Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- SELALU ADA YANG BARU DI BLOG BANJIR EMBUN: "Kami Mengucapkan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda. Bila butuh bantuan atau ada pertanyaan silakan hubungi ke nomor 08563350350 atau kirim email ke: banjirembun@yahoo.co.id subjek: BanjirEmbun Menjawab”---

Jumat, 07 Desember 2012

FUNGSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


Fungsi Pendidikan Agama Islam
Oleh: Riris Lutfi Ni'matul Laila


foto Riris Lutfi Ni'matul Laila  Sumber  foto: Facebook 


Adapun fungsi pendidikan agama Islam adalah sebagai berikut.
1.    Pengembangan Keimanan dan Ketakwaan kepada Allah SWT serta Akhlak Mulia
Pendidikan Agama Islam di samping fungsinya sebagai fungsi pendidikan, juga sebagai fungsi agama. Artinya, untuk mengetahui ajaran agama Islam tidak lain melalui tahapan proses pendidikan yang pada akhirnya dapat tercapai konsep manusia beriman, takwa, dan berakhlak mulia.

2.    Kegiatan Pendidikan dan Pengajaran
Pendidikan agama tidak dapat lepas dari pengajaran agama, yaitu pengetahuan yang ditujukan kepada pemahaman hukum-hukum, syarat-syarat, kewajiban-kewajiban, batas-batas dan norma-norma yang harus dilakukan dan diindahkan sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Sebagaimana tujuan pendidikan nasional yang termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional, begitu pula pendidikan agama Islam berperan sebagai pendukung tercapainya tujuan umum tersebut.
4.    Fungsi Semangat Studi Keilmuan dan IPTEK
Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa dan bangsa yang menghendaki kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi maka dalam pelaksanaannya, Pendidikan Nasional tidak dapat mengabaikan dua dimensi tersebut. [1]
Dalam pelaksanaan pendidikan agama harus memiliki kerangka pikir yang sama bahwa pembinaan imtak tidak lagi cukup hanya didekati secara monolitik melalui pendidikan agama, melainkan juga harus bersifat integratif.
Beberapa fungsi pendidikan agama Islam sebagaimana diuraikan di atas, telah memberikan suatu kesadaran bahwa pendidikan agama tidak hanya dipahami sebagai pemahaman terhadap ketentuan-ketentuan syariat saja. Namun lebih kepada adanya dua dimensi yaitu, keterpaduan keimanan dan ketakwaan dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga upaya pengembangan iptek akan memperteguh kekuatan imtak.



[1] Abdul Rahman Shaleh, op.cit.,  hlm. 44-50

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar