Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner

Pengembangan Pendidikan Agama Islam

--- BUKU MURAH (ASLI bukan FOTOCOPY-AN/BUKAN BUKU BAJAKAN): " Buku MURAH BERKUALITAS hanya Rp.47.000,- (belum ongkos kirim. Ongkos kirim diperkirakan Rp. 18.000 - Rp. 35.000 tergantung lokasi pengiriman) berjudul PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: REINTERPRETASI BERBASIS INTERDISIPLINER (Yogyakarta: LKiS, 2015). Sebagai info harga buku ini di pasaran berkisar 70-90 ribu). Serta buku ini hanya dijual di toko buku daerah YOGYAKARTA saja.Info lebih lanjut hubungi: 08563-350-350 (11 digit)”---

Thursday, June 13, 2013

Kedudukan Metode dalam Belajar Mengajar


Buku A. Rifqi Amin (pendiri Banjir Embun) berjudul: 



Kedudukan Metode dalam Belajar Mengajar
Metode pembelajaran memiliki kedudukan yang amat strategis dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Itulah sebabnya, para ahli pendidikan sepakat bahwa seorang pendidik yang ditugaskan mengajar di sekolah haruslah pendidik yang mempunyai kompetensi profesional. Kompetensi profesional, adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP).[1]
Salah satu kemampuan pendidik yang berhubungan dengan  kompetensi profesional adalah pendidik harus memiliki pengetahuan yang luas berkenaan dengan bidang studi atau subject matter yang diajarkan serta kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran. Maka dari itu seorang pendidik harus memiliki penguasaan yang prima terhadap metode pembelajaran karena suatu materi pelajaran dapat disampaikan secara efisien, efektif dan terukur dengan baik, serta  dapat dilakukan perencanaan dan perkiraan dengan tepat  melaui metode pembelajaran. 
Mahmud Yunus sebagaimana dikutip oleh Abuddin Nata mengatakan bahwa metode itu lebih baik dari materi (al-t{a<riqah ahammu min al-ma<dah).[2] Hal senada  juga diungkapkan oleh Ali Syari’ati bahwa seseorang boleh kehilangan sesuatu, namun tidak boleh kehilangan metode mencari sesuatu itu.[3] Dari kedua pendapat tersebut dapat diketahui bahwa betapa pentingnya suatu metode, karena dalam dunia pendidikan metode sebagai salah satu komponen sistem proses pembelajaran memiliki fungsi yang sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran sangat ditentukan oleh komponen ini. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat diimplementasikan melalui strategi dan metode yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu, setiap pendidik perlu memahami secara baik peran dan fungsi metode dalam proses belajar - mengajar.



[1]Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Pendidik (Jakarta: Rajagrafindo, 2011), 23.
[2]Abuddin Nata, Perspektif Islam, 180.
[3]Ali Syari’ati, Sosiologi Islam (Bandung: Mizan, 1988), 34.

No comments:

Post a Comment