Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Monday, September 23, 2013

contoh tesis kuantitatif bab VI


DOWNLOAD BAGIAN BUKU 

"PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER"

FORMAT PDF  >> di sini <<


BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

Oleh:
Agus Puguh Santosa
(Penulis adalah Alumni Mahasiswa Pascasarjana (S2) STAIN Kediri Tahun 2013)
 

 Sumber foto: Koleksi Pribadi Agus Pugoh Santoso

Dalam bab ini akan disajikan tentang kesimpulan dari penelitian ini dan beberapa saran dari penulis.
A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Sikap siswa SMPN 1 plosoklaten kepada gurunya memiliki katagori 19 % tergolong sangat rendah; 35,97 % tergolong rendah; 34,89 % tergolong sedang; 20,14 % tergolong tinggi dan 2,16 % tergolong sangat tinggi. Melihat prosentase frekuensi tertinggi sebesar 35,97% ini berarti sikap siswa kepada guru tergolong rendah.
2.      Aktivitas belajar siswa SMPN 1 Plosoklaten memiliki katagori 8,99 % tergolong sangat rendah; 23,38 % tergolong rendah; 41,73 % tergolong sedang; 24,46 % tergolong tinggi dan 1,44 % tergolong sangat tinggi. Melihat bahwa prosentase frekuensi tertinggi sebesar 41,73% ini menandakan aktivitas belajar siswa tergolong rendah.
3.      Sikap siswa SMPN 1 Plsosklaten kepada guru bekorelasi positif dengan aktivitas belajarnya.
4.      Besarnya korelasi antara variabel sikap (X) dengan variabel aktivitas (Y) adalah sebesar 0,345. Angka ini menunjukkan adanya korelasi yang rendah. Tetapi adanya korelasi yang positif, menunjukkan adanya arah yang sama dalam hubungan antar variabel. Ini menandakan jika nilai variabel X mengalami peningkatan maka akan diikuti dengan naiknya nilai variabel Y.
Sedangkan besar kecilnya konstribusi (sumbangan) variabel X terhadap Y atau koefisien determinan = r2 x 100 % atau 0,119025 x 100 % = 11,9 % sedangkan sisanya 88,1% ditentukan oleh variabel lain.
Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa jika sikap siswa kepada gurunya semakin baik, maka aktivitas siswa akan semakin baik pula. Karena siswa akan lebih aktif dalam kegiatan proses belajarnya dan ini diharapkan akan semakin meningkatkan prestasi belajarnya.
B.     Saran
Dari kesimpulan di atas, untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa perlu adanya peningkatan sikap siswa kepada guru, maka untuk itu disarankan sebagai berikut:
1.      Pimpinan sekolah senantasa membina para guru untuk senantiasa berperilaku yang patut dan pantas untuk dijadikan tauladan bagi anak didik sehingga anak didik memiliki kesan positif terhadap guru.
2.      Pimpinan sekolah hendaknya berupaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif agar interaksi guru dan siswa bisa berjalan dengan baik.
3.      Guru hendaknya senantiasa berusaha untuk menciptakan interaksi yang baik dengan siswa agar siswa memiliki sikap positif terhadapnya sehingga siswa dapat mengikuti proses belajarnya dengan nyaman dan menyenangkan.
4.      Orang tua disarankan untuk bersikap bijak dan tegas dalam mendidik anak-anaknya mengingat sebagian besar proses belajar anak adalah di rumah.
5.      Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan mengkaji masalah ini dengan jangkauan yang lebih luas demi perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia penelitian.

1 comment: