--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Sabtu, 01 November 2014

INOVASI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMBELAJARAN PAI (Telaah Pada Materi Ajar Pembelajaran al-Qur`an Hadis MI)

DOWNLOAD BAGIAN BUKU 

"PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER"

FORMAT PDF  >> di sini <<





INOVASI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMBELAJARAN PAI
(Telaah Pada Materi Ajar Pembelajaran al-Qur`an Hadis MI)
By: Fitratul Uyun

PAI BSI UIN MALIKI MALANG


A. LATAR BELAKANG MASALAH
Al-Qur`an adalah kitab suci yang berbahasa Arab, namun memiliki karakteristik yang berbeda dengan teks-teks bahasa arab pada umumnya. Al-Qur`an dengan keindahan bahasanya berisikan petunjuk-petunjuk yang bersifat wahyu. Dalam Q.S. Fushshilat: 3



“Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui”.(Q.S. Fushshilat (41): 3).

Al-Qur`an yang secara harfiah berarti “bacaan sempurna,” merupakan suatu nama pilihan Allah yang sangat tepat, karena tidak ada satu bacaanpun semacam al-Qur`an yang dibaca oleh ratusan juta orang, yang dipelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosakatanya, tetapi kandungannnya yang tersurat, tersirat bahkan sampai kepada kesan yang ditimbulkannnya.[1] Untuk mengkaji al-Qur`an diperlukan pengetahuan yang selaras dengan karakteristik yang dimiliki oleh al-Qur`an itu sendiri.


Download: file Pdf dan file word doc


D. DAFTAR PUSTAKA
Karel A. Steenbrink, Pesantren Madrasah dan Sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. (Jakarta: LP3ES, 1994).

Depag RI, Pedoman Manajemen Berbasis Madrasah (Jakarta: Depag, 2005),

Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan ( Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007), hlm. 168.

Permen No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 19 ayat 1

Seels & Richey, Instuctional Tecnology: The Definition and Domains of The Field. (Washington DC: Association for Educational Communications and Technology), 1994.

Tian Belawati Tian Belawati dalam Materi Pokok Pengembangan Bahan Ajar  Edisi ke Satu (Jakarta: Universitas Terbuka, 2003

Muhaimin. Modul Wawasan tentang Pengembangan Bahan Ajar . Bab V. Malang: LKP2-I , 25 mei 2008. Bahan perkuliahan Pengembangan Bahan Ajar, PPS PGMI UIN Malang, Smt:2

Richard E. Palmer,  Interpretation Theory in Schleirmacher, Dilthey, Heidegger and Gadamer. Diterj. Musnur Hery dan Damanhuri Muhammed. Terj. Hermeneutika; Teori Baru mengenai Interpretasi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003
Sahiron Syamsuddin, dkk. Hermeneutika Alquran Madzhab Yogya (Yogyakarta: Islamika, 2003

Mudjia Rahardjo, Hermeneutika Gadamerian; Kuasa Bahasa Dalam Wacana Politik Gus Dur (Malang: UIN Malang Press, 2007).


Fakhruddin Faiz, Hermeneutika Qur’ani; Antara Teks, Konteks dan Kontekstualisasi; Melacak Hermeneutika Tafsir al-Manar dan Tafsir al-Azhar (Yogyakarta: Qalam, 2002), Hermeneutika Qur’ani, Op.Cit.,

Ilham B. Saenong Hermeneutika Pembebasan; Metodologi Tafsir al-Qur’an menurut Hassan Hanafi ( Jakarta: Teraju, 2002), hlm.8-9.

Ahmad Baidhowi, Tafsir Feminis; Kajian Perempuan Dalam al-Quran dan Para Mufassir Kontemporer (Bandung: Nuansa, 2005), hlm.147.

Asghar Ali Engineer dalam. Islam and Liberation Theology; Essay on Liberative Elements in Islam. Diterj. Agung prihantoro. Terj. Islam dan Teologi Pembebasan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000,hlm 2-3. Dalam konteks keindonesiaan,

Zuhairi Misrawi dalam Justisia; Jurnal Lintas Agama dan Budaya Edisi 22 Th. X 2002 (Semarang: fakultas Syari’ah IAIN Walisongo, 2002

Musahadi HAM, Evolusi Konsep Sunnah; Implikasinya pada Perkembangan Hukum Islam (Semarang: Aneka Ilmu bekerjasama dengan IAIN Wali Songo Press, 2000

Lihat juga dalam buku induknya, Yusuf Qardhawi, Kaifa Nata’amal Ma’a Al-Sunnah al-Nabawiyyah. Diterj. Muhammad al-Baqir. Terj. Bagaimana Memahami Hadis Nabi (Bandung: Karisma,1997), hlm. 92.

Muhammad al-Ghazaly dalam bukunya, al-Sunnah al-Nabawiyyah Baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadis. Diterj. Muhammad al-Baqir. Terj.Studi Kritis Atas Hadis Nabi SAW; Antara Pemahaman Tekstual Dan Kontekstual (Bandung: Mizan, 1993).

Yusuf Qardhawi, Op.Cit. hlm.106. Hadis ini ditakhrij oleh al Nasai dalam Kitab Sunannya,  Bab Sunan al-Nasai, juz 5, hlm 85.

Al-Bukhari BabTahri>mu jarr al-Tsaub Khaila>an wa Baya>nu Haddin pada juz 14, hlm. 80 dalam CD al-Maktabah al-Sya>milah.

 Syuhudi Ismail, Hadis Nabi Yang Tekstual dan Kontekstual; Telaah Ma’ani al-Hadis tentang Ajaran Islam yang Universal, Temporal dan Lokal (Jakarta: Bulan Bintang, 1994



[1] M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur`an; Tafsir Maudhu`I atas Pelbgai Persoalan Umat ( Bandung: MIZAN, 1996), hlm.3.

0 komentar:

Poskan Komentar