--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "KAMI TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN MATERI DARI AKTIVITAS ANDA DI BLOG INI. BLOG BANJIR EMBUN ADALAH BLOG SOSIAL, BUKAN BLOG BERORIENTASI KEUNTUNGAN MATERI (LABA). Terima kasih atas kunjungan Anda”---

Sabtu, 14 Mei 2016

Setelah S3 Mau Apa???



Setelah S3 Mau Apa???

Kamu mengira karirku cemerlang
Atau menganggap kelak aku kaya
Bahkan, menyanjung masa depanku terjamin
Tapi aku di sini tak seperti itu

Boleh kau tahu, aku sadar diri
Harusnya aku memang seperti ini
Menjadi pelopor hidup bahagia sejati
Bukan karena gelar, harta, ataupun penghasilan kerja
Kebahagiaan adalah saat hati ini tetap terjaga

Taukah kau???
Aku setelah wisuda tak akan muluk-muluk
Setelah bergelar tak akan berharap banyak
Setelah Disertasi tuntas tak akan melibas
Aku sadar dan tahu diri yang pernah terkirakan

Jujur dari lubuk hati
Aku tetap ingin menulis dan menulis
Aku tetap ini mengabdi dan berbagi
Namun, tak maulah aku diperbudak itu semua
Aku ingin melepaskan keduanya dari kotoran duniawi

Ingat! kebahagiaanku untuk hidupku, istri, dan anakku
Lalu untuk semua insan pemerhati gagasan-gagasanku
Yang takkan tergadai oleh harta, popularitas, dan pujian
Inilah gaya hidupku yang membahagiakanku dan kalian

Malang, 14 Mei 2016

Gila Karena Disertasi



Gila Karena Disertasi
Oleh: A. Rifqi Amin

Sekarang ini aku tertindih
Keadaan yang tak menjajikan
Aku tertampar oleh tatapannya
Kata-katanya pun minjuku

Aku muak dengan kemalasan ini
Benci dengan status gila ini
Ingin segera terbebas lepas
Lalu, terbang mendapat kesegaran

Semua meyikiniku bisa
Mengiraku mampu
Memangangapku segera bergelar
Lantas berkarir cemerlang dan hidup kaya

Namun, aku di sini tak seperti itu
Aku gila, aku tak berguna bagiku
Di sini aku tersiksa berkelahi dengan kemalasan
Disertasiku, belum terlihat meski judulnya pun
Sungguh, aku menangisi hidupku ini


Minggu, 08 Mei 2016

assalamualaikum

Saya tak tahu harus menulis apa. Berbagi tentang apa aku pun tak tahu. Aku hanya ingin kalian memahami bahwa aku di sini lagi sendiri. Aku lagi menikmati siksaan ini. Jangan kau salah sangka dulu. Aku tak menderita, aku tak benar-benar sendiri. Aku hanya merasa bahwa aku di sini memiliki arti.