Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Selasa, 19 April 2016

Molot Kotor Politisi

Molot Kotor Politisi

Oleh: A. Rifqi Amin

Merasa suci dari yang lain, padahal manusia bukan makhluk tersuci
Merasa tak berdosa dari yang lain, padahal manusia takkan bisa terlepas dari dosa
Kebenaran menjadi milikmu, kesalahan adalah milik yang lain
Kemenangan adalah hakmu, kekalahan menjadi kewajiban yang lain
Tingkah lucumu itu membuatku menangis terpingkal


Aku menjadi nampak keji karena makimu
Kau terlihat sempurna dengan mencaciku
Akulah yang salah
Sedang kau yang benar

Wahai, kau pemulut kotor
Ucapanmu memang terlihat benar
Tapi, yang pasti mulutmu kasar
Ucapanmu nampak heroik
Namun, mulutmu tak punya otak




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar