Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Saturday, August 24, 2013

Contoh TESIS Bab II: Komponen Kurikulum PAI


 Berikut adalah link yang terkait dengan tulisan (postingan) pada halaman ini: Tesis Lengkap Karya A. Rifqi Amin

Oleh: A. Rifqi Amin

4.      Komponen Kurikulum PAI
Komponen kurikulum secara umum dalam dunia pendidikan yang luas menurut Syaodih Sukmadinata teridentifikasi dalam unsur atau komponenen dalam anatomi[1] tubuh kurikulum. Komponen tersebut terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut yaitu tujuan, isi atau materi, proses atau sistem penyampaian serta medianya, dan evaluasi, yang mana keempatnya berkaitan erat satu dengan lainnya.[2] Hampir sama menurut Hamid Syarief walaupun terjadi sedikit perbedaan istilah telah diuraikan tentang kurikulum secara struktural terbagi menjadi beberapa komponen di antaranya adalah tujuan kurikulum, komponen isi/bahan, komponen strategi pelaksanaan, dan komponen evaluasi.[3] Dari pemaparan tersebut maka dapat disimpulkan komponen kurikulum setidaknya harus terdiri dari empat komponen yaitu tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Oleh karena itu dari pembahasan sebelumnya tentang pembelajaran PAI maka khusus untuk kurikulum PAI di dalamnya harus bermuatan nilai-nilai ajaran Islam pada setiap komponen secara integral sehingga digambarkan sebagaimana gambar berikut ini:

 Dari gambar di atas jika dikaitkan pada pembahasan sebelumnya maka dapat disimpulkan komponen kurukulum PAI satu sama lain terjadi hubungan dan keterkaitan sebagai bentuk kerjasama dalam perwujudan kurikulum PAI agar tetap relevan dengan realitas, waktu, kondisi masyarakat, kondisi peserta didik, dan kondisi perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Namun yang perlu ditekankan adalah pada kurikulum PAI harus ditanamkan nilai-nilai Islam sebagai sumbu utama yang menjadi ciri khas. Walaupun demikian pendidik tetap berupaya dalam pengembangan kurikulum terutama pada materi PAI agar sistem pembelajaran PAI tetap menarik terutama bagi mahasiswa yang memiliki nalar kritis. Dengan demikian dapat ditarik garis lurus bahwa salah satu komponen dari sistem pembelajaran PAI adalah kurikulum PAI yang juga terdiri dari beberapa komponen lain yaitu tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Sedang komponen lain dari sistem pembelajaran PAI adalah pendidik, peserta didik, pengelola lembaga, dan sumber pembelajaran selain pendidik.

[1]Penggunaan kata anatomi kurikulum juga digunakan  dalam artikel ilmiah. Lihat Heman Hudojo, “Tolok Ukur dan Sistem Evaluasi Terhadap Keberhasilan Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi,” dalam Dinamika Pemikiran Islam di Perguruan Tinggi, ed. Fuaduddin&Cik Hasan Bisri (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), 184.
[2]Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek (Bandung, Remaja Rosdakarya, 2002), 102.
[3]A. Hamid Syarief, Pengembangan Kurikulum (Surabaya: Bina Ilmu, 1996), 79.

No comments:

Post a Comment