Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Rabu, 06 Juni 2012

ARTI ‘BANJIR EMBUN’ MENURUT KAJIAN FORMAL


ARTI ‘BANJIR EMBUN’ MENURUT KAJIAN ILMIAH

Oleh: Tim Banjir Embun
Petunjuk bacaan:
1.    Kami sarankan jika anda tidak suka ‘basa-basi’ silakan anda langsung membaca paragraf ke 5.
2.    Jika anda tak suka kajian ilmiah, maka kami sarankan anda untuk membaca arti banjir embun berdasarkan versi hiburan. Berikut ini adalah arti banjir embun menurut versi ‘hiburan’, silakan klik [di sini]
3.    Kesimpulan akhir tentang arti banjir embun berdasarkan kajian ilmiah dapat langsung dibaca pada paragraf terakhir di kalimat paling akhir

Arti Banjir Embun --- Sebelum kami memaparkan kenapa harus istilah ‘banjir embun’ yang menjadi brand image  dan trade mark dari website kami. Terlebih dahulu akan dibahas arti banjir dan embun secara bahasa, menurut kamus Besar Bahasa Indonesia kata embun memiliki arti titik-titik air yang jatuh dari udara biasanya terjadi pada malam hari.[1] Hal ini salah satunya terjadi karena adanya proses ‘pernapasan’ tumbuh-tumbuhan pada malam hari yang disebut gutasi, selain itu terjadinya proses pengembunan disebabkan adanya perbedaan suhu dari siang hari yang tinggi (panas) ke  suhu malam hari yang rendah (dingin).

Saat malam hari suhu udara relatif lebih rendah dari pada siang hari, sehingga menyebabkan perubahan wujud uap air (gas) pada siang hari menjadi titik-titik air (cair) pada malam hari. Hal ini karena adanya perubuhan wujud zat yaitu dari wujud zat gas ke wujud zat cair yang disebabkan oleh lepasnya kalor (panas) dari suatu benda (zat gas merupakan sebuah benda) pada wilayah atau area tertentu. Atau dengan kata lain terjadinya perpindahan energi kalor dari suhu yang tinggi ke suhu yang lebih rendah.

Dengan lepasnya atau hilangnya kalor pada zat gas (udara) menyebabkan terjadinya perubahan suhu, jika perubahan suhu tersebut semakin besar dari suhu awal maka akan menyebabkan terjadinya perubahan wujud zat dari gas (udara) ke wujud cair (embun atau titik-titik air). Titik-titik air ini biasanya juga terjadi pada bagian luar gelas yang diberi es, beberapa saat setelah diberi es maka akan timbul titik-titik air di sisi luar gelas. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan suhu yang tajam antara suhu (kalor) dalam gelas dengan suhu diluar gelas.

Sedangkan arti banjir menurut kamus besar bahasa indonesia adalah berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap (sungai).[2] Banjir bisa disebabkan oleh ‘jebolnya’ atau tidak berfungsinya kantong-kantong air untuk menyimpan cadangan air, seperti: danau, hutan, waduk/bendungan (situ), dan daerah-daerah resapan air lain. Selain itu terjadi karena tidak normalnya fungsi sungai sebagai alat transportasi air, yang disebabkan karena terjadi sumbatan, pedangkalan, penyempitan, dan tidak ada percabangan sungai (sudetan). Sehingga perpindahan air dari tempat tinggi ke tempat rendah tidak terjadi sebagaimana mestinya.
Lalu bagaimana arti ‘banjir embun’ secara utuh? Istilah atau term ‘banjir embun’ adalah rangkaian dua kata atau lebih yang memiliki satu makna yang biasanya disebut frase. Namun suatu frase membutuhkan frase lain untuk mendukung terbentuknya sebuah kalimat yang utuh sehingga memiliki makna secara utuh pula. Istilah banjir embun tidak memiliki arti apa adanya (secara leterlek), jika diartikan apa adanya maka banjir embun memiliki arti proses meluapnya titik-titik air (embun) sehingga menyebabkan penggenangan atau bisa menghanyutkan.

Padahal hal ini tidak mungkin terjadi di dunia nyata, karena embun hanyalah titik-titik air yang mudah menguap (berubah wujud menjadi gas) jika terjadi kenaikan suhu atau terjadinya proses peresapan kalor oleh embun  sebagai zat cair. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa arti banjir embun memiliki makna kiasan atau makna yang tersembunyi di balik istilah yang sebenarnya. Makna tersebut terbangun berdasarkan inspirasi dari fenomena ‘keajabian’ air,  yang mana air sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Air mengandung oksigen yang dibutuhkan bagi kehidupan manusia dan hewan. Secara kimia air merupakan senyawa yang terdiri dari unsur  H2 dan O (H2O).

Kenapa harus banjir embun? Karena istilah tersebut belum pernah digunakan dalam istilah-istilah di manapun. Istilah banjir embun bahkan jika dicari di google sekalipun pada tanggal 5 Juli 2012 takkan pernah ditemukan, kecuali hanya menemukan alamat website http://www.banjirembun.blogspot.com. Di sisi lain istilah banjir embun teridiri dari dua kata banjir dan embun, yang secara umum kedua kata tersebut memiliki kandungan yang sama yaitu air.

Banjir  adalah perpindahan atau penggenangan air dalam frekuensi dan jumlah besar, secara umum merupakan kejadian yang tidak diharapkan karena bisa merusak. Sedangkan embun  merupakan uap-uap air (gas) yang berproses menjadi tetesan-tetesan air sehingga bisa membuat suhu udara menjadi sejuk, bahkan menjadi dingin dan membasahkan kulit atau permukaan benda. Dengan kata lain air merupakan hal penting yang harus ada di alam, namun jika air tidak ‘bersahabat’ karena volumenya hadir dalam jumlah yang berlebihan bisa menyebabkan kerugian. Bisa dikatakan sesuatu yang tidak berlebihan-lebihan sangat baik untuk menjalankan sebuah ‘proses’ secara normal. Inilah alasan kenapa istilah banjir embun harus digunakan dalam blog ini.

Makna kiasan banjir embun adalah kesejukan, ketenangan, kesegaran, atau kenyamanan dalam jumlah, frekuensi, dan intensitas besar. Hal ini seperti makna kiasan pada istilah yang di awali dengan kata banjir, seperti: banjir air mata, banjir hadiah, banjir darah, banjir uang, banjir berkah, dan banjir cinta.

Sedangkan arti banjir embun secara bahasa adalah 1. keluar biasaan, istimewa; “Jatuhnya pesawat komersil di tebing gunung pada bulan lalu merupakan fenomena banjir embun,” 2. Berbeda dengan situasi normal (tidak seperti biasanya); “Pak Roni banjir embun! Berangkat ke kantor pagi-pagi buta.” (melakukan sesuatu yang tidak seperti biasanya, terlihat aneh dan ganjil), 3. Berharap, dinanti-nanti kedatangannya; “Banjir embun tunjangan fungsional guru” (mengaharapkan turunnya tunjangan bagi guru),  dan “Banjir embun pada ibu yang sedang merantau ke luar negeri (kangen ibu yang sedang merantau) 4. Kejadian yang tidak mungkin terjadi, diluar kaidah logika; “seperti mengharap datangnya banjir embun di neraka”. (mengakibatkan kesejukan, keheningan, dan menimbulkan inspirasi).

Sehingga dapat kami simpulkan bahwa secara istilah banjir embun adalah peristiwa yang diharapkan kehadirannya, bisa menyebabkan penyegaran, dan bisa menimbulkan inspirasi bagi lingkungan di sekitar.(BE/06/06/12)


[1]Tim penyusun kamus pusat pembinaan dan pengembangan bahasa, kamus besar bahasa indonesia edisi kedua, (Jakarta: Balai Pustaka, 1997), 260.
[2]Tim penyusun kamus pusat pembinaan dan pengembangan bahasa, kamus besar bahasa indonesia edisi kedua, (Jakarta: Balai Pustaka, 1997), 90.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar