--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Jumat, 18 Maret 2016

Cerita Dewasa 2016: Malam Pertama yang tak terlupakan

Peringatan!!! Content ini hanya untuk anda yang berumur 18+.



Pada suatu hari, sepasang pengantin baru di malam pertamanya sedang makan malam. Di tengah-tengah makan malam itu ada seorang tamu mengetuk pintu. Dengan penuh kegeraman dan kekesalan karena ia merasa terganggu sang suami menyuruh istrinya membuka pintu. 

Ternyata tamu itu adalah seorang pengemis yang meminta sedikit makanan. Sang istri pun meminta izin pada suami. Suami berkata "Tidak boleh, enak saja sudah mengganggu malam pertama pake minta segala, tidak boleh!!! Udah kamu di sini saja, biar saya yang temui dia..."

Sejurus kemudian si suami memaki-maki, membentak, dan bahkan bertindak kasar pada pengemis itu. Pengemis itu telah dia usir dan  dicampakkan. Dengan penuh keangkuhan dia membanting pintu sebelum pengemis benar-benar beranjak dari depan rumah.

Beberapa jam kemudian, malam pertama yang ditunggu pun tiba. Si suami sudah siap untuk bermadu kasih. Namun, sebelum hal itu diselenggarakan kondisi aneh terjadi. Suami tersebut mengalami kondisi jiwa yang janggal, semacam "kesurupan".  Seketika itu juga, ia meninggalkan istrinya. Keluar dari kamar lalu meninggalkan rumah tanpa sepatah kata pun berucap. 

Hari berganti bulan hingga bulan berganti tahun sang istri tak mendapat kabar tentang suaminya. Pendek cerita, ia pun akhirnya dinikahi oleh seorang yang cukup berada. 

Kisah lama pun berulang kembali. Saat makan malam di malam pertamanya datanglah seorang pengemis. Lantas Sang suami menyuruh istri membuka pintu. 

Berbeda dengan mantan suaminya dulu, suami yang sekarang menyuruh istrinya untuk menghormati pengemis itu, lalu menyuruh pengemis itu masuk rumah. Makan malam antara sepasang pengantin baru dengan pengemis pun terjadi di tengah heningnya malam.

Tak lama setelah pengemis itu pamit pergi sang istri pun menangis. Suaminya pun heran, "Wahai isteriku hal apa yang telah membuatmu menangis??? Apakah kamu tidak ikhlas kita telah bershodaqoh makan malam barusan??" Istri menjawab sambil menangis bersenggukan  "Tidak..." Suami menimpali "Apakah kamu menyesal menikah denganku???" Dia menjawab "Tidak." 

Sang suami kebingungan dan terheran. Ia pun berucap "Wahai isteriku aku tak ingin kau menangis seperti itu, tolong jelaskan padaku gerangan apa yang bisa membuatmu menangis???"
Istri menjawab "Suamiku,... pengemis itu tadi adalah mantan suamiku..."


Mengetahui hal itu sang suami pun ganti yang menangis. Lambat laun, setelah keadaannya agak tenang sang Istri pun penasaran "Wahai sayangku kenapa kamu menangis???" Jawaban suami "Istriku, perlu kamu ketahui pengemis itu tadi yang telah mengusir, mencampakkan, dan bertindak kasar padaku di kala aku masih hidup susah dulu..." 
(BANJIR EMBUN)

Tamat

1 komentar: