu, 08 Oktober 2014

Pengertian Pendidikan Agama Islam

Oleh: Edi Priyanto

Foto Edi Priyanto, sumber foto facebook




1.    Pengertian Pendidikan Agama Islam
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 tahun 2007 Tentang Pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, Bab I Ketentuan Umum Pasal 1, bahwa:
Dalam Peraturan Pemerintah ini, yang dimaksud dengan:


a.    Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. b. Pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya.[1]


Penjelasan mengenai pendidikan agama yaitu nilai-nilai agama yang dijadikan pedoman oleh peserta didik dalam membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama.
Sedangkan pendidikan keagamaan, yaitu lembaga keagamaan yang telah diformalkan dalam jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama. Pengelolaan pendidikan keagamaan dilakukan oleh Menteri Agama yang diselenggarakan melalui jenjang pendidikan formal, non formal dan informal.
Pada penelitian ini materi pendidikan agama yang peneliti jadikan fokus penelitian yaitu Pendidikan Agama Islam, yang meliputi Al-Qur’an, Hadits, Akidah Akhlak, Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam, dalam suatu lembaga keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah Madrasah Aliyah Negeri Kota Kediri 3 pada sistem penilaian domain afektif
Terdapat beberapa perbedaan istilah Pendidikan Agama Islam yang dikemukakan oleh pakar pendidikan. Pendidikan Agama Islam sebagaimana diungkapkan Zakiyah Daradjat yaitu:

a. Pendidikan Agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar setelah selesai dari pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of life); b. Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan ajaran Islam; c. pendidikan agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam yang telah diyakininya, serta menjadikan keselamatan hidup di dunia maupun di akhirat kelak.[2]

Sedangkan menurut M. Arifin, sebagaimana yang dikutip oleh Moh. Roqib, mendefinisikan bahwa “pendidikan Islam adalah proses yang mengarahkan manusia kepada kehidupan yang lebih baik dan yang mengangkat derajat kemanusiaannya, sesuai dengan kemampuan dasar (fitrah) dan kemampuan ajarannya.[3]
Adapun Muhammad Hamid an-Nashir, sebagaimana yang dikutip oleh Moh. Roqib, mendefinisikan “Pendidikan Islam sebagai proses pengarahan perkembangan manusia (ri’ayah) pada sisi jasmani, akal, bahasa, tingkah laku dan kehidupan sosial kegamaan yang diarahkan pada kebaikan menuju kesempurnaan”.[4]
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, bahwa Pendidikan Agama Islam adalah segenap kegiatan yang dilakukan seseorang untuk membantu seseorang atau sekelompok peserta didik dalam menanamkan dan menumbuhkembangkan ajaran Islam dan nilai-nilainya untuk dijadikan sebagai pandangan hidup yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.


[1]Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 tahun 2007Tentang Pendidikan agama dan pendidikan keagamaan.
[2] Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, 86.
[3]Moh. Roqib dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam: Pengembangan Masyarakat Integratif di Sekolah, Keluarga dan Masyarakat (Yogyakarta: LKiS, 2009), 18. Lihat: M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta; Bumi Aksara, 1994), 14.
[4]Ibid, 17. Lihat: Muhammad Hamid dan Khaulah Abd al-Qadir Darwisy, Tarbiyah al-Athfal fi Rihab al-Islam fi al-Biat wa ar-Rudhah (Jeddah: Maktabah al-Sawadi, 1994), 7.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar