--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Rabu, 08 Oktober 2014

SATUAN ACARA PERKULIAHAN: Mata Kuliah Agama dan Isu-isu Kontemporer

 SATUAN ACARA PERKULIAHAN

 

Identitas Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah           : Agama dan Isu-isu Kontemporer

Jumlah SKS                      : 3 SKS       

 


Salah satu tema dari Silbasu ini telah menjadi salah satu bab dari buku berjudul  Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner (Buku ke-2 Karya A. Rifqi Amin) 

DOWNLOAD BAGIAN BUKU 

"PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER"

FORMAT PDF  >> di sini <<

 
 
 
Lihat juga profil lengkap buku ke-2 A. Rifqi Amin berjudul "Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner"

 BUKU-BUKU KARYA A. RIFQI AMIN TERBEBAS DARI KEJAHATAN ILMIAH (UTAMANYA PLAGIASI)!!!

Link Terkait buku A. Rifqi Amin:



                                  

Jumlah Pertemuan            : 16 kali (1 kali ujian akhir semester)
Pengampu                         :  Prof. Dr. Imam Suprayogo
        Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si.

Abstrak
Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis dan kedudukan yang kokoh dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN No. 20 Tahun 2003). PAI juga memiliki cita-cita luhur, misi mulia dan peran strategis dalam kehidupan manusia Indonesia. PAI sebagai   ruh penggerak, penyelamat kehidupan, memberi kekuatan spiritual, moral dan intelektual serta landasan motivasional bagi kehidupan.
Posisi, misi dan peran itu tidak mudah untuk diwujudkan. Berbagai tantangan, hambatan dan bahkan perlawanan datang silih berganti dari yang bersifat teologis, filosofis, praktis dan politis serta budaya. PAI juga tidak berada di ruang hampa dalam mewujudkan cita-cita, misi tujuannya karena banyak isu-isu kontemporer yang bersifat global, regional, nasional, dan komunal. Isu-isu kontemporer itu harus dijawab dan dan disikapi secara cerdas dan bil-hikmah terutama oleh para aktor atau subyek PAI yang terdiri dari: pengambil kebijakan, kepala sekolah, pendidik dan  ulama.
Isu-Isu kontemporer yang yang harus dijawab dan disikapi secara bil-hikmah itu tidak jauh berbeda dengan isu-isu global kontemporer lainnya, tetapi ada kaitannya dengan cita-cita, misi, tujuan, materi dan pembelajaran PAI. Isu-isu itu antara lain: Syari’ah dan hak asasi manusia (HAM), Islam dan masalah gender, khilafah dan pendidikan politik, terorisme, radikalisme dalam beragama, paham liberalisme, toleransi dan trilogy kerukunan dalam beragama, paham pluralisme dan multikulturalisme, khilafiah dan konflik komunal, pembentukan karakter Islami.

Perkuliahan
Proses belajar dilakukan melalui kegiatan belajar yang meliputi perkuliahan di kelas berupa 1. @ tatap muka (dosen memberikan informasi dan analisanya),  2. @ penulisan makalah, dan 3. @ presentasi makalah. 4. Penulisan jurnal ilmiah atau prosiding hasil seminar mata kuliah.

 

MATERI PERKULIAHAN

   1.      Paradigma PAI dalam menjawab tantangan jaman (mas kifa)
   2.      Syari’ah, HAM dan HAH (pa sholeh)
   3.      Keadilan gender dalam Islam  (Ibu Yuyun)
   4.      Khilafah dan civic education dalam PAI  ()
   5.      Masalah terorisme dan pengembangan human security melalui PAI (mas rifki)
   6.      Pengembangan eco security melalui PAI
   7.      Pengembangan rahmatan lil’alamin melalui PAI: analisa kritis paham radikalisme dan fundamentalisme (pak    zuhdi)
   8.      Pengembangan rahmatan lil’alamin melalui PAI: analisa kritis terhadap paham liberalisme, pluralisme dan multikulturalisme (bu leli)
   9.      Pengembangan etika susila dan etika sosial melalui PAI (pa gofur)
  10.  Pengembangan etika global melalui PAI (mas jadid)
  11.  Pengembangan Trilogi kerukunan beragama melalui PAI (mas rofik)
  12.  Mensiasati masalah khilafiah dalam PAI (pa abu darda)
  13.  Pembentukan karakter Islami melalui PAI (pa ratno)
  14.  Pengembangan spiritualitas dalam beragama melalui PAI (pa munawar)
  15.  Pengembangan pribadi unggul (ihsan) melalui PAI (syahri)

RUJUKAN

Arkoun Mohammed, Islam Kontemporer Menuju Dialog Antar Agama:Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2001.
Dawam ainurrofiq, Islam dan Pluralisme Masyarakat: Tangerang Selatan: Falasia Pustaka,2009.
Ghazali Adeng Muchtar,Pemikiran Islam Kontemporer:Bandung:Pustaka Setia,2005.
Nur Ma’mun Efendi, Meluruskan Makna Ijtihad dan Terorisme:Semarang: 2006.
Thahhah Mustafa Muhammad,Rekonstruksi Pemikiran Menuju Gerakan Islam Modern: Solo:Era Intermedia,2000.
Tobroni. 2012. Dinamika Hubungan Antara Etnik dan Agama di Indonesia: Kajian Jawa timur. Kuala Lumpur: Centre for Civilisational dialogue University of Malaya Malaysia.
Tobroni. 2012. Relasi Kemanusiaan dalam Keberagamaan, Mengembangkan Etika Sosial melalui Pendidikan. Bandung: Karya Putra Dewanti

0 komentar:

Poskan Komentar