Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Saturday, April 30, 2016

Disertasi

Disertasi

Oleh: A. Rifqi Amin

Oh Disertasi
Kenapa harus kau yang membuat pening
Disertasi aku tak ingin kalah denganmu
Aku hanya ingin kau kupeluk, kunikmati, dan kuresapi

Disertasi, kata yang tak hanya sulit diucapkan
Mendingan mengucapkan Tesis atau Skripsi
Setiap mendengar kata itu, kuping pun berdengung
Saat ditanya tentang itu, rasa gelisah memuncak

Disertasi menjadi beban
Disertasi menjadi tantangan
Disertasi menjadi awal kebahagiaan
Tapi Disertasi pun bisa menjadi akhir segalanya

Hidup ini memang misteri
Ketakutakan pada Disertasi bukan karena tak berani
Aku hanya malas menyentuh Disertasi
Itu semua karena aku berfikir Disertasi adalah segalanya

Gelar Doktor yang disandang
Akan terasa malu untuk memasang
Bila Disertasiku tak lebih dari permainan kata
Itulah kegundahanku kawan

Namun, aku yakin
Aku bisa menulis Disertasi penuh kenikmatan
Aku ingin Disertasiku sukses
Aku yakin aku bisa
Disertasiku, aku akan menyusunmu dan menikmatimu....


Tuesday, April 19, 2016

Molot Kotor Politisi

Molot Kotor Politisi

Oleh: A. Rifqi Amin

Merasa suci dari yang lain, padahal manusia bukan makhluk tersuci
Merasa tak berdosa dari yang lain, padahal manusia takkan bisa terlepas dari dosa
Kebenaran menjadi milikmu, kesalahan adalah milik yang lain
Kemenangan adalah hakmu, kekalahan menjadi kewajiban yang lain
Tingkah lucumu itu membuatku menangis terpingkal


Aku menjadi nampak keji karena makimu
Kau terlihat sempurna dengan mencaciku
Akulah yang salah
Sedang kau yang benar

Wahai, kau pemulut kotor
Ucapanmu memang terlihat benar
Tapi, yang pasti mulutmu kasar
Ucapanmu nampak heroik
Namun, mulutmu tak punya otak